<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tambah Land Bank, Adhi Commuter Properti Cari Utang Rp500 Miliar</title><description>PT Adhi Commuter Properti (ADCP) akan menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp500 miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/470/2395403/tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/470/2395403/tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar"/><item><title>Tambah Land Bank, Adhi Commuter Properti Cari Utang Rp500 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/470/2395403/tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/15/470/2395403/tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar</guid><pubDate>Kamis 15 April 2021 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/15/470/2395403/tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar-qoNjSSkwce.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rumah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/15/470/2395403/tambah-land-bank-adhi-commuter-properti-cari-utang-rp500-miliar-qoNjSSkwce.jpg</image><title>Rumah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yakni PT Adhi Commuter Properti (ADCP) akan menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp500 miliar. Surat utang Obligasi I Adhi Commuter Properti ditawarkan dalam dua seri.


Direktur Utama Adhi Commuter Properti mengatakan, dana obligasi ini akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek. Apalagi, perseroan juga berusahaa untuk menambah portofolio dan ekspansi usaha seiring dengan semakin mendominasi properti di area Transit Oriented Development (TOD).
Baca juga: Adhi Karya Alihkan Aset TOD dan Hotel ke Adhi Commuter Properti
&amp;ldquo;Kami baru saja melakukan public expose obligasi I Adhi Commuter Property 2021. Dana hasil Penawaran Umum Obligasi I Adhi Commuter Properti tersebut akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek,&amp;rdquo; ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4/2021).


Adapun obligasi yang ditawarkan ada dua macamSeri A memiliki tenor 365 hari dengan kupon 9,5% - 10,5% sedangkan seri B memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 10,5% - 11%.
Baca juga: Naik 5,4%, Adhi Karya Catat Kontrak Baru Rp31,6 Triliun
PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan rating idBBB (Triple B) untuk obligasi yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia tersebut. Sementara itu, yang PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.Adapun jadwal penawaran umum obligasi PT Adhi Commuter Properti  pertama pemberian izin publikasi prospektus ringkas dari OJK berlangsung  14 April 2021. Kemudian melakukan bookbuilding pada 15 - 26 April 2021.


Kemudian berlanjut pada pernyataan efektif dari OJK di 7 Mei 2021,  dan penawaran umum pada 11 dan 17 Mei 2021. Selanjutnya, penjatahan  dilakukan pada 18 Mei 2021, distribusi obligasi pada 20 mei 2021 dan  pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia pada 21 Mei 2021.


&amp;ldquo;Seri A untuk 365 hari atau 1 tahun dan seri B 3 tahun dengan tenor  seri A 9,5 sampai 10,5%, kemudian yang 3 tahun kita range di 10,5 sampai  11%,&amp;rdquo; jelasnya.


Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan,  alasan mengapa melakukan obligasi ini mengacu pada kondisi pasar yang  diprediksi akan mulai menbaik. Roda ekonomi dan aktivitas juga  perlahan-lahan mulai kembali bergerak sehingga pasar juga diprediksi  akan membaik.


Hingga September 2020, ADCP berhasil membukukan pendapatan sebesar  Rp699 miliar dengan EBITDA Rp103 miliar dan laba bersih Rp88,2 miliar.  Sementara itu, aset perseroan mencapai Rp4,7 triliun dan ekuitas sebesar  Rp2 triliun.


Secara luas, ADCP yang memulai usahanya sejak 2016 terus membuat  pertumbuhan dari tahun ke tahun sehingga laba kotor yang pada tahun 2016  baru Rp15 miliar. Sehingga pada September 2020 laba kotor tersebut  telah mencapai Rp120 miliar, dengan marjin laba kotor sebesar 17,9%.


Sepanjang tahun 2020, ADCP juga telah melakukan serah terima di 4  kawasan, yaitu LRT City Bekasi &amp;ndash; Eastern Green, LRT City Jatibening, LRT  City Sentul dan LRT City MTH.

Pertumbuhan yang terus meningkat signifikan juga terjadi pada EBITDA.  Sehingga EBITDA yang pada 2016 baru sebesar Rp12,7 miliar pada  September 2020 telah mencapai Rp104 miliar.


&quot;Seiring dengan mulai meredanya pandemi covid-19 di awal 2021, kami  memperkirakan pasar akan kembali normal. Makanya kali ini  ACP berupaya  menambah portofolio dan ekspansi usahanya dengan menerbitkan surat utang  sebesar Rp 500 miliar,&amp;rdquo; jelasnya


ADCP pun sudah mencanangkan proyeksi bisnis untuk lima tahun ke depan  dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Khususnya untuk segmen usaha  high rise, landed housing dan commercial area.


Dalam lima tahun ke depan tersebut, perseroan akan melakukan serah  terima pada hampir seluruh Tower 1 dan Tower 2 dari proyek-proyek yang  berjalan di tahun 2020-2021. ADCP optimis akan meraih pertumbuhan  marketing sales dalam lima tahun ke depan akan melaju tumbuh sebesar  59,4%.</description><content:encoded>JAKARTA - Anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) yakni PT Adhi Commuter Properti (ADCP) akan menerbitkan surat utang atau obligasi sebesar Rp500 miliar. Surat utang Obligasi I Adhi Commuter Properti ditawarkan dalam dua seri.


Direktur Utama Adhi Commuter Properti mengatakan, dana obligasi ini akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek. Apalagi, perseroan juga berusahaa untuk menambah portofolio dan ekspansi usaha seiring dengan semakin mendominasi properti di area Transit Oriented Development (TOD).
Baca juga: Adhi Karya Alihkan Aset TOD dan Hotel ke Adhi Commuter Properti
&amp;ldquo;Kami baru saja melakukan public expose obligasi I Adhi Commuter Property 2021. Dana hasil Penawaran Umum Obligasi I Adhi Commuter Properti tersebut akan dipakai untuk belanja menambah land bank dan pendanaan sejumlah proyek,&amp;rdquo; ujarnya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/4/2021).


Adapun obligasi yang ditawarkan ada dua macamSeri A memiliki tenor 365 hari dengan kupon 9,5% - 10,5% sedangkan seri B memiliki tenor 3 tahun dengan kupon 10,5% - 11%.
Baca juga: Naik 5,4%, Adhi Karya Catat Kontrak Baru Rp31,6 Triliun
PT Pemeringkatan Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan rating idBBB (Triple B) untuk obligasi yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia tersebut. Sementara itu, yang PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi.Adapun jadwal penawaran umum obligasi PT Adhi Commuter Properti  pertama pemberian izin publikasi prospektus ringkas dari OJK berlangsung  14 April 2021. Kemudian melakukan bookbuilding pada 15 - 26 April 2021.


Kemudian berlanjut pada pernyataan efektif dari OJK di 7 Mei 2021,  dan penawaran umum pada 11 dan 17 Mei 2021. Selanjutnya, penjatahan  dilakukan pada 18 Mei 2021, distribusi obligasi pada 20 mei 2021 dan  pencatatan pada PT Bursa Efek Indonesia pada 21 Mei 2021.


&amp;ldquo;Seri A untuk 365 hari atau 1 tahun dan seri B 3 tahun dengan tenor  seri A 9,5 sampai 10,5%, kemudian yang 3 tahun kita range di 10,5 sampai  11%,&amp;rdquo; jelasnya.


Direktur Keuangan Adhi Commuter Properti Mochamad Yusuf mengatakan,  alasan mengapa melakukan obligasi ini mengacu pada kondisi pasar yang  diprediksi akan mulai menbaik. Roda ekonomi dan aktivitas juga  perlahan-lahan mulai kembali bergerak sehingga pasar juga diprediksi  akan membaik.


Hingga September 2020, ADCP berhasil membukukan pendapatan sebesar  Rp699 miliar dengan EBITDA Rp103 miliar dan laba bersih Rp88,2 miliar.  Sementara itu, aset perseroan mencapai Rp4,7 triliun dan ekuitas sebesar  Rp2 triliun.


Secara luas, ADCP yang memulai usahanya sejak 2016 terus membuat  pertumbuhan dari tahun ke tahun sehingga laba kotor yang pada tahun 2016  baru Rp15 miliar. Sehingga pada September 2020 laba kotor tersebut  telah mencapai Rp120 miliar, dengan marjin laba kotor sebesar 17,9%.


Sepanjang tahun 2020, ADCP juga telah melakukan serah terima di 4  kawasan, yaitu LRT City Bekasi &amp;ndash; Eastern Green, LRT City Jatibening, LRT  City Sentul dan LRT City MTH.

Pertumbuhan yang terus meningkat signifikan juga terjadi pada EBITDA.  Sehingga EBITDA yang pada 2016 baru sebesar Rp12,7 miliar pada  September 2020 telah mencapai Rp104 miliar.


&quot;Seiring dengan mulai meredanya pandemi covid-19 di awal 2021, kami  memperkirakan pasar akan kembali normal. Makanya kali ini  ACP berupaya  menambah portofolio dan ekspansi usahanya dengan menerbitkan surat utang  sebesar Rp 500 miliar,&amp;rdquo; jelasnya


ADCP pun sudah mencanangkan proyeksi bisnis untuk lima tahun ke depan  dengan pertumbuhan yang sangat signifikan. Khususnya untuk segmen usaha  high rise, landed housing dan commercial area.


Dalam lima tahun ke depan tersebut, perseroan akan melakukan serah  terima pada hampir seluruh Tower 1 dan Tower 2 dari proyek-proyek yang  berjalan di tahun 2020-2021. ADCP optimis akan meraih pertumbuhan  marketing sales dalam lima tahun ke depan akan melaju tumbuh sebesar  59,4%.</content:encoded></item></channel></rss>
