<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Minyak Melonjak di Tengah Optimisme Permintaan</title><description>Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2401953/harga-minyak-melonjak-di-tengah-optimisme-permintaan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2401953/harga-minyak-melonjak-di-tengah-optimisme-permintaan"/><item><title>Harga Minyak Melonjak di Tengah Optimisme Permintaan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2401953/harga-minyak-melonjak-di-tengah-optimisme-permintaan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2401953/harga-minyak-melonjak-di-tengah-optimisme-permintaan</guid><pubDate>Rabu 28 April 2021 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/28/320/2401953/harga-minyak-melonjak-di-tengah-optimisme-permintaan-LFl5e7uvMU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Mentah (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/28/320/2401953/harga-minyak-melonjak-di-tengah-optimisme-permintaan-LFl5e7uvMU.jpg</image><title>Harga Minyak Mentah (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika OPEC, Rusia dan sekutunya setuju untuk tetap berpegang pada rencana sedikit meningkatkan produksi mulai 1 Mei, menunjukkan mereka tidak melihat dampak jangka panjang terhadap permintaan dari krisis virus Covid-19 di India.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni bertambah 77 sen atau 1,2% ditutup di USD66,42 per barel setelah mencapai tertinggi sesi di USD66,51. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak USD1,03 atau 1,7% menjadi menetap di USD62,94 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Tertekan Imbas Melonjaknya Kasus Covid-19 di India
Harga minyak melepaskan beberapa keuntungan dalam perdagangan pasca penyelesaian setelah stok minyak mentah AS naik sekitar 4,32 juta barel pekan lalu, kata sumber, mengutip data dari American Petroleum Institute.

OPEC+, sebutan sebagai kelompok produsen, juga telah membatalkan rencana untuk mengadakan pertemuan tingkat menteri penuh pada Rabu, kata sumber. Sebuah pertemuan teknis pada Senin (26/4/2021) telah menyuarakan keprihatinan tentang lonjakan kasus COVID-19 tetapi tetap mempertahankan perkiraan permintaan minyaknya tidak berubah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Covid-19 di India
Panel memutuskan untuk tetap berpegang pada kebijakan yang disepakati secara luas pada pertemuan OPEC+ 1 April sebelumnya, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak setelah pembicaraan.OPEC+ menetapkan untuk sedikit mengurangi pengurangan produksi minyak  mulai 1 Mei, di bawah rencana yang disepakati sebelum lonjakan virus  corona di India.

India, importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, telah  mencatat kenaikan harian lebih dari 300.000 kasus selama beberapa hari.  India juga telah melaporkan total hampir 200.000 kematian.

&quot;Kemungkinan peningkatan produksi OPEC+ dapat saling silang dengan  melemahnya permintaan minyak Asia menunjukkan kemungkinan berakhirnya  pengurangan surplus pasokan minyak global yang telah mendukung kompleks  tersebut selama setahun terakhir,&quot; kata Jim Ritterbusch, presiden  Ritterbusch and Associates.

Rekor pemotongan pasokan OPEC+ tahun lalu membantu mendorong  pemulihan harga dari posisi terendah dalam sejarah. Sebagian besar  pembatasan-pembatasan masih berlaku, bahkan setelah rencana untuk  sedikit meningkatkan produksi mulai Mei.

&amp;ldquo;Dengan hanya sedikit peningkatan produksi di luar OPEC+, dan OPEC+  melakukan pendekatan yang hati-hati, kami memperkirakan pasar minyak  akan kekurangan pasokan sebesar 1,5 juta barel per hari tahun ini dan  memperkirakan Brent akan mencapai 75 dolar AS per barel pada paruh kedua  tahun ini,&quot; analis GWM UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan.

Dalam perkembangan lain yang pada akhirnya dapat menambah pasokan ke  pasar, pembicaraan di Wina yang bertujuan menghidupkan kembali  perjanjian nuklir Iran 2015 akan dilanjutkan kembali pada Selasa waktu  setempat.</description><content:encoded>NEW YORK - Harga minyak naik pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), ketika OPEC, Rusia dan sekutunya setuju untuk tetap berpegang pada rencana sedikit meningkatkan produksi mulai 1 Mei, menunjukkan mereka tidak melihat dampak jangka panjang terhadap permintaan dari krisis virus Covid-19 di India.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni bertambah 77 sen atau 1,2% ditutup di USD66,42 per barel setelah mencapai tertinggi sesi di USD66,51. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni melonjak USD1,03 atau 1,7% menjadi menetap di USD62,94 per barel.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Tertekan Imbas Melonjaknya Kasus Covid-19 di India
Harga minyak melepaskan beberapa keuntungan dalam perdagangan pasca penyelesaian setelah stok minyak mentah AS naik sekitar 4,32 juta barel pekan lalu, kata sumber, mengutip data dari American Petroleum Institute.

OPEC+, sebutan sebagai kelompok produsen, juga telah membatalkan rencana untuk mengadakan pertemuan tingkat menteri penuh pada Rabu, kata sumber. Sebuah pertemuan teknis pada Senin (26/4/2021) telah menyuarakan keprihatinan tentang lonjakan kasus COVID-19 tetapi tetap mempertahankan perkiraan permintaan minyaknya tidak berubah.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Harga Minyak Naik Tipis di Tengah Kekhawatiran Lonjakan Covid-19 di India
Panel memutuskan untuk tetap berpegang pada kebijakan yang disepakati secara luas pada pertemuan OPEC+ 1 April sebelumnya, kata Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak setelah pembicaraan.OPEC+ menetapkan untuk sedikit mengurangi pengurangan produksi minyak  mulai 1 Mei, di bawah rencana yang disepakati sebelum lonjakan virus  corona di India.

India, importir minyak mentah terbesar ketiga di dunia, telah  mencatat kenaikan harian lebih dari 300.000 kasus selama beberapa hari.  India juga telah melaporkan total hampir 200.000 kematian.

&quot;Kemungkinan peningkatan produksi OPEC+ dapat saling silang dengan  melemahnya permintaan minyak Asia menunjukkan kemungkinan berakhirnya  pengurangan surplus pasokan minyak global yang telah mendukung kompleks  tersebut selama setahun terakhir,&quot; kata Jim Ritterbusch, presiden  Ritterbusch and Associates.

Rekor pemotongan pasokan OPEC+ tahun lalu membantu mendorong  pemulihan harga dari posisi terendah dalam sejarah. Sebagian besar  pembatasan-pembatasan masih berlaku, bahkan setelah rencana untuk  sedikit meningkatkan produksi mulai Mei.

&amp;ldquo;Dengan hanya sedikit peningkatan produksi di luar OPEC+, dan OPEC+  melakukan pendekatan yang hati-hati, kami memperkirakan pasar minyak  akan kekurangan pasokan sebesar 1,5 juta barel per hari tahun ini dan  memperkirakan Brent akan mencapai 75 dolar AS per barel pada paruh kedua  tahun ini,&quot; analis GWM UBS, Giovanni Staunovo, mengatakan.

Dalam perkembangan lain yang pada akhirnya dapat menambah pasokan ke  pasar, pembicaraan di Wina yang bertujuan menghidupkan kembali  perjanjian nuklir Iran 2015 akan dilanjutkan kembali pada Selasa waktu  setempat.</content:encoded></item></channel></rss>
