<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksinasi Semakin Gencar, Rupiah Menguat ke Rp14.4485/USD</title><description>Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan hari ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/278/2401049/vaksinasi-semakin-gencar-rupiah-menguat-ke-rp14-4485-usd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/278/2401049/vaksinasi-semakin-gencar-rupiah-menguat-ke-rp14-4485-usd"/><item><title>Vaksinasi Semakin Gencar, Rupiah Menguat ke Rp14.4485/USD</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/278/2401049/vaksinasi-semakin-gencar-rupiah-menguat-ke-rp14-4485-usd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/278/2401049/vaksinasi-semakin-gencar-rupiah-menguat-ke-rp14-4485-usd</guid><pubDate>Senin 26 April 2021 17:33 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/26/278/2401049/vaksinasi-semakin-gencar-rupiah-menguat-ke-rp14-4485-usd-M4Ojc2QuOn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/26/278/2401049/vaksinasi-semakin-gencar-rupiah-menguat-ke-rp14-4485-usd-M4Ojc2QuOn.jpg</image><title>Rupiah (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar  Amerika Serikat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda menguat 40  point di level Rp14.485 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan  menguatnya nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dikarenakan  gencarnya vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah.
 
Baca juga: Sesuai Prediksi, Rupiah Menguat Tekan Dolar AS ke Rp14.495/USD
&quot;Hari ini, rencananya Indonesia akan kedatangan vaksin anti-virus  corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) tahap ke-9. Momentum ini  patut disyukuri karena laju vaksinasi Indonesia semakin melambat karena  keterbatasan pasokan,&quot; ujar dia dalam riset hariannya, Senin (26/4/2021)

Ia menjelaskan kedatangan pasokan vaksin tambahan tentu akan sangat  membantu mempercepat laju vaksinasi. Sebab, vaksin adalah tumpuan  harapan tidak hanya untuk menyelamatkan nyawa tetapi juga ekonomi.
 
Baca juga: Rupiah Diramal Menguat tapi Waspada Kasus Covid-19
&quot; Jika laju vaksinasi terus melambat, maka waktu yang diperlukan  untuk menciptakan herd immunity semakin panjang. Ini menyebabkan  aktivitas dan mobilitas masyarakat akan terus dibatasi sehingga 'roda'  ekonomi tidak bisa berputar kencang.&quot; Katanya

Sejauh ini distribusi vaksin di Indonesia berjalan lambat. Hingga  pertengahan April, jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh  (dua dosis) baru 2,3% dari total populasi. Harus dilihat kembali apakah  target vaksinasi terhadap 70% populasi bisa tercapai dalam waktu 12  bulan seperti keinginan presiden.


Keterbatasan vaksin dan 'keran' aktivitas masyarakat yang belum  sepenuhnya dibuka membuat prospek perekonomian Ibu Pertiwi menjadi  samar-samar. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi  pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2021 dari 4,8% menjadi 4,3%.Bank Indonesia (BI) pun merevisi ke bawah 'ramalan' pertumbuhan  ekonomi dari 4,3-5,3% menjadi 4,1-5,1%.Revisi Ini, tidak terlepas dari  mobilitas masyarakat.

&quot;Pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi. Kita lihat  memang pada triwulan I dan II meskipun terjadi vaksinasi tentu ada  pembatasan mobilitas manusia. Itu yang menyebabkan tingkat kenaikan  konsumsi tidak setinggi yang kami perkirakan.&quot; Terangnya.


Vaksinasi yang masih terbatas membuat ekonomi Indonesia sepertinya  masih terjebak di zona resesi pada kuartal I-2021. Namun pada kuartal  II-2021, ekonomi Indonesia diperkirakan sudah bisa tumbuh positif, sudah  'lulus' dari resesi.

&quot;Tidak sekadar tumbuh, tetapi lumayan tinggi. Proyeksi diperkirakan berada di kisaran 6,9-7,8%.&quot; Tandasnya

Sedangkan untuk perdagangan b esok, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp.14.465 -  Rp.14.520.</description><content:encoded>JAKARTA - Nilai tukar rupiah ditutup menguat terhadap dolar  Amerika Serikat pada perdagangan hari ini. Mata uang Garuda menguat 40  point di level Rp14.485 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan  menguatnya nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini dikarenakan  gencarnya vaksinasi yang dilakukan oleh pemerintah.
 
Baca juga: Sesuai Prediksi, Rupiah Menguat Tekan Dolar AS ke Rp14.495/USD
&quot;Hari ini, rencananya Indonesia akan kedatangan vaksin anti-virus  corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) tahap ke-9. Momentum ini  patut disyukuri karena laju vaksinasi Indonesia semakin melambat karena  keterbatasan pasokan,&quot; ujar dia dalam riset hariannya, Senin (26/4/2021)

Ia menjelaskan kedatangan pasokan vaksin tambahan tentu akan sangat  membantu mempercepat laju vaksinasi. Sebab, vaksin adalah tumpuan  harapan tidak hanya untuk menyelamatkan nyawa tetapi juga ekonomi.
 
Baca juga: Rupiah Diramal Menguat tapi Waspada Kasus Covid-19
&quot; Jika laju vaksinasi terus melambat, maka waktu yang diperlukan  untuk menciptakan herd immunity semakin panjang. Ini menyebabkan  aktivitas dan mobilitas masyarakat akan terus dibatasi sehingga 'roda'  ekonomi tidak bisa berputar kencang.&quot; Katanya

Sejauh ini distribusi vaksin di Indonesia berjalan lambat. Hingga  pertengahan April, jumlah orang yang sudah mendapatkan vaksinasi penuh  (dua dosis) baru 2,3% dari total populasi. Harus dilihat kembali apakah  target vaksinasi terhadap 70% populasi bisa tercapai dalam waktu 12  bulan seperti keinginan presiden.


Keterbatasan vaksin dan 'keran' aktivitas masyarakat yang belum  sepenuhnya dibuka membuat prospek perekonomian Ibu Pertiwi menjadi  samar-samar. Dana Moneter Internasional (IMF) menurunkan proyeksi  pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2021 dari 4,8% menjadi 4,3%.Bank Indonesia (BI) pun merevisi ke bawah 'ramalan' pertumbuhan  ekonomi dari 4,3-5,3% menjadi 4,1-5,1%.Revisi Ini, tidak terlepas dari  mobilitas masyarakat.

&quot;Pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan vaksinasi. Kita lihat  memang pada triwulan I dan II meskipun terjadi vaksinasi tentu ada  pembatasan mobilitas manusia. Itu yang menyebabkan tingkat kenaikan  konsumsi tidak setinggi yang kami perkirakan.&quot; Terangnya.


Vaksinasi yang masih terbatas membuat ekonomi Indonesia sepertinya  masih terjebak di zona resesi pada kuartal I-2021. Namun pada kuartal  II-2021, ekonomi Indonesia diperkirakan sudah bisa tumbuh positif, sudah  'lulus' dari resesi.

&quot;Tidak sekadar tumbuh, tetapi lumayan tinggi. Proyeksi diperkirakan berada di kisaran 6,9-7,8%.&quot; Tandasnya

Sedangkan untuk perdagangan b esok, mata uang rupiah kemungkinan  dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat di rentang Rp.14.465 -  Rp.14.520.</content:encoded></item></channel></rss>
