<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Natuna Potensial Jadi KEK Kelautan, Ini Alasannya</title><description>Sakti Wahyu Trenggono menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/320/2399204/natuna-potensial-jadi-kek-kelautan-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/320/2399204/natuna-potensial-jadi-kek-kelautan-ini-alasannya"/><item><title>Natuna Potensial Jadi KEK Kelautan, Ini Alasannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/320/2399204/natuna-potensial-jadi-kek-kelautan-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/22/320/2399204/natuna-potensial-jadi-kek-kelautan-ini-alasannya</guid><pubDate>Kamis 22 April 2021 19:06 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/22/320/2399204/natuna-potensial-jadi-kek-kelautan-ini-alasannya-9jSAwFGPdT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapal Nelayan (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/22/320/2399204/natuna-potensial-jadi-kek-kelautan-ini-alasannya-9jSAwFGPdT.jpg</image><title>Kapal Nelayan (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan. Sebab selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, sudah ada infrastruktur penunjang salah satunya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang berlokasi di Selat Lampa.
Baca Juga: Al Bader Investasi Rp8,7 Triliun di KEK Palu
 
&quot;Saya sedang berpikir bahwa kawasan ini bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Kelautan. Saya kira ini penting karena saat ini orientasi (pengembangannya) ke laut,&quot; ujar Menteri Trenggono di Natuna, Kamis (22/4/2021).
Menurutnya, Natuna memiliki potensi besar di subsektor perikanan tangkap dan juga perikanan budidaya yang menunjang untuk dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus. Untuk budidaya misalnya, ada ikan napoleon dan kerapu yang nilai ekonominya begitu tinggi. Apalagi pemasarannya sudah merambah pasar ekspor di mana pembeli datang langsung ke keramba-keramba pembudidaya.
Baca Juga: Optimisme untuk KPIG di Lido, Sandiaga: Buka 100.000 Pekerjaan, Hary Tanoe: Tarik 4 Juta Turis/ Tahun!
 
Dia optimistis, kawasan ekonomi khusus bisa mendorong tumbuhnya sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Sebab bidang-bidang yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan nantinya terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga pasar.
Dengan adanya kawasan ekonomi khusus pula, usaha budidaya masyarakat juga semakin berkembang begitupun dengan aktivitas ekonomi di SKPT Natuna ikut menggeliat.
&quot;Rencana ini akan saya sampaikan dulu ke pusat untuk dibahas lebih lanjut,&quot; ungkap dia.Meski mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan,  Menteri Trenggono menegaskan memegang prinsip ekonomi biru. Dia ingin  keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga disamping upaya meningkatkan  pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya dengan menggenjot produktivitas  budidaya berkelanjutan agar pasar tidak lagi bertumpu pada komoditas  perikanan tangkap.
&quot;Ke depannya budidaya yang kita tingkatkan produktivitasnya, dan  penangkapan di laut pelan-pelan kita kurangi. Ini supaya ekosistem kita  terjaga,&quot; pungkas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menilai wilayah Kepulauan Natuna sangat potensial untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kelautan. Sebab selain memiliki sumber daya alam yang melimpah, sudah ada infrastruktur penunjang salah satunya Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu yang berlokasi di Selat Lampa.
Baca Juga: Al Bader Investasi Rp8,7 Triliun di KEK Palu
 
&quot;Saya sedang berpikir bahwa kawasan ini bisa menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Kelautan. Saya kira ini penting karena saat ini orientasi (pengembangannya) ke laut,&quot; ujar Menteri Trenggono di Natuna, Kamis (22/4/2021).
Menurutnya, Natuna memiliki potensi besar di subsektor perikanan tangkap dan juga perikanan budidaya yang menunjang untuk dijadikan sebagai kawasan ekonomi khusus. Untuk budidaya misalnya, ada ikan napoleon dan kerapu yang nilai ekonominya begitu tinggi. Apalagi pemasarannya sudah merambah pasar ekspor di mana pembeli datang langsung ke keramba-keramba pembudidaya.
Baca Juga: Optimisme untuk KPIG di Lido, Sandiaga: Buka 100.000 Pekerjaan, Hary Tanoe: Tarik 4 Juta Turis/ Tahun!
 
Dia optimistis, kawasan ekonomi khusus bisa mendorong tumbuhnya sektor kelautan dan perikanan di Natuna. Sebab bidang-bidang yang terkait dengan sektor kelautan dan perikanan nantinya terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, logistik, hingga pasar.
Dengan adanya kawasan ekonomi khusus pula, usaha budidaya masyarakat juga semakin berkembang begitupun dengan aktivitas ekonomi di SKPT Natuna ikut menggeliat.
&quot;Rencana ini akan saya sampaikan dulu ke pusat untuk dibahas lebih lanjut,&quot; ungkap dia.Meski mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor kelautan dan perikanan,  Menteri Trenggono menegaskan memegang prinsip ekonomi biru. Dia ingin  keberlanjutan ekosistem laut tetap terjaga disamping upaya meningkatkan  pertumbuhan ekonomi. Salah satu caranya dengan menggenjot produktivitas  budidaya berkelanjutan agar pasar tidak lagi bertumpu pada komoditas  perikanan tangkap.
&quot;Ke depannya budidaya yang kita tingkatkan produktivitasnya, dan  penangkapan di laut pelan-pelan kita kurangi. Ini supaya ekosistem kita  terjaga,&quot; pungkas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
