<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Alam Sutera Rugi Rp1 Triliun, Emiten Milik Harjanto Tirtohadiguno dari Untung Jadi Buntung</title><description>PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengalami kerugian sepanjang tahun 2020.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396961/alam-sutera-rugi-rp1-triliun-emiten-milik-harjanto-tirtohadiguno-dari-untung-jadi-buntung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396961/alam-sutera-rugi-rp1-triliun-emiten-milik-harjanto-tirtohadiguno-dari-untung-jadi-buntung"/><item><title>Alam Sutera Rugi Rp1 Triliun, Emiten Milik Harjanto Tirtohadiguno dari Untung Jadi Buntung</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396961/alam-sutera-rugi-rp1-triliun-emiten-milik-harjanto-tirtohadiguno-dari-untung-jadi-buntung</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/19/278/2396961/alam-sutera-rugi-rp1-triliun-emiten-milik-harjanto-tirtohadiguno-dari-untung-jadi-buntung</guid><pubDate>Senin 19 April 2021 10:49 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/19/278/2396961/alam-sutera-rugi-rp1-triliun-emiten-milik-harjanto-tirtohadiguno-dari-untung-jadi-buntung-kXz6GewD0J.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/19/278/2396961/alam-sutera-rugi-rp1-triliun-emiten-milik-harjanto-tirtohadiguno-dari-untung-jadi-buntung-kXz6GewD0J.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengalami kerugian sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan tahunan, Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,02 triliun dibanding tahun 2019 dengan laba sebesar Rp1,01 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan, pendapatan jasa dan usaha lain Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,41 triliun atau turun 59,33% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,47 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp52,30.
Baca Juga: Alam Sutera dari Untung Jadi Buntung, Rugi Rp977 Miliar
 
Adapun penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya Perseroan terdiri atas real estat (tanah, rumah dan ruko, kios, apartemen, gedung perkantoran), jasa hospitality dan prasarana (pengelolaan kota, rekreasi dan olahraga, sewa dan fasilitasnya, lain-lain), pariwisata (tiket, restoran, sewa, lainnya) dan pendapatan lainnya.
Real estat tercatat Rp1,08 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,96 triliun; jasa hospitality dan prasarana tercatat Rp299,62 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp350,69 miliar.
Baca Juga: Imbas Selisih Kurs, Alam Sutera Realty Rugi hingga Rp512,5 Miliar
 
Pariwisata tercatat Rp29,10 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp160,99 miliar; pendapatan lainnya tercatat Rp373,57 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,97 miliar.
ASRI mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya di tahun 2020 menjadi Rp816,69 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,27 triliun. Beban penjualan juga menurun menjadi Rp98,70 miliar dari sebelumnya Rp158,60 miliar. Namun, beban bunga dan keuangan lainnya meningkat menjadi Rp742,80 miliar dari sebelumnya Rp595,40 miliar.Kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp334,31 miliar, kas  bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp147,88 miliar dan  kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp815,82 miliar.
Alam Sutera Realty mencatatkan liabilitas sebesar Rp11,84 triliun dan  ekuitas Rp9,38 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi  Rp21,22 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp21,89 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mengalami kerugian sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan tahunan, Perseroan mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,02 triliun dibanding tahun 2019 dengan laba sebesar Rp1,01 triliun.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), penjualan, pendapatan jasa dan usaha lain Perseroan di tahun 2020 tercatat sebesar Rp1,41 triliun atau turun 59,33% dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,47 triliun, dengan rugi per saham dasar Rp52,30.
Baca Juga: Alam Sutera dari Untung Jadi Buntung, Rugi Rp977 Miliar
 
Adapun penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya Perseroan terdiri atas real estat (tanah, rumah dan ruko, kios, apartemen, gedung perkantoran), jasa hospitality dan prasarana (pengelolaan kota, rekreasi dan olahraga, sewa dan fasilitasnya, lain-lain), pariwisata (tiket, restoran, sewa, lainnya) dan pendapatan lainnya.
Real estat tercatat Rp1,08 triliun atau lebih rendah dari sebelumnya Rp2,96 triliun; jasa hospitality dan prasarana tercatat Rp299,62 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp350,69 miliar.
Baca Juga: Imbas Selisih Kurs, Alam Sutera Realty Rugi hingga Rp512,5 Miliar
 
Pariwisata tercatat Rp29,10 miliar atau lebih rendah dari sebelumnya Rp160,99 miliar; pendapatan lainnya tercatat Rp373,57 juta atau lebih tinggi dari sebelumnya Rp1,97 miliar.
ASRI mencatatkan adanya penurunan beban pokok penjualan, pendapatan jasa dan usaha lainnya di tahun 2020 menjadi Rp816,69 miliar dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp1,27 triliun. Beban penjualan juga menurun menjadi Rp98,70 miliar dari sebelumnya Rp158,60 miliar. Namun, beban bunga dan keuangan lainnya meningkat menjadi Rp742,80 miliar dari sebelumnya Rp595,40 miliar.Kas bersih dari aktivitas operasi tercatat Rp334,31 miliar, kas  bersih digunakan untuk aktivitas investasi tercatat Rp147,88 miliar dan  kas bersih digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat Rp815,82 miliar.
Alam Sutera Realty mencatatkan liabilitas sebesar Rp11,84 triliun dan  ekuitas Rp9,38 triliun. Adapun total aset perseroan menurun menjadi  Rp21,22 triliun dibanding tahun 2019 sebesar Rp21,89 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
