<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BTN Kantongi Laba Bersih Rp625 Miliar di Kuartal I 2021</title><description>PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp625 miliar pada kuartal I 2021 atau tumbuh 36,73%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2399034/btn-kantongi-laba-bersih-rp625-miliar-di-kuartal-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2399034/btn-kantongi-laba-bersih-rp625-miliar-di-kuartal-i-2021"/><item><title>BTN Kantongi Laba Bersih Rp625 Miliar di Kuartal I 2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2399034/btn-kantongi-laba-bersih-rp625-miliar-di-kuartal-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/278/2399034/btn-kantongi-laba-bersih-rp625-miliar-di-kuartal-i-2021</guid><pubDate>Kamis 22 April 2021 14:50 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/22/278/2399034/btn-kantongi-laba-bersih-rp625-miliar-di-kuartal-i-2021-7rpQTfK6kp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/22/278/2399034/btn-kantongi-laba-bersih-rp625-miliar-di-kuartal-i-2021-7rpQTfK6kp.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Freepik)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp625 miliar pada kuartal I 2021 atau tumbuh 36,73% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp457 miliar.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi agar tetap mencatatkan pertumbuhan positif terutama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sembari melaju, BTN akan terus memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat tekanan pandemi.
Baca Juga: Kabar Baik! Pegawai Kontrak Kini Bisa Nyicil KPR
 
&quot;Misi utama kami adalah menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Ke depan, kami akan terus berinovasi sehingga semakin banyak masyarakat memiliki hunian sekaligus tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Kamis (22/4/2021).
Dalam catatan keuangannya, emiten bersandi saham BBTN tersebut menunjukkan perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga. Pendapatan bunga BTN tercatat naik 2,99% (yoy) menjadi Rp6,35 triliun. Perseroan juga berhasil menekan beban bunga sebesar 10,28% (yoy) dari Rp3,99 triliun menjadi Rp3,58 triliun.
Baca Juga: Penyaluran KPR Subsidi BTN Tembus Rp21,5 Triliun
Dengan langkah tersebut, pendapatan bunga bersih BTN tercatat naik di level 27,32% (yoy) menjadi Rp2,77 triliun. Perolehan pendapatan bunga BBTN tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp261,34 triliun per kuartal I 2021. Penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut tercatat naik 3,19% (yoy) dari Rp253,25 triliun per kuartal I 2020.
Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut berada di atas penyaluran kredit perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam kredit perbankan nasional masih terkoreksi hingga 2% (yoy) per Januari 2021.
Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan kredit pemilikan rumah (KPR)  subsidi masih tercatat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan kredit  BTN. KPR subsidi BTN tercatat naik 9,04% (yoy) menjadi Rp122,96 triliun  per kuartal I 2021. KPR Non-subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan  tipis di level 0,2% (yoy) menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021.  Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar  3,23% (yoy) menjadi Rp236,57 trilliun.
Kemudian, pada kredit di segmen non-perumahan tercatat tumbuh 2,87%  (yoy) menjadi Rp24,76 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di  segmen kredit konsumer dan kredit korporasi yang tumbuh masing-masing  sebesar 9,43% (yoy) dan 7,44% (yoy).
Penyaluran kredit juga terus diiringi dengan perbaikan kualitas  kredit. Per kuartal I 2021, BTN mencatatkan rasio kredit bermasalah  (non-performing loan/NPL) di posisi 1,94%. Posisi tersebut turun 44  basis poin (bps) dari 2,38% pada periode yang sama tahun sebelumnya. BTN  juga tetap memupuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) menjadi  sebesar 115,93% per Maret 2021 atau naik 1.027 bps.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Wholesale Risk and Asset  Management Elisabeth Novie Riswanti menjelaskan perseroan memang sangat  fokus untuk memperbaiki kualitas kredit guna menekan NPL.
&quot;Kami terus berupaya memperbaiki kualitas kredit dengan  mengoptimalkan penagihan, mempercepat penjualan aset, termasuk bekerja  sama dengan perusahaan manajemen aset,&quot; ujar Novie.
Sementara itu, Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN  Jasmin mengatakan per 31 Maret 2021, bank yang dulunya bernama Bank  Tabungan Pos itu juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)  sebesar 33,01% (yoy) menjadi Rp294,91 triliun. Kenaikan DPK tersebut  juga terpantau melaju di atas rata-rata penghimpunan DPK perbankan  nasional yang melaju di level 11% (yoy) per Januari 2021.
Rekam keuangan Bank BTN menunjukkan peningkatan DPK tersebut  disumbang kenaikan penghimpunan giro, tabungan, dan deposito yang  masing-masing tumbuh sebesar 33,91% (yoy), 4,29% (yoy), dan 41,44%  (yoy). Dengan kenaikan simpanan masyarakat tersebut, Loan to Deposit  Ratio (LDR) BBTN juga turun sebesar 2.561 bps ke level 88,62% pada Maret  2021.
Dengan seluruh capaian kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan  lonjakan aset di level 21,92% (yoy) menjadi Rp375,73 triliun per kuartal  I 2021. Laju peningkatan aset tersebut juga berada di atas rata-rata  peningkatan aset nasional sebesar 7% (yoy) per Januari 2021.
&quot;Bagi kami, pertumbuhan yang berkelanjutan adalah yang utama.  Sehingga, kami berupaya mengoptimalkan kualitas aset yang kami miliki,&quot;  ujar Jasmin.
Sementara itu, sejalan dengan pertumbuhan di bisnis konvensional,  Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga mencatatkan peningkatan positif.  Per Maret 2021, aset UUS BTN tersebut naik 16,8% (yoy) menjadi Rp33,63  triliun dari Rp28,79 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan aset tersebut disumbang laju peningkatan DPK yang dihimpun  BTN Syariah. Per kuartal I 2021, BTN Syariah sukses menghimpun dana  senilai Rp25,75 triliun atau naik 23,04% (yoy) dari Rp20,93 triliun. BTN  Syariah juga mencatatkan peningkatan pembiayaan sebesar 6,5% (yoy)  menjadi Rp25,47 triliun pada Maret 2021 dari Rp23,92 triliun pada bulan  yang sama tahun lalu. Dengan capaian tersebut, UUS BTN meraih laba  senilai Rp60,14 miliar per Maret 2021.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp625 miliar pada kuartal I 2021 atau tumbuh 36,73% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp457 miliar.
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo mengatakan pihaknya akan terus melakukan inovasi agar tetap mencatatkan pertumbuhan positif terutama untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional. Sembari melaju, BTN akan terus memperkuat pencadangan untuk mengantisipasi berbagai risiko yang muncul akibat tekanan pandemi.
Baca Juga: Kabar Baik! Pegawai Kontrak Kini Bisa Nyicil KPR
 
&quot;Misi utama kami adalah menyediakan rumah bagi masyarakat Indonesia terutama masyarakat berpenghasilan rendah. Ke depan, kami akan terus berinovasi sehingga semakin banyak masyarakat memiliki hunian sekaligus tetap mencatatkan pertumbuhan bisnis yang positif dan berkelanjutan,&quot; ujar Haru dilansir dari Antara, Kamis (22/4/2021).
Dalam catatan keuangannya, emiten bersandi saham BBTN tersebut menunjukkan perolehan laba bersih ditopang peningkatan pendapatan bunga. Pendapatan bunga BTN tercatat naik 2,99% (yoy) menjadi Rp6,35 triliun. Perseroan juga berhasil menekan beban bunga sebesar 10,28% (yoy) dari Rp3,99 triliun menjadi Rp3,58 triliun.
Baca Juga: Penyaluran KPR Subsidi BTN Tembus Rp21,5 Triliun
Dengan langkah tersebut, pendapatan bunga bersih BTN tercatat naik di level 27,32% (yoy) menjadi Rp2,77 triliun. Perolehan pendapatan bunga BBTN tersebut ditopang penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp261,34 triliun per kuartal I 2021. Penyaluran kredit dan pembiayaan tersebut tercatat naik 3,19% (yoy) dari Rp253,25 triliun per kuartal I 2020.
Pertumbuhan kredit dan pembiayaan Bank BTN tersebut berada di atas penyaluran kredit perbankan nasional. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merekam kredit perbankan nasional masih terkoreksi hingga 2% (yoy) per Januari 2021.
Laporan keuangan Bank BTN menunjukkan kredit pemilikan rumah (KPR)  subsidi masih tercatat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan kredit  BTN. KPR subsidi BTN tercatat naik 9,04% (yoy) menjadi Rp122,96 triliun  per kuartal I 2021. KPR Non-subsidi juga mulai menunjukkan peningkatan  tipis di level 0,2% (yoy) menjadi Rp80,15 triliun pada akhir Maret 2021.  Secara total, pertumbuhan kredit di segmen perumahan tumbuh sebesar  3,23% (yoy) menjadi Rp236,57 trilliun.
Kemudian, pada kredit di segmen non-perumahan tercatat tumbuh 2,87%  (yoy) menjadi Rp24,76 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan di  segmen kredit konsumer dan kredit korporasi yang tumbuh masing-masing  sebesar 9,43% (yoy) dan 7,44% (yoy).
Penyaluran kredit juga terus diiringi dengan perbaikan kualitas  kredit. Per kuartal I 2021, BTN mencatatkan rasio kredit bermasalah  (non-performing loan/NPL) di posisi 1,94%. Posisi tersebut turun 44  basis poin (bps) dari 2,38% pada periode yang sama tahun sebelumnya. BTN  juga tetap memupuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) menjadi  sebesar 115,93% per Maret 2021 atau naik 1.027 bps.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Wholesale Risk and Asset  Management Elisabeth Novie Riswanti menjelaskan perseroan memang sangat  fokus untuk memperbaiki kualitas kredit guna menekan NPL.
&quot;Kami terus berupaya memperbaiki kualitas kredit dengan  mengoptimalkan penagihan, mempercepat penjualan aset, termasuk bekerja  sama dengan perusahaan manajemen aset,&quot; ujar Novie.
Sementara itu, Direktur Distribution and Retail Funding Bank BTN  Jasmin mengatakan per 31 Maret 2021, bank yang dulunya bernama Bank  Tabungan Pos itu juga mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK)  sebesar 33,01% (yoy) menjadi Rp294,91 triliun. Kenaikan DPK tersebut  juga terpantau melaju di atas rata-rata penghimpunan DPK perbankan  nasional yang melaju di level 11% (yoy) per Januari 2021.
Rekam keuangan Bank BTN menunjukkan peningkatan DPK tersebut  disumbang kenaikan penghimpunan giro, tabungan, dan deposito yang  masing-masing tumbuh sebesar 33,91% (yoy), 4,29% (yoy), dan 41,44%  (yoy). Dengan kenaikan simpanan masyarakat tersebut, Loan to Deposit  Ratio (LDR) BBTN juga turun sebesar 2.561 bps ke level 88,62% pada Maret  2021.
Dengan seluruh capaian kinerja tersebut, Bank BTN mencatatkan  lonjakan aset di level 21,92% (yoy) menjadi Rp375,73 triliun per kuartal  I 2021. Laju peningkatan aset tersebut juga berada di atas rata-rata  peningkatan aset nasional sebesar 7% (yoy) per Januari 2021.
&quot;Bagi kami, pertumbuhan yang berkelanjutan adalah yang utama.  Sehingga, kami berupaya mengoptimalkan kualitas aset yang kami miliki,&quot;  ujar Jasmin.
Sementara itu, sejalan dengan pertumbuhan di bisnis konvensional,  Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN juga mencatatkan peningkatan positif.  Per Maret 2021, aset UUS BTN tersebut naik 16,8% (yoy) menjadi Rp33,63  triliun dari Rp28,79 triliun pada bulan yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan aset tersebut disumbang laju peningkatan DPK yang dihimpun  BTN Syariah. Per kuartal I 2021, BTN Syariah sukses menghimpun dana  senilai Rp25,75 triliun atau naik 23,04% (yoy) dari Rp20,93 triliun. BTN  Syariah juga mencatatkan peningkatan pembiayaan sebesar 6,5% (yoy)  menjadi Rp25,47 triliun pada Maret 2021 dari Rp23,92 triliun pada bulan  yang sama tahun lalu. Dengan capaian tersebut, UUS BTN meraih laba  senilai Rp60,14 miliar per Maret 2021.</content:encoded></item></channel></rss>
