<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BEI: Penerbitan Right Issue dan Private Placement Capai Rp24,57 Triliun di Kuartal I-2021</title><description>Adapun total masing-masing fund raised sebesar Rp12,10 triliun Rp12,48 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396912/bei-penerbitan-right-issue-dan-private-placement-capai-rp24-57-triliun-di-kuartal-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396912/bei-penerbitan-right-issue-dan-private-placement-capai-rp24-57-triliun-di-kuartal-i-2021"/><item><title>BEI: Penerbitan Right Issue dan Private Placement Capai Rp24,57 Triliun di Kuartal I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396912/bei-penerbitan-right-issue-dan-private-placement-capai-rp24-57-triliun-di-kuartal-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396912/bei-penerbitan-right-issue-dan-private-placement-capai-rp24-57-triliun-di-kuartal-i-2021</guid><pubDate>Senin 19 April 2021 09:29 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/19/278/2396912/bei-penerbitan-right-issue-dan-private-placement-capai-rp24-57-triliun-di-kuartal-i-2021-1P6xEz5qdP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/19/278/2396912/bei-penerbitan-right-issue-dan-private-placement-capai-rp24-57-triliun-di-kuartal-i-2021-1P6xEz5qdP.jpg</image><title>Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak enam emiten yang melaksanakan Penambahan Modal dengan HMETD (Right Issue) dan enam emiten yang melaksanakan Penambahan Modal Tanpa HMETD (Private Placement) sepanjang kuartal I-2021. Adapun total masing-masing fund raised sebesar Rp12,10 triliun Rp12,48 triliun.
&quot;Sehingga total fund raised melalui penerbitan right issue dan private placement pada Kuartal I-2021 adalah sebesar Rp24,57 triliun atau meningkat sebesar 8,3 kali dibandingkan dengan Kuartal I-2020 yaitu Rp2,96 triliun,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.
Baca Juga: Harga Tak Masuk Akal, 4 Saham Ini Digembok BEI
 
Nyoman menambahkan, hingga saat ini terdapat 18 Perusahaan Tercatat yang telah memperoleh Persetujuan RUPS untuk melaksanakan Right Issue, dimana 11 dari 18 Perusahaan Tercatat tersebut telah menginformasikan harga pelaksanaan Right Issue dengan potensi total nilai fund raise sekitar Rp11,37 triliun.
&quot;Di samping itu, terdapat tujuh Perusahaan Tercatat yang telah memperoleh Persetujuan RUPS untuk melaksanakan Private Placement, dimana empat dari tujuh Perusahaan Tercatat tersebut telah menginformasikan harga pelaksanaan Private Placement dengan potensi total nilai fund raise sebesar Rp761 miliar dari empat Perusahaan Tercatat,&quot; kata dia.
Baca Juga: Harga Naik Tajam, BEI Pantau Saham MPOW
 
Dia menyebut, pada kuartal I-2021 terlihat tingginya antusiasme Perusahaan Tercatat dalam melakukan penggalangan dana di pasar modal. Tingginya antusiasme tersebut dapat disebabkan adanya kebutuhan penambahan modal kerja, ekspansi usaha, dan kebutuhan refinancing utang Perusahaan Tercatat.Selain itu, dengan harapan kondisi ekonomi yang mulai pulih setelah  dimulainya vaksinasi, hal ini berdampak pada kegiatan perusahaan yang  membutuhkan modal untuk bertumbuh.
&quot;Berdasarkan kondisi tersebut, Bursa mengharapkan penggalangan dana  melalui penerbitan ekuitas akan mengalami peningkatan pada tahun 2021,&quot;  ucapnya.
Menurutnya, emiten sektor perbankan menjadi yang paling banyak masuk  ke dalam pipeline Right Issue, dimana dengan rencana penggunaan dana  antara lain untuk memperkuat modal inti dan melakukan ekspansi usaha  sesuai strategi bisnis.</description><content:encoded>JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak enam emiten yang melaksanakan Penambahan Modal dengan HMETD (Right Issue) dan enam emiten yang melaksanakan Penambahan Modal Tanpa HMETD (Private Placement) sepanjang kuartal I-2021. Adapun total masing-masing fund raised sebesar Rp12,10 triliun Rp12,48 triliun.
&quot;Sehingga total fund raised melalui penerbitan right issue dan private placement pada Kuartal I-2021 adalah sebesar Rp24,57 triliun atau meningkat sebesar 8,3 kali dibandingkan dengan Kuartal I-2020 yaitu Rp2,96 triliun,&quot; ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna.
Baca Juga: Harga Tak Masuk Akal, 4 Saham Ini Digembok BEI
 
Nyoman menambahkan, hingga saat ini terdapat 18 Perusahaan Tercatat yang telah memperoleh Persetujuan RUPS untuk melaksanakan Right Issue, dimana 11 dari 18 Perusahaan Tercatat tersebut telah menginformasikan harga pelaksanaan Right Issue dengan potensi total nilai fund raise sekitar Rp11,37 triliun.
&quot;Di samping itu, terdapat tujuh Perusahaan Tercatat yang telah memperoleh Persetujuan RUPS untuk melaksanakan Private Placement, dimana empat dari tujuh Perusahaan Tercatat tersebut telah menginformasikan harga pelaksanaan Private Placement dengan potensi total nilai fund raise sebesar Rp761 miliar dari empat Perusahaan Tercatat,&quot; kata dia.
Baca Juga: Harga Naik Tajam, BEI Pantau Saham MPOW
 
Dia menyebut, pada kuartal I-2021 terlihat tingginya antusiasme Perusahaan Tercatat dalam melakukan penggalangan dana di pasar modal. Tingginya antusiasme tersebut dapat disebabkan adanya kebutuhan penambahan modal kerja, ekspansi usaha, dan kebutuhan refinancing utang Perusahaan Tercatat.Selain itu, dengan harapan kondisi ekonomi yang mulai pulih setelah  dimulainya vaksinasi, hal ini berdampak pada kegiatan perusahaan yang  membutuhkan modal untuk bertumbuh.
&quot;Berdasarkan kondisi tersebut, Bursa mengharapkan penggalangan dana  melalui penerbitan ekuitas akan mengalami peningkatan pada tahun 2021,&quot;  ucapnya.
Menurutnya, emiten sektor perbankan menjadi yang paling banyak masuk  ke dalam pipeline Right Issue, dimana dengan rencana penggunaan dana  antara lain untuk memperkuat modal inti dan melakukan ekspansi usaha  sesuai strategi bisnis.</content:encoded></item></channel></rss>
