<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah</title><description>Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sedang fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401707/wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401707/wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah"/><item><title>Wapres Ungkap Tantangan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401707/wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401707/wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah</guid><pubDate>Selasa 27 April 2021 17:36 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/27/320/2401707/wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah-NyG9ZIPGeq.png" expression="full" type="image/jpeg">Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/27/320/2401707/wapres-ungkap-tantangan-pengembangan-ekonomi-dan-keuangan-syariah-NyG9ZIPGeq.png</image><title>Wapres Maruf Amin (Foto: Setwapres)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah  melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sedang fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Namun dalam proses mencapai target tersebut terdapat beberapa tantangan yang dihadapi.
Salah satunya literasi ekonomi dan keuangan syariah yang masih rendah. Untuk itu, Pemerintah berkomitmen akan meningkatkan pemahaman ekonomi dan keuangan syariah.
Baca Juga: 5 Tantangan Ekonomi Syariah Versi Ketua OJK
 
&amp;ldquo;Literasi ekonomi syariah ini masih rendah jika dibandingkan dengan fokus-fokus tadi. Karena itu, pemahaman ekonomi dan keuangan syariah pastinya akan kita tingkatkan,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Selasa (27/4/20210).
Wapres menjelaskan, literasi ekonomi syariah penting untuk diberikan melalui berbagai Perguruan Tinggi dan Pendidikan-pendidikan lainnya. Sehingga harapannya bisa betul-betul terbangun sumber daya manusia yang paham dan menguasai tentang ekonomi dan keuangan syariah.
Baca juga: Perbankan Syariah RI Tertinggal Jauh dari Malaysia
 
&amp;ldquo;Jadi yang  betul-betul terbangun sebagai sumber daya manusia yang paham betul, yang menguasai secara utuh tentang keuangan Syariah, tentang industri halal, ini baru kita bangun belakang ini kita usahakan melalui berbagai perguruan tinggi dan pendidikan-pendidikan lainya. Itu beberapa hal yang menurut saya penting,&amp;rdquo; jelasnya.
Selain itu lanjut Wapres, literasi ekonomi syariah juga diberikan untuk membangun, mengedukasi, mensosialisasikan melalui berbagai saluran. Dari mulai KNEKS, Lembaga dan Mitra-mitra kerja KNEKS.
&amp;ldquo;Baik melalui komite ekonomi dan keuangan syariah yang kita bangun, melalui mitra-mitra kerja daripada komite nasional ini, dan ada pula beberapa lembaga seperti MES [Masyarakat Ekonomi Syariah], ini juga nanti  akan berperan dalam mengembangkan literasi, yang paling kuat itu ada IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam),&amp;rdquo; jelasnya.Tak hanya itu lanjut Wapres, peran e-commerce juga perlu untuk  dilibatkan dalam mengedukasi. Di samping itu juga, e-commerce bisa  berguna untuk memasarkan produk-produk halal.
&amp;ldquo;Kemudian juga berbagai keterlibatan daripada e-commerce. Berbagai  e-commerce sudah ikut mengedukasi, disamping juga dia berperan sebagai  jaringan daripada pemasaran produk-produk halal,&amp;rdquo; jelasnya.
Lebih jauh Wapres menambahkan, jaringan organisasi masyarakat Islam  seperti NU, Muhammadiyah dan Pondok Pesantren pun ikut andil dalam  upaya-upaya pengembangan sosialisasi dan literasi ekonomi syariah.
&amp;ldquo;Jaringan ormas-ormas (organisasi masyarakat) Islam seperti NU dan  Muhammadiyah juga terlibat. Kemudian dunia pesantren. Mereka yang berada  di pesantren sudah mulai lakukan upaya-upaya karena kita harapkan di  pesantren itu juga berkembang  pembelajaran di sektor keuangan maupun  sektor riil,&amp;rdquo; kata Wapres</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah  melalui Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) sedang fokus pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Namun dalam proses mencapai target tersebut terdapat beberapa tantangan yang dihadapi.
Salah satunya literasi ekonomi dan keuangan syariah yang masih rendah. Untuk itu, Pemerintah berkomitmen akan meningkatkan pemahaman ekonomi dan keuangan syariah.
Baca Juga: 5 Tantangan Ekonomi Syariah Versi Ketua OJK
 
&amp;ldquo;Literasi ekonomi syariah ini masih rendah jika dibandingkan dengan fokus-fokus tadi. Karena itu, pemahaman ekonomi dan keuangan syariah pastinya akan kita tingkatkan,&amp;rdquo; ujarnya dalam keterangannya, Selasa (27/4/20210).
Wapres menjelaskan, literasi ekonomi syariah penting untuk diberikan melalui berbagai Perguruan Tinggi dan Pendidikan-pendidikan lainnya. Sehingga harapannya bisa betul-betul terbangun sumber daya manusia yang paham dan menguasai tentang ekonomi dan keuangan syariah.
Baca juga: Perbankan Syariah RI Tertinggal Jauh dari Malaysia
 
&amp;ldquo;Jadi yang  betul-betul terbangun sebagai sumber daya manusia yang paham betul, yang menguasai secara utuh tentang keuangan Syariah, tentang industri halal, ini baru kita bangun belakang ini kita usahakan melalui berbagai perguruan tinggi dan pendidikan-pendidikan lainya. Itu beberapa hal yang menurut saya penting,&amp;rdquo; jelasnya.
Selain itu lanjut Wapres, literasi ekonomi syariah juga diberikan untuk membangun, mengedukasi, mensosialisasikan melalui berbagai saluran. Dari mulai KNEKS, Lembaga dan Mitra-mitra kerja KNEKS.
&amp;ldquo;Baik melalui komite ekonomi dan keuangan syariah yang kita bangun, melalui mitra-mitra kerja daripada komite nasional ini, dan ada pula beberapa lembaga seperti MES [Masyarakat Ekonomi Syariah], ini juga nanti  akan berperan dalam mengembangkan literasi, yang paling kuat itu ada IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam),&amp;rdquo; jelasnya.Tak hanya itu lanjut Wapres, peran e-commerce juga perlu untuk  dilibatkan dalam mengedukasi. Di samping itu juga, e-commerce bisa  berguna untuk memasarkan produk-produk halal.
&amp;ldquo;Kemudian juga berbagai keterlibatan daripada e-commerce. Berbagai  e-commerce sudah ikut mengedukasi, disamping juga dia berperan sebagai  jaringan daripada pemasaran produk-produk halal,&amp;rdquo; jelasnya.
Lebih jauh Wapres menambahkan, jaringan organisasi masyarakat Islam  seperti NU, Muhammadiyah dan Pondok Pesantren pun ikut andil dalam  upaya-upaya pengembangan sosialisasi dan literasi ekonomi syariah.
&amp;ldquo;Jaringan ormas-ormas (organisasi masyarakat) Islam seperti NU dan  Muhammadiyah juga terlibat. Kemudian dunia pesantren. Mereka yang berada  di pesantren sudah mulai lakukan upaya-upaya karena kita harapkan di  pesantren itu juga berkembang  pembelajaran di sektor keuangan maupun  sektor riil,&amp;rdquo; kata Wapres</content:encoded></item></channel></rss>
