<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Neraca Dagang Maret Diproyeksi Surplus USD1,55 Miliar</title><description>Neraca perdagangan Maret diperkirakan mengalami surplus USD1,55 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394972/neraca-dagang-maret-diproyeksi-surplus-usd1-55-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394972/neraca-dagang-maret-diproyeksi-surplus-usd1-55-miliar"/><item><title>Neraca Dagang Maret Diproyeksi Surplus USD1,55 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394972/neraca-dagang-maret-diproyeksi-surplus-usd1-55-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2394972/neraca-dagang-maret-diproyeksi-surplus-usd1-55-miliar</guid><pubDate>Kamis 15 April 2021 09:09 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2394972/neraca-dagang-maret-diproyeksi-surplus-usd1-55-miliar-817cgQDKZf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2394972/neraca-dagang-maret-diproyeksi-surplus-usd1-55-miliar-817cgQDKZf.jpg</image><title>Ekspor-Impor Perdagangan di Pelabuhan (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Neraca perdagangan Maret diperkirakan mengalami surplus USD1,55 miliar, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat surplus USD2,0 miliar.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan surplus perdagangan dipengaruhi oleh laju ekspor bulanan yang diperkirakan 3,0% mtm sementara laju impor diperkirakan 6,8% mtm.
Baca juga: 7 Fakta Neraca Perdagangan RI Surplus USD2 Miliar, Ekspor Menggeliat
&quot;Ekspor bulan Maret dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas ekspor serta peningkatan volume permintaan produk ekspor. Harga CPO sepanjang bulan Marer  tercatat 1,1% mtm (vs. 3,0% mtm pada Feb&amp;rsquo;20); sementara harga batubara tercatat naik 9,4% mtm (vs. -0,1%mtm pada bulan sebelumnya),&quot; kata Josua di Jakarta, Kamis (15/4/2021).
Baca juga: Neraca Perdagangan Diproyeksi Defisit Lagi pada Pertengahan Tahun
Selain itu harga karet alam tercatat naik 3,8% (month to month /mtm). Sementara itu, volume ekspor Maret  juga diperkirakan meningkat mempertimbangkan peningkatan aktivitas manufaktur dari beberapa mitra dagang utama seperti Uni Eropa, AS, Jepang dan juga terindikasi dari PMI manufaktur global yang meningkat meskipun aktivitas manufaktur Tiongkok dan India cenderung menurun pada bulan Maret yang lalu.Sedangkan, laju impor bulan yang diperkirakan 6,8% mtm dipengaruhi  oleh peningkatan impor non-migas sejalan dengan peningkatan aktivitas  manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang tercatat tertinggi sejak  pandemi Covid -19.
&quot;Lalu  impor migas juga berpotensi meningkat seiring dengan kenaikan  harga minyak mentah sekitar 5,6% mtm. Jadi, secara keseluruhan laju  ekspor diperkirakan 11,77% yoy sementara laju impor diperkirakan 6,14%  yoy,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Neraca perdagangan Maret diperkirakan mengalami surplus USD1,55 miliar, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat surplus USD2,0 miliar.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan penurunan surplus perdagangan dipengaruhi oleh laju ekspor bulanan yang diperkirakan 3,0% mtm sementara laju impor diperkirakan 6,8% mtm.
Baca juga: 7 Fakta Neraca Perdagangan RI Surplus USD2 Miliar, Ekspor Menggeliat
&quot;Ekspor bulan Maret dipengaruhi oleh peningkatan harga komoditas ekspor serta peningkatan volume permintaan produk ekspor. Harga CPO sepanjang bulan Marer  tercatat 1,1% mtm (vs. 3,0% mtm pada Feb&amp;rsquo;20); sementara harga batubara tercatat naik 9,4% mtm (vs. -0,1%mtm pada bulan sebelumnya),&quot; kata Josua di Jakarta, Kamis (15/4/2021).
Baca juga: Neraca Perdagangan Diproyeksi Defisit Lagi pada Pertengahan Tahun
Selain itu harga karet alam tercatat naik 3,8% (month to month /mtm). Sementara itu, volume ekspor Maret  juga diperkirakan meningkat mempertimbangkan peningkatan aktivitas manufaktur dari beberapa mitra dagang utama seperti Uni Eropa, AS, Jepang dan juga terindikasi dari PMI manufaktur global yang meningkat meskipun aktivitas manufaktur Tiongkok dan India cenderung menurun pada bulan Maret yang lalu.Sedangkan, laju impor bulan yang diperkirakan 6,8% mtm dipengaruhi  oleh peningkatan impor non-migas sejalan dengan peningkatan aktivitas  manufaktur Indonesia pada Maret 2021 yang tercatat tertinggi sejak  pandemi Covid -19.
&quot;Lalu  impor migas juga berpotensi meningkat seiring dengan kenaikan  harga minyak mentah sekitar 5,6% mtm. Jadi, secara keseluruhan laju  ekspor diperkirakan 11,77% yoy sementara laju impor diperkirakan 6,14%  yoy,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
