<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres Minta Pengelolaan dan Pengumpulan Zakat Bisa Digital</title><description>Dana Sosial seperti zakat dan wakaf memiliki potensi yang besar untuk membangun kesejahteraan masyarakat.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401729/wapres-minta-pengelolaan-dan-pengumpulan-zakat-bisa-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401729/wapres-minta-pengelolaan-dan-pengumpulan-zakat-bisa-digital"/><item><title>Wapres Minta Pengelolaan dan Pengumpulan Zakat Bisa Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401729/wapres-minta-pengelolaan-dan-pengumpulan-zakat-bisa-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/27/320/2401729/wapres-minta-pengelolaan-dan-pengumpulan-zakat-bisa-digital</guid><pubDate>Selasa 27 April 2021 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/27/320/2401729/wapres-minta-pengelolaan-dan-pengumpulan-zakat-bisa-digital-OK4bFWAL4P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Maruf Amin (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/27/320/2401729/wapres-minta-pengelolaan-dan-pengumpulan-zakat-bisa-digital-OK4bFWAL4P.jpg</image><title>Maruf Amin (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA -   Dana Sosial seperti zakat dan wakaf memiliki potensi yang besar untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Selain untuk pembangunan sarana dan prasarana keagamaan, implementasi penyaluran zakat dan wakaf juga dapat digunakan di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

Oleh karena itu, diperlukan pembenahan lembaga pengelola zakat. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut dapat meningkat dan penyaluran ke masyarakat dapat lebih merata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Korpri Berikan Syarat Gaji PNS Dipotong 2,5% untuk Zakat
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, salah satu langkah pembenahan yang dapat dilakukan adalah mendorong digitalisasi. Pasalnya lanjut Wapres, di era modern sekarang ini digitalisasi sudah diakui dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas-aktivitasnya.

&quot;Jadi, jangan kemudian penerimaan digitalisasi dan kanal-kanal yang harus juga memudahkan untuk bisa sampai. Ini juga sedang kita pikirkan baik kanal untuk zakat maupun kanal untuk wakaf,&quot; ujarnya, Selasa (27/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ketua Baznas Colek Jokowi Terbitkan Perpres Gaji PNS Dipotong Zakat 2,5%
Selain itu, Wapres juga meminta agar lembaga-lembaga pengelola zakat ini untuk lebih diperkuat. Dan juga diminta agar distribusi zakat ini bisa tepat sasaran.&amp;ldquo;Karena kita ingin kepercayaan masyarakat kepada lembaga ini terus  diperkuat, sehingga masyarakat tidak ingin selalu memberikan langsung  zakat kepada sesama masyarakat yang kemungkinan penggunaannya bisa  kurang merata. Kalau melalui lembaga, baik BAZNAS (Badan Amil Zakat  Nasional) maupun LAZ (Lembaga Amil Zakat), itu kita sudah pastikan bisa  nantinya bersifat memperbaiki, lalu arah distribusinya ke tempat yang  jelas supaya tepat sasaran,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, apabila pembenahan dapat dilakukan  dengan baik maka penyerapan dana sosial pun dapat meningkat. Sehingga  dalam jangka panjang, jumlah pemberi zakat dapat meningkat dan penerima  manfaat dapat merasakan manfaatnya sesuai kebutuhan.

&amp;ldquo;Kita ingin ke depannya ada pembenahan-pembenahan zakat yang lebih  baik, terutama agar lembaga-lembaga ini bisa menyerap lebih besar  daripada sekarang. Sehingga kita bisa memonitor progress (perkembangan)  nya juga,&quot; jelas Wapres.

&quot;Jadi ada korelasi antara penerimaan melalui lembaga dan non lembaga  ini sangat berpengaruh. Juga kemudian yang kedua bagaimana  mendistribusikan zakat itu kepada upaya-upaya pemberdayaan yang lebih  baik lagi atau tepat sasaran,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA -   Dana Sosial seperti zakat dan wakaf memiliki potensi yang besar untuk membangun kesejahteraan masyarakat. Selain untuk pembangunan sarana dan prasarana keagamaan, implementasi penyaluran zakat dan wakaf juga dapat digunakan di bidang pendidikan, kesehatan dan sosial.

Oleh karena itu, diperlukan pembenahan lembaga pengelola zakat. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga tersebut dapat meningkat dan penyaluran ke masyarakat dapat lebih merata.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Korpri Berikan Syarat Gaji PNS Dipotong 2,5% untuk Zakat
Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, salah satu langkah pembenahan yang dapat dilakukan adalah mendorong digitalisasi. Pasalnya lanjut Wapres, di era modern sekarang ini digitalisasi sudah diakui dapat mempermudah masyarakat dalam melakukan aktivitas-aktivitasnya.

&quot;Jadi, jangan kemudian penerimaan digitalisasi dan kanal-kanal yang harus juga memudahkan untuk bisa sampai. Ini juga sedang kita pikirkan baik kanal untuk zakat maupun kanal untuk wakaf,&quot; ujarnya, Selasa (27/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ketua Baznas Colek Jokowi Terbitkan Perpres Gaji PNS Dipotong Zakat 2,5%
Selain itu, Wapres juga meminta agar lembaga-lembaga pengelola zakat ini untuk lebih diperkuat. Dan juga diminta agar distribusi zakat ini bisa tepat sasaran.&amp;ldquo;Karena kita ingin kepercayaan masyarakat kepada lembaga ini terus  diperkuat, sehingga masyarakat tidak ingin selalu memberikan langsung  zakat kepada sesama masyarakat yang kemungkinan penggunaannya bisa  kurang merata. Kalau melalui lembaga, baik BAZNAS (Badan Amil Zakat  Nasional) maupun LAZ (Lembaga Amil Zakat), itu kita sudah pastikan bisa  nantinya bersifat memperbaiki, lalu arah distribusinya ke tempat yang  jelas supaya tepat sasaran,&quot; jelasnya.

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, apabila pembenahan dapat dilakukan  dengan baik maka penyerapan dana sosial pun dapat meningkat. Sehingga  dalam jangka panjang, jumlah pemberi zakat dapat meningkat dan penerima  manfaat dapat merasakan manfaatnya sesuai kebutuhan.

&amp;ldquo;Kita ingin ke depannya ada pembenahan-pembenahan zakat yang lebih  baik, terutama agar lembaga-lembaga ini bisa menyerap lebih besar  daripada sekarang. Sehingga kita bisa memonitor progress (perkembangan)  nya juga,&quot; jelas Wapres.

&quot;Jadi ada korelasi antara penerimaan melalui lembaga dan non lembaga  ini sangat berpengaruh. Juga kemudian yang kedua bagaimana  mendistribusikan zakat itu kepada upaya-upaya pemberdayaan yang lebih  baik lagi atau tepat sasaran,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
