<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Antisipasi Rugi Besar, Hippindo Buru-Buru Jualan Online</title><description>Pelaku usaha yang bergerak di bisnis pusat perbelanjaan beralih ke penjualan online untuk mengantisipasi kerugian.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395131/antisipasi-rugi-besar-hippindo-buru-buru-jualan-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395131/antisipasi-rugi-besar-hippindo-buru-buru-jualan-online"/><item><title>Antisipasi Rugi Besar, Hippindo Buru-Buru Jualan Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395131/antisipasi-rugi-besar-hippindo-buru-buru-jualan-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395131/antisipasi-rugi-besar-hippindo-buru-buru-jualan-online</guid><pubDate>Kamis 15 April 2021 13:16 WIB</pubDate><dc:creator>Oktiani Endarwati</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2395131/antisipasi-rugi-besar-hippindo-buru-buru-jualan-online-IaardFPx9m.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mal (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2395131/antisipasi-rugi-besar-hippindo-buru-buru-jualan-online-IaardFPx9m.jpg</image><title>Mal (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Pelaku usaha yang bergerak di bisnis pusat perbelanjaan beralih ke penjualan online untuk mengantisipasi kerugian di sektor ritel akibat adanya larangan mudik.

&quot;Kita lari ke online dulu untuk meminimalkan dampak kerugian dan juga melakukan banyak aktivitas di kota besar,&quot; ujar Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah dalam Market Review IDX Channel, Kamis (15/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Mal Siap Panen Duit saat Lebaran meski Mudik Dilarang&amp;nbsp;
Budi melanjutkan, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah agar tetap ada peningkatan penjualan meski hanya terkonsentrasi di kota-kota besar saja.
&quot;Kami coba sikapi dalam bulan ini bersama-sama membuat event mudik di mal di Jakarta atau kota-kota besar,&quot; ungkapnya.

Menurut dia, kontribusi penjualan online saat ini masih belum maksimal, masih di bawah 10% sehingga belum mampu menggantikan omzet penjualan offline. &quot;Tapi ini diupayakan untuk trus meningkat. Di luar negeri kontribusinya sudah 40% sampai 60%,&quot; tuturnya.




Budi menambahkan, saat ini sektor fesyen menduduki posisi yang merugi akibat pandemi sejak tahun lalu. Apalagi dengan adanya larangan mudik membuat orang tidak membeli baju, sepatu maupun tas baru.

&quot;Toko fesyen menurut saya akan terdampak karena biasanya orang mudik pakai baju baru. Ini mungkin tidak jadi beli atau berkurang,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pelaku usaha yang bergerak di bisnis pusat perbelanjaan beralih ke penjualan online untuk mengantisipasi kerugian di sektor ritel akibat adanya larangan mudik.

&quot;Kita lari ke online dulu untuk meminimalkan dampak kerugian dan juga melakukan banyak aktivitas di kota besar,&quot; ujar Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah dalam Market Review IDX Channel, Kamis (15/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Pengusaha Mal Siap Panen Duit saat Lebaran meski Mudik Dilarang&amp;nbsp;
Budi melanjutkan, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah agar tetap ada peningkatan penjualan meski hanya terkonsentrasi di kota-kota besar saja.
&quot;Kami coba sikapi dalam bulan ini bersama-sama membuat event mudik di mal di Jakarta atau kota-kota besar,&quot; ungkapnya.

Menurut dia, kontribusi penjualan online saat ini masih belum maksimal, masih di bawah 10% sehingga belum mampu menggantikan omzet penjualan offline. &quot;Tapi ini diupayakan untuk trus meningkat. Di luar negeri kontribusinya sudah 40% sampai 60%,&quot; tuturnya.




Budi menambahkan, saat ini sektor fesyen menduduki posisi yang merugi akibat pandemi sejak tahun lalu. Apalagi dengan adanya larangan mudik membuat orang tidak membeli baju, sepatu maupun tas baru.

&quot;Toko fesyen menurut saya akan terdampak karena biasanya orang mudik pakai baju baru. Ini mungkin tidak jadi beli atau berkurang,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
