<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Emas Berjangka Tergelincir USD11,3</title><description>Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394957/harga-emas-berjangka-tergelincir-usd11-3</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394957/harga-emas-berjangka-tergelincir-usd11-3"/><item><title>Harga Emas Berjangka Tergelincir USD11,3</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394957/harga-emas-berjangka-tergelincir-usd11-3</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394957/harga-emas-berjangka-tergelincir-usd11-3</guid><pubDate>Kamis 15 April 2021 08:29 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2394957/harga-emas-berjangka-tergelincir-usd11-3-te8yV7a42O.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2394957/harga-emas-berjangka-tergelincir-usd11-3-te8yV7a42O.jpg</image><title>Harga emas  (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik merugi dan keuntungan sehari sebelumnya, karena kenaikan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, melampaui dukungan dari dolar yang lebih lemah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD11,3 atau 0,65% menjadi ditutup pada USD1.736,30 per ounce. Sehari sebelumnya emas berjangka melonjak USD14,9 atau 0,86% menjadi USD1.747,6, dilansir dari Antara, Kamis (15/4/2021).
Baca juga: Harga Emas Rebound Ditopang Lonjakan Inflasi AS
Kenaikan imbal hasil obligasi tampaknya &quot;menambah tekanan yang sangat ringan ke pasar (emas),&quot; kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Tetapi kemunduran emas terlihat lebih bersifat teknis dengan level USD1.750 menjadi level resistensi teknis dan psikologis dalam jangka pendek, Meger menambahkan.
Emas telah melonjak sebanyak 0,86% pada Selasa (13/4/2021) setelah harga-harga konsumen AS naik paling tajam dalam lebih dari 8,5 tahun pada Maret, memulai apa yang diperkirakan menjadi periode singkat dari inflasi yang lebih tinggi.
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Emas Antam Makin Murah, Ini Daftarnya
Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil yang lebih tinggi menantang status tersebut karena diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih besar untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
&quot;Kuartal kedua kemungkinan akan menghadirkan hambatan makro terbesar untuk emas mengingat ekspektasi kami untuk dolar AS menguat lebih lanjut untuk sementara,&quot; kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.&quot;Tetapi setelah itu, kami memperkirakan dolar AS akan kembali ke tren  pelemahannya, imbal hasil riil tetap negatif dan ekspektasi inflasi  yang meningkat akan menghidupkan kembali minat investor pada emas,&quot;  tambah Cooper.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan  mengurangi pembelian obligasi bulanan sebelum berkomitmen untuk  menaikkan suku bunga, mengklarifikasi urutan perubahan kebijakan moneter  yang masih berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di masa depan.
The Fed melaporkan dalam &quot;Beige Book&quot; terbarunya, pemulihan ekonomi  AS mengalami akselerasi ke kecepatan sedang dari akhir Februari hingga  awal April.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 9,8 sen atau  0,39% menjadi ditutup pada USD25,524 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Juli naik USD20,3 atau 1,75% menjadi ditutup pada USD1.177,4  per ounce.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Harga emas berjangka tergelincir pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), berbalik merugi dan keuntungan sehari sebelumnya, karena kenaikan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil, melampaui dukungan dari dolar yang lebih lemah.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, jatuh USD11,3 atau 0,65% menjadi ditutup pada USD1.736,30 per ounce. Sehari sebelumnya emas berjangka melonjak USD14,9 atau 0,86% menjadi USD1.747,6, dilansir dari Antara, Kamis (15/4/2021).
Baca juga: Harga Emas Rebound Ditopang Lonjakan Inflasi AS
Kenaikan imbal hasil obligasi tampaknya &quot;menambah tekanan yang sangat ringan ke pasar (emas),&quot; kata David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures.
Tetapi kemunduran emas terlihat lebih bersifat teknis dengan level USD1.750 menjadi level resistensi teknis dan psikologis dalam jangka pendek, Meger menambahkan.
Emas telah melonjak sebanyak 0,86% pada Selasa (13/4/2021) setelah harga-harga konsumen AS naik paling tajam dalam lebih dari 8,5 tahun pada Maret, memulai apa yang diperkirakan menjadi periode singkat dari inflasi yang lebih tinggi.
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Emas Antam Makin Murah, Ini Daftarnya
Sementara emas dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi, imbal hasil yang lebih tinggi menantang status tersebut karena diterjemahkan ke dalam peluang kerugian yang lebih besar untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.
&quot;Kuartal kedua kemungkinan akan menghadirkan hambatan makro terbesar untuk emas mengingat ekspektasi kami untuk dolar AS menguat lebih lanjut untuk sementara,&quot; kata analis Standard Chartered, Suki Cooper.&quot;Tetapi setelah itu, kami memperkirakan dolar AS akan kembali ke tren  pelemahannya, imbal hasil riil tetap negatif dan ekspektasi inflasi  yang meningkat akan menghidupkan kembali minat investor pada emas,&quot;  tambah Cooper.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral akan  mengurangi pembelian obligasi bulanan sebelum berkomitmen untuk  menaikkan suku bunga, mengklarifikasi urutan perubahan kebijakan moneter  yang masih berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di masa depan.
The Fed melaporkan dalam &quot;Beige Book&quot; terbarunya, pemulihan ekonomi  AS mengalami akselerasi ke kecepatan sedang dari akhir Februari hingga  awal April.
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 9,8 sen atau  0,39% menjadi ditutup pada USD25,524 per ounce. Platinum untuk  pengiriman Juli naik USD20,3 atau 1,75% menjadi ditutup pada USD1.177,4  per ounce.</content:encoded></item></channel></rss>
