<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menko Luhut Ungkap 'Harta Karun' di Aceh</title><description>Provinsi Aceh merupakan salah satu kota yang masuk dalam fokus percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2398034/menko-luhut-ungkap-harta-karun-di-aceh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2398034/menko-luhut-ungkap-harta-karun-di-aceh"/><item><title>Menko Luhut Ungkap 'Harta Karun' di Aceh</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2398034/menko-luhut-ungkap-harta-karun-di-aceh</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/20/320/2398034/menko-luhut-ungkap-harta-karun-di-aceh</guid><pubDate>Selasa 20 April 2021 21:50 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/20/320/2398034/menko-luhut-ungkap-harta-karun-di-aceh-n0OKIwXdSV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/20/320/2398034/menko-luhut-ungkap-harta-karun-di-aceh-n0OKIwXdSV.jpg</image><title>Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan Provinsi Aceh merupakan salah satu kota yang masuk dalam fokus percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah. Hal itu disampaikan dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ada Larangan Mudik, Proyek Jalan Tol Jalan Terus
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tentang kesempatan Aceh untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).
&quot;Jadi Aceh memiliki potensi pengembangan EBT yang besar, yaitu mencapai 27,7 megawatt (MW),&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4/2021).
Baca Juga:Begini Jurus Menteri Basuki Tangani Kerusakan Infrastruktur NTT dan NTB akibat Banjir
 
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menjelaskan secara lebih rinci tentang peluang pengoptimalan EBT di Aceh, yaitu sebesar 25,31 gigawatt (GW). Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.
&quot;Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong dengan lahan seluas 67 hektar yang 2.500 hektar diantaranya akan dikembangkan. Ditargetkan nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan green industrial park. Selain itu, KI Ladong akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh,&quot; kata dia.
Terkait hal tersebut, Menko Luhut berpesan. &quot;Saran saya,  koordinasikan dengan Menteri ESDM dengan Menteri Perindustrian untuk  membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah kita kesana, mengingat  kita punya potensi EBT yang besar,&quot; ungkap dia.
Selain potensi EBT di Aceh, khususnya di KI Ladong, ada tiga hal lain  yang dibahas dalam rapat ini. Pertama, progres pembangunan nasional di  Provinsi Aceh, khususnya pembangunan yang masuk ke dalam Major Project  dan Prioritas Nasional. Di Aceh, telah diupayakan pembangunan  konektivitas dan aksesibilitas transportasi.
&quot;Untuk transportasi darat, tindakan yang dimaksud mencakup  pembangunan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota yang  seluruhnya memerlukan penanganan lebih lanjut. Rute  Langsa-Lhokseumawe-Sigli perlu menjadi perhatian,&quot; kata Menteri Agraria  dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan Provinsi Aceh merupakan salah satu kota yang masuk dalam fokus percepatan pembangunan infrastruktur dan pengembangan wilayah. Hal itu disampaikan dalam rapat yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca Juga:&amp;nbsp; Ada Larangan Mudik, Proyek Jalan Tol Jalan Terus
 
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan tentang kesempatan Aceh untuk mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).
&quot;Jadi Aceh memiliki potensi pengembangan EBT yang besar, yaitu mencapai 27,7 megawatt (MW),&quot; ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/4/2021).
Baca Juga:Begini Jurus Menteri Basuki Tangani Kerusakan Infrastruktur NTT dan NTB akibat Banjir
 
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pun menjelaskan secara lebih rinci tentang peluang pengoptimalan EBT di Aceh, yaitu sebesar 25,31 gigawatt (GW). Jumlah ini terdiri dari 1,2 GW energi panas bumi, 16,4 GW energi surya, 6,6 GW energi hidro, 0,89 GW energi angin, dan 0,22 GW bioenergi.
&quot;Salah satu lokasi yang akan difokuskan untuk EBT adalah Kawasan Industri (KI) Ladong dengan lahan seluas 67 hektar yang 2.500 hektar diantaranya akan dikembangkan. Ditargetkan nantinya Aceh dapat menjadi kawasan percontohan green industrial park. Selain itu, KI Ladong akan mampu menjadi magnet penggerak perekonomian di wilayah Aceh,&quot; kata dia.
Terkait hal tersebut, Menko Luhut berpesan. &quot;Saran saya,  koordinasikan dengan Menteri ESDM dengan Menteri Perindustrian untuk  membuat Aceh Green Industrial Park supaya arah kita kesana, mengingat  kita punya potensi EBT yang besar,&quot; ungkap dia.
Selain potensi EBT di Aceh, khususnya di KI Ladong, ada tiga hal lain  yang dibahas dalam rapat ini. Pertama, progres pembangunan nasional di  Provinsi Aceh, khususnya pembangunan yang masuk ke dalam Major Project  dan Prioritas Nasional. Di Aceh, telah diupayakan pembangunan  konektivitas dan aksesibilitas transportasi.
&quot;Untuk transportasi darat, tindakan yang dimaksud mencakup  pembangunan jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota yang  seluruhnya memerlukan penanganan lebih lanjut. Rute  Langsa-Lhokseumawe-Sigli perlu menjadi perhatian,&quot; kata Menteri Agraria  dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil.</content:encoded></item></channel></rss>
