<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>EBT Capai 25% di 2025, Luhut Andalkan Energi Angin hingga Panas Bumi</title><description>Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah merancang bauran energi nasional untuk dapat mencapai 23%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/16/320/2395720/ebt-capai-25-di-2025-luhut-andalkan-energi-angin-hingga-panas-bumi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/16/320/2395720/ebt-capai-25-di-2025-luhut-andalkan-energi-angin-hingga-panas-bumi"/><item><title>EBT Capai 25% di 2025, Luhut Andalkan Energi Angin hingga Panas Bumi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/16/320/2395720/ebt-capai-25-di-2025-luhut-andalkan-energi-angin-hingga-panas-bumi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/16/320/2395720/ebt-capai-25-di-2025-luhut-andalkan-energi-angin-hingga-panas-bumi</guid><pubDate>Jum'at 16 April 2021 12:39 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/16/320/2395720/ebt-capai-25-di-2025-luhut-andalkan-energi-angin-hingga-panas-bumi-LBPGAyuTAF.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/16/320/2395720/ebt-capai-25-di-2025-luhut-andalkan-energi-angin-hingga-panas-bumi-LBPGAyuTAF.jpeg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah merancang bauran energi nasional untuk dapat mencapai 23% dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.
Baca Juga: Limbah Batu Baru Bisa Geber Pengembangan EBT, Caranya?
 
&quot;Strategi energi terbarukan kami meliputi panas bumi, tenaga air, solar PV, bioenergi, dan angin. Kami berkomitmen untuk mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan membuka calon investor untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan di masa depan,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021).
Disisi lain pemerintah juga akan melakukan segala upaya untuk mempercepat kemajuan, termasuk menjajaki kemungkinan mencapai Emisi Nol Bersih lebih awal dari yang direncanakan.
Baca Juga: Pertamina Mau Cuan? Ahok Ungkap Peluang Besar Bisnis di Masa Depan
 
&quot;Serta, Bali, Danau Toba dan kawasan ekonomi khusus dapat menjadi percontohan upaya percepatan tersebut,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, pemerintah mempunyai komitmen besar untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mendorong pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor seperti transportasi, bangunan gedung, rumah tangga dan sebagainya.Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi  (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, di sektor  transportasi, pemerintah mendorong pengembangan kendaraan listrik. Dalam  hal ini, pihaknya mendukung dari sisi hulu supaya terbangun ekosistem  baterai di dalam negeri.
&quot;Kami juga menyiapkan dari sisi pengisian daya dengan membangun  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ini harus diatur dari  sisi standar dan keselamatan serta jenis kendaraan yang bisa diisi  dayanya,&quot; ujarnya dalam webinar &quot;Peran Energi Baru Terbarukan untuk  Mewujudkan Sustainable City di Indonesia,&quot; ujar dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah merancang bauran energi nasional untuk dapat mencapai 23% dari Energi Baru dan Terbarukan (EBT) pada tahun 2025 dan 31% pada tahun 2050.
Baca Juga: Limbah Batu Baru Bisa Geber Pengembangan EBT, Caranya?
 
&quot;Strategi energi terbarukan kami meliputi panas bumi, tenaga air, solar PV, bioenergi, dan angin. Kami berkomitmen untuk mempercepat pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia dan membuka calon investor untuk berpartisipasi dalam proyek energi terbarukan di masa depan,&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat (16/4/2021).
Disisi lain pemerintah juga akan melakukan segala upaya untuk mempercepat kemajuan, termasuk menjajaki kemungkinan mencapai Emisi Nol Bersih lebih awal dari yang direncanakan.
Baca Juga: Pertamina Mau Cuan? Ahok Ungkap Peluang Besar Bisnis di Masa Depan
 
&quot;Serta, Bali, Danau Toba dan kawasan ekonomi khusus dapat menjadi percontohan upaya percepatan tersebut,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, pemerintah mempunyai komitmen besar untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dengan mendorong pemanfaatan energi terbarukan di berbagai sektor seperti transportasi, bangunan gedung, rumah tangga dan sebagainya.Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi  (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, di sektor  transportasi, pemerintah mendorong pengembangan kendaraan listrik. Dalam  hal ini, pihaknya mendukung dari sisi hulu supaya terbangun ekosistem  baterai di dalam negeri.
&quot;Kami juga menyiapkan dari sisi pengisian daya dengan membangun  Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Ini harus diatur dari  sisi standar dan keselamatan serta jenis kendaraan yang bisa diisi  dayanya,&quot; ujarnya dalam webinar &quot;Peran Energi Baru Terbarukan untuk  Mewujudkan Sustainable City di Indonesia,&quot; ujar dia.</content:encoded></item></channel></rss>
