<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Memulai Usaha Kuliner Rumahan</title><description>Usaha kuliner rumahan tidak berbeda dengan usaha-usaha lainnya yang  memerlukan strategi agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/455/2401377/strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/455/2401377/strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan"/><item><title>Strategi Memulai Usaha Kuliner Rumahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/455/2401377/strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/28/455/2401377/strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan</guid><pubDate>Rabu 28 April 2021 04:31 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/27/455/2401377/strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan-RUw9zLUHbS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bisnis Kuliner (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/27/455/2401377/strategi-memulai-usaha-kuliner-rumahan-RUw9zLUHbS.jpg</image><title>Bisnis Kuliner (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Bisnis kuliner rumahan tidak berbeda dengan usaha-usaha lainnya yang memerlukan strategi agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Salah satunya mengenai bagaimana cara memulainya, seperti merancang produk apa yang ingin dijual dan menentukan target konsumen.
Walaupun begitu, usaha kuliner rumahan cenderung mudah untuk dilakukan. Usaha seperti ini memiliki entry barrier rendah alias mudah ditiru orang lain. Itu sebabnya pengusaha perlu berinovasi agar menjadikan produknya unik dan laku di pasaran.
Selain mudahnya proses pembuatan produk, modal yang kecil memberikan peluang bagi siapa pun untuk memulai usaha kuliner jajanan. Usaha ini tidak mengharuskan memiliki kompetensi khusus, seseorang tanpa pendidikan tinggi pun bisa menjadi pengusaha kuliner jajanan.
Baca Juga: Ini Alasan Bisnis Kuliner Jadi Pilihan Peluang Usaha Menjanjikan
 
Dikutip dari buku 19 Inspirasi Bisnis Jajanan Populer dan Lauk Favorit karya Yuyun Anwar, Rabu (28/4/2021), berikut beberapa strategi untuk memulai usaha jajanan dan lauk rumahan.
1. Pahami kondisi pasar
Pengusaha wajib mengetahui kondisi pasar di bidang usaha jajanan populer sebelum memulai usaha. Kondisi yang perlu dipahami meliputi persaingan usaha, tren yang sedang berkembang, karakter usaha, dan cara memasuki pasar. Saat ini, tren makanan siap saji seperti frozen food sedang tinggi, karena masyarakat cenderung mengutamakan kepraktisan.
2. Ciptakan perbedaan unik pada produk
Salah satu upaya membuat produk mudah diingat konsumen adalah menciptakan perbedaan atau keunikan produk. Hal ini penting karena pelaku usaha kuliner sangat banyak. Cari kelebihan apa yang ada dalam produk sehingga konsumen bisa menyukai produk tersebut.
Baca Juga: Anjuran Nabi Muhammad SAW tentang Cara Berdagang yang Berkah
 
3. Hitung target pasar
Target pasar yang jelas berkaitan dengan jumlah investasi dan biaya yang akan dikeluarkan. Jika modal minim, sebaiknya dimulai dengan skala kecil, karena usaha kuliner rumahan seperti ini cenderung fleksibel.
4. Tentukan target penjualan
Pengusaha harus menentukan arah penjualan produk, seperti pemilihan tempat dan merumuskan segmentasi pasar dengan melihat pendapatan atau perilaku konsumen.
5. Hitung investasi peralatan yang dibutuhkan
Setelah menetapkan pasar dan segmentasi, perlu dihitung kebutuhan investasi. Perhitungan investasi peralatan berkaitan dengan tahap penentuan harga jual produk.6. Cari lokasi penjualan yang tepat
Penentuan lokasi usaha kuliner dengan tepat dan strategis sangat  menentukan omzet penjualan. Lokasi mendekati pembeli potensial lebih  tepat dibandingkan memiliki lokasi ramai, tapi jauh dari pembeli  potensial. Kesalahan memilih lokasi akan membuat usaha sulit berkembang.
7. Pahami cara membuat produk dengan baik
Memahami cara pembuatan produk berarti proses pembuatan dibuat secara  terukur dan terstandar dengan baik. Hal ini dapat dipelajari dari  kursus memasak atau membaca buku usaha kuliner. Produk yang dijual harus  sama dan konsisten, dari bentuk, warna, rasa, dan penampilannya.  Ketersediaan bahan baku juga menjadi kunci penting dari kelancaran  supply usaha.
8. Lakukan training pada karyawan
Training karyawan sangat perlu dilakukan karena skill karyawan akan sangat menentukan produktivitas pengolahan kuliner jajanan.
9. Lakukan promosi pengenalan produk
Promosi paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan sample  produk kepada konsumen, menyebar brosur, atau mengundang teman untuk  menikmati jajanan dan lauk yang dijual. Bisa juga melakukan promosi  melalui media sosial, radio, atau iklan di koran.
10. Lakukan evaluasi
Tahap evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari strategi  market yang telah direncanakan sampai sistem manajemen pengolahan  produk. Jika dalam proses aplikasi terdapat ketidaksesuaian, maka perlu  dilakukan tindakan perbaikan. Evaluasi secara dini dapat mengetahui  ketidaksesuaian lebih awal sehingga dapat menghemat biaya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Bisnis kuliner rumahan tidak berbeda dengan usaha-usaha lainnya yang memerlukan strategi agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Salah satunya mengenai bagaimana cara memulainya, seperti merancang produk apa yang ingin dijual dan menentukan target konsumen.
Walaupun begitu, usaha kuliner rumahan cenderung mudah untuk dilakukan. Usaha seperti ini memiliki entry barrier rendah alias mudah ditiru orang lain. Itu sebabnya pengusaha perlu berinovasi agar menjadikan produknya unik dan laku di pasaran.
Selain mudahnya proses pembuatan produk, modal yang kecil memberikan peluang bagi siapa pun untuk memulai usaha kuliner jajanan. Usaha ini tidak mengharuskan memiliki kompetensi khusus, seseorang tanpa pendidikan tinggi pun bisa menjadi pengusaha kuliner jajanan.
Baca Juga: Ini Alasan Bisnis Kuliner Jadi Pilihan Peluang Usaha Menjanjikan
 
Dikutip dari buku 19 Inspirasi Bisnis Jajanan Populer dan Lauk Favorit karya Yuyun Anwar, Rabu (28/4/2021), berikut beberapa strategi untuk memulai usaha jajanan dan lauk rumahan.
1. Pahami kondisi pasar
Pengusaha wajib mengetahui kondisi pasar di bidang usaha jajanan populer sebelum memulai usaha. Kondisi yang perlu dipahami meliputi persaingan usaha, tren yang sedang berkembang, karakter usaha, dan cara memasuki pasar. Saat ini, tren makanan siap saji seperti frozen food sedang tinggi, karena masyarakat cenderung mengutamakan kepraktisan.
2. Ciptakan perbedaan unik pada produk
Salah satu upaya membuat produk mudah diingat konsumen adalah menciptakan perbedaan atau keunikan produk. Hal ini penting karena pelaku usaha kuliner sangat banyak. Cari kelebihan apa yang ada dalam produk sehingga konsumen bisa menyukai produk tersebut.
Baca Juga: Anjuran Nabi Muhammad SAW tentang Cara Berdagang yang Berkah
 
3. Hitung target pasar
Target pasar yang jelas berkaitan dengan jumlah investasi dan biaya yang akan dikeluarkan. Jika modal minim, sebaiknya dimulai dengan skala kecil, karena usaha kuliner rumahan seperti ini cenderung fleksibel.
4. Tentukan target penjualan
Pengusaha harus menentukan arah penjualan produk, seperti pemilihan tempat dan merumuskan segmentasi pasar dengan melihat pendapatan atau perilaku konsumen.
5. Hitung investasi peralatan yang dibutuhkan
Setelah menetapkan pasar dan segmentasi, perlu dihitung kebutuhan investasi. Perhitungan investasi peralatan berkaitan dengan tahap penentuan harga jual produk.6. Cari lokasi penjualan yang tepat
Penentuan lokasi usaha kuliner dengan tepat dan strategis sangat  menentukan omzet penjualan. Lokasi mendekati pembeli potensial lebih  tepat dibandingkan memiliki lokasi ramai, tapi jauh dari pembeli  potensial. Kesalahan memilih lokasi akan membuat usaha sulit berkembang.
7. Pahami cara membuat produk dengan baik
Memahami cara pembuatan produk berarti proses pembuatan dibuat secara  terukur dan terstandar dengan baik. Hal ini dapat dipelajari dari  kursus memasak atau membaca buku usaha kuliner. Produk yang dijual harus  sama dan konsisten, dari bentuk, warna, rasa, dan penampilannya.  Ketersediaan bahan baku juga menjadi kunci penting dari kelancaran  supply usaha.
8. Lakukan training pada karyawan
Training karyawan sangat perlu dilakukan karena skill karyawan akan sangat menentukan produktivitas pengolahan kuliner jajanan.
9. Lakukan promosi pengenalan produk
Promosi paling sederhana yang bisa dilakukan adalah memberikan sample  produk kepada konsumen, menyebar brosur, atau mengundang teman untuk  menikmati jajanan dan lauk yang dijual. Bisa juga melakukan promosi  melalui media sosial, radio, atau iklan di koran.
10. Lakukan evaluasi
Tahap evaluasi dapat dilakukan secara menyeluruh mulai dari strategi  market yang telah direncanakan sampai sistem manajemen pengolahan  produk. Jika dalam proses aplikasi terdapat ketidaksesuaian, maka perlu  dilakukan tindakan perbaikan. Evaluasi secara dini dapat mengetahui  ketidaksesuaian lebih awal sehingga dapat menghemat biaya.</content:encoded></item></channel></rss>
