<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tren Belanja Online di Masa Pandemi, Kaum Pria Mendominasi Pembelian</title><description>Tren belanja online melesat naik sejak COVID-19 merajalela di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/18/320/2396385/tren-belanja-online-di-masa-pandemi-kaum-pria-mendominasi-pembelian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/18/320/2396385/tren-belanja-online-di-masa-pandemi-kaum-pria-mendominasi-pembelian"/><item><title>Tren Belanja Online di Masa Pandemi, Kaum Pria Mendominasi Pembelian</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/18/320/2396385/tren-belanja-online-di-masa-pandemi-kaum-pria-mendominasi-pembelian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/18/320/2396385/tren-belanja-online-di-masa-pandemi-kaum-pria-mendominasi-pembelian</guid><pubDate>Minggu 18 April 2021 04:42 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/17/320/2396385/tren-belanja-online-di-masa-pandemi-kaum-pria-mendominasi-pembelian-pASdzawRms.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/17/320/2396385/tren-belanja-online-di-masa-pandemi-kaum-pria-mendominasi-pembelian-pASdzawRms.jpg</image><title>Belanja Online (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Tren belanja online melesat naik sejak COVID-19 merajalela di Indonesia. Kepala Bidang Komunikasi Publik Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA) Astrid Warsito memberikan gambaran momen Harbolnas Desember tahun 2020 sebagai acuan tren belanja di masa pandemi.
Data yang diperoleh menunjukan kaum pria masih mendominasi pembelian. Konsumen yang menjadi pasar terbesar berada pada kalangan milenial yaitu 36% ada pada rentang usia 15-24 tahun, serta 34% lainnya pada kelompok umur 25-34 tahun. Kalangan yang kategori 'dewasa' yakni pada rentang usia 35-44 tahun hanya berkisar 19% saja.
Selain itu, produk lokal juga diketahui sangat diminati oleh konsumen. Produk-produk yang mendominasi minat konsumen kompetisinya tipis antara produk perawatan diri, makanan dan minuman, serta kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar pembelian produk-produk tersebut menyasar buatan lokal. Sumbangsih dari produk lokal bahkan mencapai Rp5,6 triliun.
Selain itu, fakta menarik lainnya yaitu adanya kenaikan transaksi dari luar Jawa. Dominasi transaksi di pulau paling padat di Indonesia ini mulai bergeser. Dari total kenaikan penjualan yakni 28%, mayoritas 97% berasal dari luar Jawa.
Baca selengkapnya: Tren Belanja Online di Awal Ramadhan, Produk Makanan Laris Manis</description><content:encoded>JAKARTA - Tren belanja online melesat naik sejak COVID-19 merajalela di Indonesia. Kepala Bidang Komunikasi Publik Asosiasi e-commerce Indonesia (IdEA) Astrid Warsito memberikan gambaran momen Harbolnas Desember tahun 2020 sebagai acuan tren belanja di masa pandemi.
Data yang diperoleh menunjukan kaum pria masih mendominasi pembelian. Konsumen yang menjadi pasar terbesar berada pada kalangan milenial yaitu 36% ada pada rentang usia 15-24 tahun, serta 34% lainnya pada kelompok umur 25-34 tahun. Kalangan yang kategori 'dewasa' yakni pada rentang usia 35-44 tahun hanya berkisar 19% saja.
Selain itu, produk lokal juga diketahui sangat diminati oleh konsumen. Produk-produk yang mendominasi minat konsumen kompetisinya tipis antara produk perawatan diri, makanan dan minuman, serta kebutuhan sehari-hari. Sebagian besar pembelian produk-produk tersebut menyasar buatan lokal. Sumbangsih dari produk lokal bahkan mencapai Rp5,6 triliun.
Selain itu, fakta menarik lainnya yaitu adanya kenaikan transaksi dari luar Jawa. Dominasi transaksi di pulau paling padat di Indonesia ini mulai bergeser. Dari total kenaikan penjualan yakni 28%, mayoritas 97% berasal dari luar Jawa.
Baca selengkapnya: Tren Belanja Online di Awal Ramadhan, Produk Makanan Laris Manis</content:encoded></item></channel></rss>
