<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Singapura Rajai Investasi RI</title><description>Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia lebih dibandingkan dengan PMDN.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/320/2400970/singapura-rajai-investasi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/320/2400970/singapura-rajai-investasi-ri"/><item><title>Singapura Rajai Investasi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/320/2400970/singapura-rajai-investasi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/26/320/2400970/singapura-rajai-investasi-ri</guid><pubDate>Senin 26 April 2021 15:54 WIB</pubDate><dc:creator>Ferdi Rantung</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/26/320/2400970/singapura-rajai-investasi-ri-Cptm4aCPAU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/26/320/2400970/singapura-rajai-investasi-ri-Cptm4aCPAU.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia lebih dibandingkan dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Tercatat PMA sebesar Rp111,7 triliun dan PMDN sebesar Rp108,0 triliun.
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memaparkan investasi negara asal atau PMA, Singapura masih menempati posisi pertama dengan total investasi pada kuartal I-2021 sebesar USD2,6 miliar.
Baca Juga: Investasi Rp219,7 Triliun di Kuartal I-2021, BKPM: Industri Kita Tumbuh
 
&quot;Pasti Singapura belum tergoyahkan dalam sejarah, karena menjadi hub bagi beberapa negara lain,&quot; tutur Bahlil dalam konferensi pers pada Senin (26/4/2021).
Peringkat lima besar lain ditempati oleh China dengan nilai investasi USD1 miliar, disusul  Korea Selatan USD0,9 miliar, Hong Kong USD0,9 miliar dan Swiss USD0,5 miliar.
Baca Juga: Bahlil: Sejarah! Investasi di Luar Jawa Tembus Rp114,4 Triliun
 
Dia menjelaskan, peringkat ketiga dari Korea Selatan tidak lepas dari pembangunan investasi pabrik mobil Hyundai. Rencananya, Hyundai akan membangun pabrik mobil listrik pada Maret atau April 2022.
&quot;Mobil listrik sudah bisa diproduksi dan investasi mereka sebesar Rp20 triliun lebih dan realisasinya sudah Rp13 triliun,&quot; ujarnya.Nah Yang menarik, pada tahun ini ada Swiss yang masuk 5 besar. Sebab,  berdasarkan data BKPM negara asal Eropa belum pernah masuk 5 besar  pasca reformasi.
&quot;Terakhir ada Swiss ini gak pernah terjadi. Kalau saya baca data  pasca reformasi Swiss ini tidak pernah masuk lima besar. mudah mudah ini  bisa mempengaruhi investasi  dunia melalui Swiss ini,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan Penanaman Modal Asing (PMA) Indonesia lebih dibandingkan dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Tercatat PMA sebesar Rp111,7 triliun dan PMDN sebesar Rp108,0 triliun.
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia memaparkan investasi negara asal atau PMA, Singapura masih menempati posisi pertama dengan total investasi pada kuartal I-2021 sebesar USD2,6 miliar.
Baca Juga: Investasi Rp219,7 Triliun di Kuartal I-2021, BKPM: Industri Kita Tumbuh
 
&quot;Pasti Singapura belum tergoyahkan dalam sejarah, karena menjadi hub bagi beberapa negara lain,&quot; tutur Bahlil dalam konferensi pers pada Senin (26/4/2021).
Peringkat lima besar lain ditempati oleh China dengan nilai investasi USD1 miliar, disusul  Korea Selatan USD0,9 miliar, Hong Kong USD0,9 miliar dan Swiss USD0,5 miliar.
Baca Juga: Bahlil: Sejarah! Investasi di Luar Jawa Tembus Rp114,4 Triliun
 
Dia menjelaskan, peringkat ketiga dari Korea Selatan tidak lepas dari pembangunan investasi pabrik mobil Hyundai. Rencananya, Hyundai akan membangun pabrik mobil listrik pada Maret atau April 2022.
&quot;Mobil listrik sudah bisa diproduksi dan investasi mereka sebesar Rp20 triliun lebih dan realisasinya sudah Rp13 triliun,&quot; ujarnya.Nah Yang menarik, pada tahun ini ada Swiss yang masuk 5 besar. Sebab,  berdasarkan data BKPM negara asal Eropa belum pernah masuk 5 besar  pasca reformasi.
&quot;Terakhir ada Swiss ini gak pernah terjadi. Kalau saya baca data  pasca reformasi Swiss ini tidak pernah masuk lima besar. mudah mudah ini  bisa mempengaruhi investasi  dunia melalui Swiss ini,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
