<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cerita Kartini Masa Kini di Sektor Energi</title><description>Semangat perjuangan dari R.A Kartini masih terasa sampai saat ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/21/320/2398588/cerita-kartini-masa-kini-di-sektor-energi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/21/320/2398588/cerita-kartini-masa-kini-di-sektor-energi"/><item><title>Cerita Kartini Masa Kini di Sektor Energi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/21/320/2398588/cerita-kartini-masa-kini-di-sektor-energi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/21/320/2398588/cerita-kartini-masa-kini-di-sektor-energi</guid><pubDate>Rabu 21 April 2021 21:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/21/320/2398588/cerita-kartini-masa-kini-di-sektor-energi-aEL9psiw8l.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kilang Minyak (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/21/320/2398588/cerita-kartini-masa-kini-di-sektor-energi-aEL9psiw8l.jpg</image><title>Kilang Minyak (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Semangat perjuangan dari R.A Kartini masih terasa sampai saat ini. Bahkan, karena perjuanganya, kini perempuan tidak perlu lagi merasa terkekang atau merasa terintimidasi lagi dengan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin selama ini masih didominasi oleh pekerja laki-laki seperti industri minyak dan gas.
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah mengatakan, semangat Kartini yang dapat berkarya dengan segala keterbatasan yang dihadapi oleh perempuan saat itu sangat menginspirasi. Hal ini terlihat dari jumlah pekerja wanita yang terus bertambah meskipun jumlahnya masih relatif sedikit.
Baca Juga: Selamat Hari Kartini! Ini 3 Srikandi Pasar Modal Nakhoda MNC Sekuritas yang Kian Berkibar
 
Salah satunya adalah pekerja wanita di PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). Perusahaan yang merupakan bagian subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) itu 32% dari total pekerjanya merupakan perempuan.
&amp;ldquo;Walaupun saat ini pekerja perempuan Gagas masih 32% dari total pekerja yang ada, tetapi kesempatan berkarir dan berkembang disini sama, bahkan 4 dari 8 posisi Vice President (VP) di Gagas saat ini dijabat oleh pekerja perempuan. Selain itu saya juga sangat mengapresiasi pekerja perempuan terlebih di kondisi pandemi saat ini, karena selain bekerja dengan segala keterbatasan dan protokol yang harus dipatuhi di lapangan, mereka juga memiliki kewajiban untuk tetap menjaga keluarga di rumah,&amp;rdquo; ujarnya dalam keteranganya, Rabu (21/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Hari Kartini, Menhub : Sektor Transportasi Dukung Kesetaraan Perempuan
 
Salah satu contoh srikandi di sektor gas adalah yakni  Masnila Trisna atau yang biasa disapa Awi yang menjabat sebagai Area Head Jakarta I PT Gagas Energi Indonesia. Sudah hampir 5 tahun ini, yang sekaligus merupakan penanggung jawab SPBG Ketapang ini mengoperasikan satu dari 12 SPBG yang dikelola oleh Gagas
Tidak hanya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pengguna Gasku, Awi juga harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan energi gas bumi bagi pelanggan di sektor komersial dan industri wilayah Jakarta Barat hingga Tangerang melalui Gaslink.
Bukan hal mudah untuk dapat mengoperasikan SPBG dan tetap melayani  kebutuhan pelanggan baik pelanggan transportasi, industri maupun  komersial. Terutama di industri minyak dan gas yang saat ini masih  didominasi oleh laki-laki.
Bagaimana SPBG dapat beroperasi, kendala teknis dan operasional yang  mungkin dihadapi, permasalahan sosial di lapangan hingga aspek komersial  harus dikuasi oleh Ibu muda berusia 30 tahun ini. Selain itu, bagaimana  memposisikan diri sebagai leader sekaligus teman bagi para anggota tim  juga menjadi concern utama.
&amp;ldquo;Walaupun jadi lupa rasanya pakai high heels karena selalu di  lapangan, tetapi ada kebanggaan tersendiri melihat saya dan tim bisa  menyalurkan energi baik untuk para pelanggan&amp;rdquo;, ucapnya.
Selain Awi, di SPBG paling timur juga dinahkodai oleh seorang  srikandi. Adalah Miranti Dyah Pramesti atau Miranti yang berada di balik  SPBG Ngagel, Surabaya.
Miranti memimpin 20 orang pekerja di SPBG Ngagel dan bersama-sama  bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi gas bumi untuk pelanggan Gagas  di wilayah Surabaya, Gresik, Lamongan hingga Tuban.
Menurut Miranti, menjadi seorang ibu dan wanita karir, memang cukup  menantang. Terlebih bekerja di lapangan yang didominasi oleh laki-laki  dan berkecimpung di dunia teknik yang awalnya cukup asing.
&amp;ldquo;Tetapi seperti kata-kata Kartini yang menginspirasi saya, aku mau  itu membuat kita mudah mendaki puncak gunung, dan aku tidak bisa itu  melenyapkan rasa berani, itulah yang membuat saya yakin mau dan bisa  untuk terus berkarir disini tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang  Ibu,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Semangat perjuangan dari R.A Kartini masih terasa sampai saat ini. Bahkan, karena perjuanganya, kini perempuan tidak perlu lagi merasa terkekang atau merasa terintimidasi lagi dengan pekerjaan-pekerjaan yang mungkin selama ini masih didominasi oleh pekerja laki-laki seperti industri minyak dan gas.
Direktur Utama Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah mengatakan, semangat Kartini yang dapat berkarya dengan segala keterbatasan yang dihadapi oleh perempuan saat itu sangat menginspirasi. Hal ini terlihat dari jumlah pekerja wanita yang terus bertambah meskipun jumlahnya masih relatif sedikit.
Baca Juga: Selamat Hari Kartini! Ini 3 Srikandi Pasar Modal Nakhoda MNC Sekuritas yang Kian Berkibar
 
Salah satunya adalah pekerja wanita di PT Gagas Energi Indonesia (Gagas). Perusahaan yang merupakan bagian subholding gas PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) itu 32% dari total pekerjanya merupakan perempuan.
&amp;ldquo;Walaupun saat ini pekerja perempuan Gagas masih 32% dari total pekerja yang ada, tetapi kesempatan berkarir dan berkembang disini sama, bahkan 4 dari 8 posisi Vice President (VP) di Gagas saat ini dijabat oleh pekerja perempuan. Selain itu saya juga sangat mengapresiasi pekerja perempuan terlebih di kondisi pandemi saat ini, karena selain bekerja dengan segala keterbatasan dan protokol yang harus dipatuhi di lapangan, mereka juga memiliki kewajiban untuk tetap menjaga keluarga di rumah,&amp;rdquo; ujarnya dalam keteranganya, Rabu (21/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Hari Kartini, Menhub : Sektor Transportasi Dukung Kesetaraan Perempuan
 
Salah satu contoh srikandi di sektor gas adalah yakni  Masnila Trisna atau yang biasa disapa Awi yang menjabat sebagai Area Head Jakarta I PT Gagas Energi Indonesia. Sudah hampir 5 tahun ini, yang sekaligus merupakan penanggung jawab SPBG Ketapang ini mengoperasikan satu dari 12 SPBG yang dikelola oleh Gagas
Tidak hanya bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pengguna Gasku, Awi juga harus bertanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan energi gas bumi bagi pelanggan di sektor komersial dan industri wilayah Jakarta Barat hingga Tangerang melalui Gaslink.
Bukan hal mudah untuk dapat mengoperasikan SPBG dan tetap melayani  kebutuhan pelanggan baik pelanggan transportasi, industri maupun  komersial. Terutama di industri minyak dan gas yang saat ini masih  didominasi oleh laki-laki.
Bagaimana SPBG dapat beroperasi, kendala teknis dan operasional yang  mungkin dihadapi, permasalahan sosial di lapangan hingga aspek komersial  harus dikuasi oleh Ibu muda berusia 30 tahun ini. Selain itu, bagaimana  memposisikan diri sebagai leader sekaligus teman bagi para anggota tim  juga menjadi concern utama.
&amp;ldquo;Walaupun jadi lupa rasanya pakai high heels karena selalu di  lapangan, tetapi ada kebanggaan tersendiri melihat saya dan tim bisa  menyalurkan energi baik untuk para pelanggan&amp;rdquo;, ucapnya.
Selain Awi, di SPBG paling timur juga dinahkodai oleh seorang  srikandi. Adalah Miranti Dyah Pramesti atau Miranti yang berada di balik  SPBG Ngagel, Surabaya.
Miranti memimpin 20 orang pekerja di SPBG Ngagel dan bersama-sama  bekerja untuk memenuhi kebutuhan energi gas bumi untuk pelanggan Gagas  di wilayah Surabaya, Gresik, Lamongan hingga Tuban.
Menurut Miranti, menjadi seorang ibu dan wanita karir, memang cukup  menantang. Terlebih bekerja di lapangan yang didominasi oleh laki-laki  dan berkecimpung di dunia teknik yang awalnya cukup asing.
&amp;ldquo;Tetapi seperti kata-kata Kartini yang menginspirasi saya, aku mau  itu membuat kita mudah mendaki puncak gunung, dan aku tidak bisa itu  melenyapkan rasa berani, itulah yang membuat saya yakin mau dan bisa  untuk terus berkarir disini tanpa melupakan kewajiban sebagai seorang  Ibu,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
