<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>4 Emiten Buyback Saham, Mana yang Paling Menarik?</title><description>Sejumlah emiten memutuskan untuk melakukan pembelian kembali atau buy back saham.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2398900/4-emiten-buyback-saham-mana-yang-paling-menarik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2398900/4-emiten-buyback-saham-mana-yang-paling-menarik"/><item><title>4 Emiten Buyback Saham, Mana yang Paling Menarik?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2398900/4-emiten-buyback-saham-mana-yang-paling-menarik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2398900/4-emiten-buyback-saham-mana-yang-paling-menarik</guid><pubDate>Kamis 22 April 2021 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/22/278/2398900/4-emiten-buyback-saham-mana-yang-paling-menarik-6XPoEXxuuw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/22/278/2398900/4-emiten-buyback-saham-mana-yang-paling-menarik-6XPoEXxuuw.jpg</image><title>Saham (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Sejumlah emiten memutuskan untuk melakukan pembelian kembali atau buy back saham seiring dengan pergerakan harga saham yang tidak mencerminkan kinerja perusahaan. Aksi korporasi ini juga sebagai bentuk optimisme perusahaan terhadap upaya perbaikan ekonomi nasional.

Beberapa emiten yang melakukan buyback saham yaitu, Ramayana Lestari Sentosa (RALS), PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan Saratoga Investama Sedaya (SRTG). Menanggapi hal tersebut, Praktisi Pasar Modal Vicella Tjin menuturkan, SRTG merupakan emiten yang memiliki kinerja paling menarik dibanding tiga saham lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi China Meroket 18,3% Dongkrak Saham-Saham Batu Bara
&amp;ldquo;Saya lihat SRTG yang performance-nya paling menarik ya. Dia ada kenaikan pendapatan maupun net income waktu tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Cukup menarik SRTG kalau untuk investasi,&amp;rdquo; dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (22/4/2021).

Lanjut dia, untuk RALS jika dilihat secara laporan keuangan masih negatif. Menurutnya, investor harus lebih berhati-hati dan melihat laporan per kuartalnya seperti apa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: MNC Sekuritas: Sektor Komoditas Topang IHSG Jelang Akhir Pekan
Kemudian, kata dia, dengan harga tertingginya 1.600, ROTI kemungkinan kurang menarik untuk dibeli.&amp;ldquo;Orang-orang juga melihat kalau memang harga tertinggi pembeliannya  1600 kan berarti perusahaan kalau lihat harga di atas itu ga akan beli.  Karena memang mereka maksimumnya 1600, dibatasi,&amp;rdquo; ucap Vicella.

Sementara itu, Vicella menjelaskan, secara kinerja MDKA juga  mengalami penurunan. Akan tetapi, diharapkan dengan adanya kenaikan  harga tembaga, investor harus mencermati earnings dan potensi ke depan.

&amp;ldquo;Karena kan dia copper sama gold ya kalau MDKA ini. Jadi kita lihat  nanti karena kinerja tahun 2020 kurang begitu bagus, ada penurunan cukup  signifikan. Apakah dia ada perbaikan kinerja. Kalau saya rasa nanti  kita lihat dulu earnings per quarter-nya itu seperti apa,&amp;rdquo; jelas dia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Sejumlah emiten memutuskan untuk melakukan pembelian kembali atau buy back saham seiring dengan pergerakan harga saham yang tidak mencerminkan kinerja perusahaan. Aksi korporasi ini juga sebagai bentuk optimisme perusahaan terhadap upaya perbaikan ekonomi nasional.

Beberapa emiten yang melakukan buyback saham yaitu, Ramayana Lestari Sentosa (RALS), PT Nippon Indosari Corpindo (ROTI), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dan Saratoga Investama Sedaya (SRTG). Menanggapi hal tersebut, Praktisi Pasar Modal Vicella Tjin menuturkan, SRTG merupakan emiten yang memiliki kinerja paling menarik dibanding tiga saham lainnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ekonomi China Meroket 18,3% Dongkrak Saham-Saham Batu Bara
&amp;ldquo;Saya lihat SRTG yang performance-nya paling menarik ya. Dia ada kenaikan pendapatan maupun net income waktu tahun 2020 dibandingkan tahun 2019. Cukup menarik SRTG kalau untuk investasi,&amp;rdquo; dalam acara Market Opening IDX Channel, Kamis (22/4/2021).

Lanjut dia, untuk RALS jika dilihat secara laporan keuangan masih negatif. Menurutnya, investor harus lebih berhati-hati dan melihat laporan per kuartalnya seperti apa.
 
&amp;nbsp;Baca juga: MNC Sekuritas: Sektor Komoditas Topang IHSG Jelang Akhir Pekan
Kemudian, kata dia, dengan harga tertingginya 1.600, ROTI kemungkinan kurang menarik untuk dibeli.&amp;ldquo;Orang-orang juga melihat kalau memang harga tertinggi pembeliannya  1600 kan berarti perusahaan kalau lihat harga di atas itu ga akan beli.  Karena memang mereka maksimumnya 1600, dibatasi,&amp;rdquo; ucap Vicella.

Sementara itu, Vicella menjelaskan, secara kinerja MDKA juga  mengalami penurunan. Akan tetapi, diharapkan dengan adanya kenaikan  harga tembaga, investor harus mencermati earnings dan potensi ke depan.

&amp;ldquo;Karena kan dia copper sama gold ya kalau MDKA ini. Jadi kita lihat  nanti karena kinerja tahun 2020 kurang begitu bagus, ada penurunan cukup  signifikan. Apakah dia ada perbaikan kinerja. Kalau saya rasa nanti  kita lihat dulu earnings per quarter-nya itu seperti apa,&amp;rdquo; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
