<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MRT Jakarta Gandeng Hutama Karya Garap Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota</title><description>PT MRT Jakarta menggandeng PT Hutama Karta (Persero) untuk menggarap  proyek Fase 2A rute (Bundaran HI-Kota) sepanjang 6,3 kilometer.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401563/mrt-jakarta-gandeng-hutama-karya-garap-proyek-fase-2a-bundaran-hi-kota</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401563/mrt-jakarta-gandeng-hutama-karya-garap-proyek-fase-2a-bundaran-hi-kota"/><item><title>MRT Jakarta Gandeng Hutama Karya Garap Proyek Fase 2A Bundaran HI-Kota</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401563/mrt-jakarta-gandeng-hutama-karya-garap-proyek-fase-2a-bundaran-hi-kota</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401563/mrt-jakarta-gandeng-hutama-karya-garap-proyek-fase-2a-bundaran-hi-kota</guid><pubDate>Selasa 27 April 2021 14:57 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/27/320/2401563/mrt-jakarta-gandeng-hutama-karya-garap-proyek-fase-2a-bundaran-hi-kota-QPyWMULv3u.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT (Foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/27/320/2401563/mrt-jakarta-gandeng-hutama-karya-garap-proyek-fase-2a-bundaran-hi-kota-QPyWMULv3u.jpg</image><title>MRT (Foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA - PT MRT Jakarta menggandeng PT Hutama Karta (Persero) untuk menggarap proyek Fase 2A rute (Bundaran HI-Kota) sepanjang 6,3 kilometer.
Penandatanganan Kontrak Proyek MRT Fase 2A CP 203 tersebut dilakukan antara MRT Jakarta dan Kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta (SMCC) dan Hutama Karya Join Operation (SMCC-HK JO) pekan lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pasca-Penyerangan Mabes Polri, Pengamanan Stasiun MRT Diperketat
Menurut Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, proyek lanjutan ini memakan investasi senilai Rp4,6 Triliun. Hutama Karya dan SMCC nantinya akan melakukan pembagian tugas, sebab proyek ini bersinggungan dengan banyak cagar budaya, pusat kota dan pusat bisnis.
&quot;Jadi nilai kontrak Rp4,6 triliun dengan total 72 bulan yang mulai September 2021 sampai Agustus 2027. Ini salah satu paket yang challenging-nya tinggi karena selain kondisi tanah, juga dia harus memanage terkait cagar budaya yang akan dilalui di sekitar pembangunan stasiun,&quot; ujar dia dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (27/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Apa Kabar Proyek MRT Fase II?
Dia juga menjelaskan, saat ini proses pembangunan tengah memasuki tahap persiapan termasuk di dalamnya melihat kondisi tanah. Sedangkan untuk, pengerjaan fisik secara bertahap akan mulai dilakukan pada September tahun ini.Kemudian, lanjut dia, khusus pembangunan Stasiun Kota, yakni  bagaimana rencana pembangunan bisa terintegrasi dengan rencana penataan  kawasan Kota Tua yang sedang dikerjakan DKI Jakarta. Hal ini untuk  stasiun dengan jenis transportasi lain bisa terintegrasi.
&quot;Untuk penataan Stasiun Kota mengembalikan atau menghadirkan kembali  Plaza Pedestrian yang berada di depan muka dari Stasiun Kota. Entrance  MRT stasiun Kota akan muncul di Plaza itu. Hal ini nantinya bisa terjadi  integrasi yang baik antara moda transportasi yaitu Stasiun Kota KCI  dengan stasiun MRT,&quot; tandas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - PT MRT Jakarta menggandeng PT Hutama Karta (Persero) untuk menggarap proyek Fase 2A rute (Bundaran HI-Kota) sepanjang 6,3 kilometer.
Penandatanganan Kontrak Proyek MRT Fase 2A CP 203 tersebut dilakukan antara MRT Jakarta dan Kontraktor Sumitomo Mitsui Construction Company Jakarta (SMCC) dan Hutama Karya Join Operation (SMCC-HK JO) pekan lalu.
Baca Juga:&amp;nbsp;Pasca-Penyerangan Mabes Polri, Pengamanan Stasiun MRT Diperketat
Menurut Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta Silvia Halim, proyek lanjutan ini memakan investasi senilai Rp4,6 Triliun. Hutama Karya dan SMCC nantinya akan melakukan pembagian tugas, sebab proyek ini bersinggungan dengan banyak cagar budaya, pusat kota dan pusat bisnis.
&quot;Jadi nilai kontrak Rp4,6 triliun dengan total 72 bulan yang mulai September 2021 sampai Agustus 2027. Ini salah satu paket yang challenging-nya tinggi karena selain kondisi tanah, juga dia harus memanage terkait cagar budaya yang akan dilalui di sekitar pembangunan stasiun,&quot; ujar dia dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (27/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Apa Kabar Proyek MRT Fase II?
Dia juga menjelaskan, saat ini proses pembangunan tengah memasuki tahap persiapan termasuk di dalamnya melihat kondisi tanah. Sedangkan untuk, pengerjaan fisik secara bertahap akan mulai dilakukan pada September tahun ini.Kemudian, lanjut dia, khusus pembangunan Stasiun Kota, yakni  bagaimana rencana pembangunan bisa terintegrasi dengan rencana penataan  kawasan Kota Tua yang sedang dikerjakan DKI Jakarta. Hal ini untuk  stasiun dengan jenis transportasi lain bisa terintegrasi.
&quot;Untuk penataan Stasiun Kota mengembalikan atau menghadirkan kembali  Plaza Pedestrian yang berada di depan muka dari Stasiun Kota. Entrance  MRT stasiun Kota akan muncul di Plaza itu. Hal ini nantinya bisa terjadi  integrasi yang baik antara moda transportasi yaitu Stasiun Kota KCI  dengan stasiun MRT,&quot; tandas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
