<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cetak Rekor Baru Ekspor, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Nasional Sejalan dengan Global</title><description>Pemulihan ekonomi nasional berjalan di jalur yang tepat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395450/cetak-rekor-baru-ekspor-menko-airlangga-pemulihan-ekonomi-nasional-sejalan-dengan-global</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395450/cetak-rekor-baru-ekspor-menko-airlangga-pemulihan-ekonomi-nasional-sejalan-dengan-global"/><item><title>Cetak Rekor Baru Ekspor, Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Nasional Sejalan dengan Global</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395450/cetak-rekor-baru-ekspor-menko-airlangga-pemulihan-ekonomi-nasional-sejalan-dengan-global</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/320/2395450/cetak-rekor-baru-ekspor-menko-airlangga-pemulihan-ekonomi-nasional-sejalan-dengan-global</guid><pubDate>Kamis 15 April 2021 21:53 WIB</pubDate><dc:creator>Tim Okezone</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2395450/ekspansif-cetak-rekor-baru-ekspor-kebijakan-menko-airlangga-pulihkan-ekonomi-di-jalur-yang-tepat-ob5COywNE4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/15/320/2395450/ekspansif-cetak-rekor-baru-ekspor-kebijakan-menko-airlangga-pulihkan-ekonomi-di-jalur-yang-tepat-ob5COywNE4.jpg</image><title>Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Setkab)</title></images><description>JAKARTA - Pemulihan ekonomi nasional berjalan di jalur yang tepat. Hal tersebut tercermin dari surplus neraca perdagangan dan kenaikan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level ekspansif.
&quot;Ini menandakan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional sejalan dengan pemulihan pertumbuhan ekonomi global,&quot; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kepada MNC Media, Kamis (15/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Surplus Neraca Dagang Kerek IHSG ke Zona Hijau
Seperti diketahui, data neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$5,5 miliar atau Rp80,3 triliun (Rp14.600 per USD) sepanjang kuartal I tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai USD18,35 miliar. Angka ini yang tertinggi selama pandemi Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Neraca Dagang Maret Diproyeksi Surplus USD1,55 Miliar
Bahkan, hampir melampaui posisi tertinggi sejak Agustus 2011, yang saat itu nilai ekspornya sebesar USD18,64 miliar.Ekspor pada Maret 2021 ini naik 30,47 persen secara year-on-year dibandingkan dengan Maret 2020.
&quot;Pasar ekspor menandakan mulai terjadi pemulihan ekonomi global  ekspor (non migas) ke Tiongkok di bulan Maret sebesar US$ 3,73 miliar  dan ke Amerika Serikat US$ 2,07 miliar,&quot; kata Airlangga yang juga Ketua  Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)  tersebut.
Selain kedua negara tersebut, ekspor non migas Indonesia tercatat ke  Jepang US$ 1,38 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,12  persen.
Adapun, ekspor ke negara-negara ASEAN dan Uni Eropa yang mencakup 27  negara masing-masing sebesar USD3,46 miliar dan USD1,44 miliar.
Airlangga mengatakan kenaikan ekspor tersebut sejalan dengan kenaikan PMI yang telah mencapai 53,2 atau pada fase ekspansif.
Diketahui, selama 6 bulan terakhir PMI Indonesia berada di level ekspansif.
IHS Markit mencatat, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur  Indonesia pada bulan Maret 2021 mencapai 53,2 atau naik dari 50,9 pada  Februari 2021. Posisi tersebut disebut-sebut sebagai posisi tertinggi  dalam satu dekade pengumpulan data IHS Markit sejak April 2011.
Indikator kinerja manufaktur Indonesia sudah melampaui tingkat kenormalan sebelum pandemi Covid-19.
Pada keadaan normal, angka PMI berada di kisaran 51.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemulihan ekonomi nasional berjalan di jalur yang tepat. Hal tersebut tercermin dari surplus neraca perdagangan dan kenaikan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level ekspansif.
&quot;Ini menandakan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional sejalan dengan pemulihan pertumbuhan ekonomi global,&quot; kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, kepada MNC Media, Kamis (15/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Surplus Neraca Dagang Kerek IHSG ke Zona Hijau
Seperti diketahui, data neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus sebesar US$5,5 miliar atau Rp80,3 triliun (Rp14.600 per USD) sepanjang kuartal I tahun ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia pada Maret 2021 mencapai USD18,35 miliar. Angka ini yang tertinggi selama pandemi Covid-19.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Neraca Dagang Maret Diproyeksi Surplus USD1,55 Miliar
Bahkan, hampir melampaui posisi tertinggi sejak Agustus 2011, yang saat itu nilai ekspornya sebesar USD18,64 miliar.Ekspor pada Maret 2021 ini naik 30,47 persen secara year-on-year dibandingkan dengan Maret 2020.
&quot;Pasar ekspor menandakan mulai terjadi pemulihan ekonomi global  ekspor (non migas) ke Tiongkok di bulan Maret sebesar US$ 3,73 miliar  dan ke Amerika Serikat US$ 2,07 miliar,&quot; kata Airlangga yang juga Ketua  Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN)  tersebut.
Selain kedua negara tersebut, ekspor non migas Indonesia tercatat ke  Jepang US$ 1,38 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 41,12  persen.
Adapun, ekspor ke negara-negara ASEAN dan Uni Eropa yang mencakup 27  negara masing-masing sebesar USD3,46 miliar dan USD1,44 miliar.
Airlangga mengatakan kenaikan ekspor tersebut sejalan dengan kenaikan PMI yang telah mencapai 53,2 atau pada fase ekspansif.
Diketahui, selama 6 bulan terakhir PMI Indonesia berada di level ekspansif.
IHS Markit mencatat, Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur  Indonesia pada bulan Maret 2021 mencapai 53,2 atau naik dari 50,9 pada  Februari 2021. Posisi tersebut disebut-sebut sebagai posisi tertinggi  dalam satu dekade pengumpulan data IHS Markit sejak April 2011.
Indikator kinerja manufaktur Indonesia sudah melampaui tingkat kenormalan sebelum pandemi Covid-19.
Pada keadaan normal, angka PMI berada di kisaran 51.</content:encoded></item></channel></rss>
