<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Daging Ayam dan Sapi Bikin Inflasi Minggu Keempat April 0,18%</title><description>Bank Indonesia (BI) melakukan survei Pemantauan Harga pada minggu IV April 2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/23/320/2399814/harga-daging-ayam-dan-sapi-bikin-inflasi-minggu-keempat-april-0-18</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/23/320/2399814/harga-daging-ayam-dan-sapi-bikin-inflasi-minggu-keempat-april-0-18"/><item><title>Harga Daging Ayam dan Sapi Bikin Inflasi Minggu Keempat April 0,18%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/23/320/2399814/harga-daging-ayam-dan-sapi-bikin-inflasi-minggu-keempat-april-0-18</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/23/320/2399814/harga-daging-ayam-dan-sapi-bikin-inflasi-minggu-keempat-april-0-18</guid><pubDate>Jum'at 23 April 2021 18:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/23/320/2399814/harga-daging-ayam-dan-sapi-bikin-inflasi-minggu-keempat-april-0-18-bInApP3RCU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/23/320/2399814/harga-daging-ayam-dan-sapi-bikin-inflasi-minggu-keempat-april-0-18-bInApP3RCU.jpg</image><title>Bank Indonesia (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan survei Pemantauan Harga pada minggu IV April 2021. Dari hasil survei, terdapatperkembangan harga pada bulan April 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,18% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi April 2021 secara tahun kalender sebesar 0,63% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,47% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI: Inflasi Akhir Februari 0,31%
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi April 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas komoditas daging ayam ras sebesar 0,10% (mtm), jeruk sebesar 0,05% (mtm), cabai merah, daging sapi, minyak goreng dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai rawit sebesar -0,04% (mtm), kangkung, bawang merah, bayam, beras dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta,Jumat (23/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi 2019 Terkendali, Menko Airlangga: Tren Realisasi Terjaga
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

&quot;Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melakukan survei Pemantauan Harga pada minggu IV April 2021. Dari hasil survei, terdapatperkembangan harga pada bulan April 2021 diperkirakan inflasi sebesar 0,18% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi April 2021 secara tahun kalender sebesar 0,63% (ytd), dan secara tahunan sebesar 1,47% (yoy).
 
&amp;nbsp;Baca juga: BI: Inflasi Akhir Februari 0,31%
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan penyumbang utama inflasi April 2021 sampai dengan minggu keempat yaitu komoditas komoditas daging ayam ras sebesar 0,10% (mtm), jeruk sebesar 0,05% (mtm), cabai merah, daging sapi, minyak goreng dan emas perhiasan masing-masing sebesar 0,01% (mtm).

&quot;Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi pada periode laporan berasal dari komoditas cabai rawit sebesar -0,04% (mtm), kangkung, bawang merah, bayam, beras dan telur ayam ras masing-masing sebesar -0,01% (mtm),&quot; kata Erwin di Jakarta,Jumat (23/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Inflasi 2019 Terkendali, Menko Airlangga: Tren Realisasi Terjaga
Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia dari waktu ke waktu. Serta langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

&quot;Serta menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan berdaya tahan,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
