<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ungkap 5 Biang Kerok yang Bikin Ekspor Terhambat</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ada beberapa penyebab yang membuat pelaku UMKM tanah air susah melakukan ekspor.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2397698/sri-mulyani-ungkap-5-biang-kerok-yang-bikin-ekspor-terhambat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2397698/sri-mulyani-ungkap-5-biang-kerok-yang-bikin-ekspor-terhambat"/><item><title>Sri Mulyani Ungkap 5 Biang Kerok yang Bikin Ekspor Terhambat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2397698/sri-mulyani-ungkap-5-biang-kerok-yang-bikin-ekspor-terhambat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2397698/sri-mulyani-ungkap-5-biang-kerok-yang-bikin-ekspor-terhambat</guid><pubDate>Selasa 20 April 2021 12:49 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/20/320/2397698/sri-mulyani-ungkap-5-biang-kerok-yang-bikin-ekspor-terhambat-VHY4jgXuFe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/20/320/2397698/sri-mulyani-ungkap-5-biang-kerok-yang-bikin-ekspor-terhambat-VHY4jgXuFe.jpg</image><title>Sri Mulyani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ada beberapa penyebab yang membuat pelaku UMKM tanah air susah melakukan ekspor. Pasalnya, penyebabnya dari legalitas hingga pemasaran.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan ada lima penyebab ekspor terhambat. Pertama,   legalitas mengenai banyak pelaku usaha yang belum mengetahui mengenai legalitas seperti memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk.
Baca juga; Ekspor RI di Maret USD18,3 Miliar, Mendag: Lebih Kokoh
Kedua, adalah akses pembiayaan. Lantaran banyak UMKM nasional yang masih sulit mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional.

&quot;Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional berkembang,&quot; ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (20/4/2021)
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor RI ke China dan AS Tinggi, Sensitif di Tengah Perang Dagang
Ketiga, adalah pendampingan UMKM yang masih kurang. Sebab,  pendampingan UMKM sangat penting dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing produk.Keempat, adalah masalah produksi. Sri Mulyani mengatakan minimnya  standarisasi produk menjadi penghalang UMKM nasional menembus pasar  global.

&quot;Terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya,&quot; katanya.

Kelima, mengenai cara  pemasaran. Menurut dia, terbatasnya informasi  UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit  menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga  membuat daya saing produk UMKM nasional rendah.

&quot;Pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat ada beberapa penyebab yang membuat pelaku UMKM tanah air susah melakukan ekspor. Pasalnya, penyebabnya dari legalitas hingga pemasaran.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan ada lima penyebab ekspor terhambat. Pertama,   legalitas mengenai banyak pelaku usaha yang belum mengetahui mengenai legalitas seperti memiliki NPWP hingga pengurusan sertifikat produk.
Baca juga; Ekspor RI di Maret USD18,3 Miliar, Mendag: Lebih Kokoh
Kedua, adalah akses pembiayaan. Lantaran banyak UMKM nasional yang masih sulit mengakses pembiayaan kepada lembaga keuangan atau perbankan nasional.

&quot;Rendahnya modal dan agunan, serta tingginya suku bunga menjadi penyebab UMKM nasional berkembang,&quot; ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Selasa (20/4/2021)
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekspor RI ke China dan AS Tinggi, Sensitif di Tengah Perang Dagang
Ketiga, adalah pendampingan UMKM yang masih kurang. Sebab,  pendampingan UMKM sangat penting dalam meningkatkan tata kelola perusahaan dan meningkatkan daya saing produk.Keempat, adalah masalah produksi. Sri Mulyani mengatakan minimnya  standarisasi produk menjadi penghalang UMKM nasional menembus pasar  global.

&quot;Terjadi inkonsistensi dari produksi, dan tidak terjadi kontinuitas dari kualitas produknya,&quot; katanya.

Kelima, mengenai cara  pemasaran. Menurut dia, terbatasnya informasi  UMKM terhadap peluang pasar menjadi salah satu penyebab produknya sulit  menembus pasar global. Selain itu, minimnya infrastruktur logistik juga  membuat daya saing produk UMKM nasional rendah.

&quot;Pemerintah terus membangun nasional logistik sehingga daya saing dan biaya distribusi bisa menurun,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
