<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kondisi Terkini Keuangan Jiwasraya: Aset Cuma Rp15 Triliun, RBC Minus 1.000%</title><description>Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan aset Jiwasraya  pada tahun buku 2020 tercatat hanya mencapai Rp15,72 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2402289/kondisi-terkini-keuangan-jiwasraya-aset-cuma-rp15-triliun-rbc-minus-1-000</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2402289/kondisi-terkini-keuangan-jiwasraya-aset-cuma-rp15-triliun-rbc-minus-1-000"/><item><title>Kondisi Terkini Keuangan Jiwasraya: Aset Cuma Rp15 Triliun, RBC Minus 1.000%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2402289/kondisi-terkini-keuangan-jiwasraya-aset-cuma-rp15-triliun-rbc-minus-1-000</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/320/2402289/kondisi-terkini-keuangan-jiwasraya-aset-cuma-rp15-triliun-rbc-minus-1-000</guid><pubDate>Rabu 28 April 2021 16:12 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/28/320/2402289/kondisi-terkini-keuangan-jiwasraya-aset-cuma-rp15-triliun-rbc-minus-1-000-RCB4HHQT4D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/28/320/2402289/kondisi-terkini-keuangan-jiwasraya-aset-cuma-rp15-triliun-rbc-minus-1-000-RCB4HHQT4D.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan aset Jiwasraya pada tahun buku 2020 tercatat hanya mencapai Rp15,72 triliun. Adapun jumlah liabilitas sebesar Rp54,36 triliun.
Sementara itu, posisi ekuitas negatif hingga Rp38,64 triliun, tak ayal jika rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) Jiwasraya pada 31 Desember 2020 berada pada posisi minus 1.000,3% atau jauh di bawah batas minimal yakni 120%, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Setujui Restrukturisasi, Polis Nasabah Jiwasraya Dialihkan ke Indonesia Financial Group 
 
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menyebut, tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah terlihat pada kondisi keuangan perseroan pada laporan keuangan 2020.
&quot;Tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah dapat terlihat pada kondisi keuangan Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan 2020, di mana total liabilitas polis mencapai Rp 54,4 triliun yang meningkat terus,&quot; ujar Tiko, Rabu (28/4/2021).
Baca Juga: Merasa Diperlakukan Tak Adil, Benny Tjokro Adukan Hakim ke Dewan Pengawas MA dan KY
 
Pemegang saham juga mencatat, nilai aset Jiwasraya Rp 15,72 triliun secara mayoritas tidak likuid dan berkualitas buruk. Kondisi ini diperburuk oleh tidak optimalnya produk perseroan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami defisit ekuitas sebesar Rp 38,6 triliun.
&quot;Kondisi aset yang berkualitas buruk dengan pengeluaran produk yang tidak optimal ini membuat Jiwasraya memiliki defisit ekuitas sebesar kurang lebih Rp 38,6 triliun, nilai yang sangat fantastis,&quot; kata dia.Pemerintah melalui Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya telah  mengupayakan beberapa pendanaan demi mempertahankan operasional  perusahaan, hingga membayar bunga roll over, serta anuitas pensiun yang  terakhir kali dilakukan pada Maret 2020.
Dana untuk menutup beban tersebut, berasal dari penerbitan REPO,  optimalisasi aset properti, hingga penerbitan Medium Term Notes (MTN)  yang dilakukan pada pertengahan 2018-2020.
Lantaran dihadapkan pada masalah liabilitas yang besar dan  menggulung, Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya Farid A  Nasution menyebut, pihaknya menyadari bahwa penyelamatan polis Jiwasraya  tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan skenario pendanaan  yang telah dilakukan.
Untuk itu diperlukan solusi fundamental dan komprehensif dalam rangka  menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. &quot;inilah yang mendasari  pemerintah mendirikan IFG Life dengan memberikan PMN senilai Rp22  triliun, ditambah Rp4,7 triliun dari upaya fundraising yang dilakukan  induk usaha IFG Life,&quot; kata Farid.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memaparkan aset Jiwasraya pada tahun buku 2020 tercatat hanya mencapai Rp15,72 triliun. Adapun jumlah liabilitas sebesar Rp54,36 triliun.
Sementara itu, posisi ekuitas negatif hingga Rp38,64 triliun, tak ayal jika rasio solvabilitas atau risk based capital (RBC) Jiwasraya pada 31 Desember 2020 berada pada posisi minus 1.000,3% atau jauh di bawah batas minimal yakni 120%, sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Baca Juga: Setujui Restrukturisasi, Polis Nasabah Jiwasraya Dialihkan ke Indonesia Financial Group 
 
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo menyebut, tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah terlihat pada kondisi keuangan perseroan pada laporan keuangan 2020.
&quot;Tekanan likuiditas dan solvabilitas yang melemah dapat terlihat pada kondisi keuangan Jiwasraya berdasarkan laporan keuangan 2020, di mana total liabilitas polis mencapai Rp 54,4 triliun yang meningkat terus,&quot; ujar Tiko, Rabu (28/4/2021).
Baca Juga: Merasa Diperlakukan Tak Adil, Benny Tjokro Adukan Hakim ke Dewan Pengawas MA dan KY
 
Pemegang saham juga mencatat, nilai aset Jiwasraya Rp 15,72 triliun secara mayoritas tidak likuid dan berkualitas buruk. Kondisi ini diperburuk oleh tidak optimalnya produk perseroan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami defisit ekuitas sebesar Rp 38,6 triliun.
&quot;Kondisi aset yang berkualitas buruk dengan pengeluaran produk yang tidak optimal ini membuat Jiwasraya memiliki defisit ekuitas sebesar kurang lebih Rp 38,6 triliun, nilai yang sangat fantastis,&quot; kata dia.Pemerintah melalui Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya telah  mengupayakan beberapa pendanaan demi mempertahankan operasional  perusahaan, hingga membayar bunga roll over, serta anuitas pensiun yang  terakhir kali dilakukan pada Maret 2020.
Dana untuk menutup beban tersebut, berasal dari penerbitan REPO,  optimalisasi aset properti, hingga penerbitan Medium Term Notes (MTN)  yang dilakukan pada pertengahan 2018-2020.
Lantaran dihadapkan pada masalah liabilitas yang besar dan  menggulung, Anggota Tim Percepatan Restrukturisasi Jiwasraya Farid A  Nasution menyebut, pihaknya menyadari bahwa penyelamatan polis Jiwasraya  tidak akan berjalan optimal jika hanya mengandalkan skenario pendanaan  yang telah dilakukan.
Untuk itu diperlukan solusi fundamental dan komprehensif dalam rangka  menyelamatkan seluruh polis Jiwasraya. &quot;inilah yang mendasari  pemerintah mendirikan IFG Life dengan memberikan PMN senilai Rp22  triliun, ditambah Rp4,7 triliun dari upaya fundraising yang dilakukan  induk usaha IFG Life,&quot; kata Farid.</content:encoded></item></channel></rss>
