<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Begini Strategi Penguasaan Pasar yang Dilakukan</title><description>Strategi menguasai pasar harus dipahami oleh pengusaha untuk mempraktikan teknik marketing yang jitu dan tepat sasaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/455/2394157/berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/455/2394157/berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan"/><item><title>Berdagang ala Nabi Muhammad SAW, Begini Strategi Penguasaan Pasar yang Dilakukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/455/2394157/berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/455/2394157/berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan</guid><pubDate>Kamis 15 April 2021 07:02 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/13/455/2394157/berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan-7YUZo5PxH4.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/13/455/2394157/berdagang-ala-nabi-muhammad-saw-begini-strategi-penguasaan-pasar-yang-dilakukan-7YUZo5PxH4.jpeg</image><title>(Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Strategi menguasai pasar harus dipahami oleh pengusaha untuk mempraktikan teknik marketing yang jitu dan tepat sasaran. Hal tersebut berguna agar produk yang dijualnya bisa sampai ke telinga konsumen sekaligus menarik hati mereka untuk membeli produk tersebut.
Salah satu proses menguasai pasaran adalah dengan melakukan segmentasi. Pengusaha tidak bisa sembarangan menjual produknya tanpa memiliki bayangan bagaimana target penjualannya, siapa yang kira-kira akan membeli produknya, di mana pengusaha bisa memulai memasarkan produk, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Menengok Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Sukses Berdagang di Usia Muda
 
Segmentasi adalah cara membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan pada akhirnya ke variabel terkecil, yaitu individu. Ini penting bagi pengusaha untuk bisa memasarkan produknya secara tepat sasaran dan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang dinamis.
Kesalahan dalam segmentasi bisa menjadi alasan kegagalan perusahaan dalam berbisnis. Melakukan segmentasi tentunya tidak mudah, terutama bagi orang yang baru terjun di dunia bisnis. Pengusaha bisa belajar dengan mengikuti langkah pengusaha terdahulu yang sukses dalam berdagang.
Baca Juga:&amp;nbsp; Cara Bisnis Nabi Muhammad SAW, Mulailah dengan yang Kanan
 
Salah satu pengusaha di zaman dahulu yang sukses dan disegani semua orang adalah Nabi Muhammad. Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Kamis (15/4/2021), berikut langkah Nabi Muhammad dalam melakukan segmentasi usahanya.
Sebelum memulai usaha, Nabi Muhammad telah melakukan beberapa kali perjalanan ke Bahrain, timur Semenanjung Arabia. Dalam sebuah hadits Musnad Ahmad, ketika ratusan utusan datang pada Muhammad setelah kemenangan kota Makkah, seorang di antaranya yang bernama Abdul Qais datang menemui Muhammad.Selanjutnya, Nabi Muhammad meminta agar mereka memanggil dan  memberitahukan pemimpin mereka, yaitu al-Ashajj. Ketika menghadap, Nabi  Muhammad pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan tentang penduduk dan  urusan-urusan mereka, serta berbagai nama kota yang ada di Bahrain.  Al-Ashajj sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Muhammad  tentang negerinya.
Pengetahuan yang rinci tentang kebiasaan setempat, cara hidup  penduduk Bahrain, cara mereka makan dan minum, menunjukkan bahwa  Muhammad telah berkali-kali mengunjungi Bahrain untuk perjalanan bisnis  ke pasar Mushaqqar.
Nabi Muhammad telah melakukan segmentasi pasar yang akan menjadi  tujuan perdagangannya berdasarkan faktor geografis, demografis, dan  psikologis. Dengan pengetahuan tersebut, Nabi Muhammad dapat menjual  produknya dengan baik dan mampu meraih keuntungan yang lebih banyak  dibanding dengan pedagang yang lain.
Berdasarkan cerita tersebut, langkah yang dilakukan Nabi Muhammad  sebelum melakukan segmentasi adalah beliau terlebih dahulu melakukan  pengenalan pasar, sehingga beliau mendapatkan data yang diperlukan untuk  melakukan proses segmentasi.
Setelah mengetahui pasaran, barulah Nabi Muhammad melakukan  segmentasi pasar secara individu (segment of one) atau identifikasi  market (identifying). Pengenalan yang mendalam, memungkinkannya untuk  mengetahui bagaimana pola pendekatan yang harus dilakukan.
Pada akhirnya, Nabi Muhammad dapat memasuki semua segmen yang ada,  yang terdiri dari berbagai tingkatan usia, status sosial dan kebiasaan.   Nabi Muhammad sangat menyadari bahwa dengan melakukan one on one  marketing, beliau tidak hanya menjual produk, tetapi juga dapat  mendekatkan diri dengan konsumen. Kedekatan ini memungkinkannya untuk  menggali hal-hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Strategi menguasai pasar harus dipahami oleh pengusaha untuk mempraktikan teknik marketing yang jitu dan tepat sasaran. Hal tersebut berguna agar produk yang dijualnya bisa sampai ke telinga konsumen sekaligus menarik hati mereka untuk membeli produk tersebut.
Salah satu proses menguasai pasaran adalah dengan melakukan segmentasi. Pengusaha tidak bisa sembarangan menjual produknya tanpa memiliki bayangan bagaimana target penjualannya, siapa yang kira-kira akan membeli produknya, di mana pengusaha bisa memulai memasarkan produk, dan lain sebagainya.
Baca Juga: Menengok Jejak Bisnis Nabi Muhammad SAW, Sukses Berdagang di Usia Muda
 
Segmentasi adalah cara membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan pada akhirnya ke variabel terkecil, yaitu individu. Ini penting bagi pengusaha untuk bisa memasarkan produknya secara tepat sasaran dan bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan pasar yang dinamis.
Kesalahan dalam segmentasi bisa menjadi alasan kegagalan perusahaan dalam berbisnis. Melakukan segmentasi tentunya tidak mudah, terutama bagi orang yang baru terjun di dunia bisnis. Pengusaha bisa belajar dengan mengikuti langkah pengusaha terdahulu yang sukses dalam berdagang.
Baca Juga:&amp;nbsp; Cara Bisnis Nabi Muhammad SAW, Mulailah dengan yang Kanan
 
Salah satu pengusaha di zaman dahulu yang sukses dan disegani semua orang adalah Nabi Muhammad. Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Kamis (15/4/2021), berikut langkah Nabi Muhammad dalam melakukan segmentasi usahanya.
Sebelum memulai usaha, Nabi Muhammad telah melakukan beberapa kali perjalanan ke Bahrain, timur Semenanjung Arabia. Dalam sebuah hadits Musnad Ahmad, ketika ratusan utusan datang pada Muhammad setelah kemenangan kota Makkah, seorang di antaranya yang bernama Abdul Qais datang menemui Muhammad.Selanjutnya, Nabi Muhammad meminta agar mereka memanggil dan  memberitahukan pemimpin mereka, yaitu al-Ashajj. Ketika menghadap, Nabi  Muhammad pun mengajukan bermacam-macam pertanyaan tentang penduduk dan  urusan-urusan mereka, serta berbagai nama kota yang ada di Bahrain.  Al-Ashajj sangat terkesan dengan pengetahuan luas yang dimiliki Muhammad  tentang negerinya.
Pengetahuan yang rinci tentang kebiasaan setempat, cara hidup  penduduk Bahrain, cara mereka makan dan minum, menunjukkan bahwa  Muhammad telah berkali-kali mengunjungi Bahrain untuk perjalanan bisnis  ke pasar Mushaqqar.
Nabi Muhammad telah melakukan segmentasi pasar yang akan menjadi  tujuan perdagangannya berdasarkan faktor geografis, demografis, dan  psikologis. Dengan pengetahuan tersebut, Nabi Muhammad dapat menjual  produknya dengan baik dan mampu meraih keuntungan yang lebih banyak  dibanding dengan pedagang yang lain.
Berdasarkan cerita tersebut, langkah yang dilakukan Nabi Muhammad  sebelum melakukan segmentasi adalah beliau terlebih dahulu melakukan  pengenalan pasar, sehingga beliau mendapatkan data yang diperlukan untuk  melakukan proses segmentasi.
Setelah mengetahui pasaran, barulah Nabi Muhammad melakukan  segmentasi pasar secara individu (segment of one) atau identifikasi  market (identifying). Pengenalan yang mendalam, memungkinkannya untuk  mengetahui bagaimana pola pendekatan yang harus dilakukan.
Pada akhirnya, Nabi Muhammad dapat memasuki semua segmen yang ada,  yang terdiri dari berbagai tingkatan usia, status sosial dan kebiasaan.   Nabi Muhammad sangat menyadari bahwa dengan melakukan one on one  marketing, beliau tidak hanya menjual produk, tetapi juga dapat  mendekatkan diri dengan konsumen. Kedekatan ini memungkinkannya untuk  menggali hal-hal yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen.</content:encoded></item></channel></rss>
