<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dolar AS Lesu Tertekan Sekeranjang Mata Uang Utama</title><description>Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/278/2402574/dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/278/2402574/dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama"/><item><title>Dolar AS Lesu Tertekan Sekeranjang Mata Uang Utama</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/278/2402574/dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/278/2402574/dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama</guid><pubDate>Kamis 29 April 2021 07:27 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/29/278/2402574/dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama-CXGqtCWWYA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar (Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/29/278/2402574/dolar-as-lesu-tertekan-sekeranjang-mata-uang-utama-CXGqtCWWYA.jpg</image><title>Dolar (Reuters)</title></images><description>NEW YORK - Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve memupus harapan penurunan awal dalam pembelian obligasi bulanan dan secara keseluruhan berhati-hati tentang prospek inflasi dan ekonomi secara keseluruhan.

Pada akhir pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari, Fed, seperti yang diperkirakan, mempertahankan suku bunga tidak berubah mendekati nol tetapi mengakui peningkatan dalam ekonomi AS.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Anjlok Imbas Imbal Hasil Obligasi AS Melemah
Ketua Fed Jerome Powell, dalam sambutannya setelah pernyataan bank sentral, mengatakan ini bukan waktunya untuk berbicara tentang pengurangan pembelian asetnya. Pernyataan itu memicu penurunan lebih lanjut dalam dolar.

Greenback telah menguat sehubungan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan pandangan bahwa program vaksinasi yang berhasil dan penguatan data ekonomi akan mendorong The Fed untuk berbicara tentang mengurangi pembelian obligasi lebih cepat daripada yang diperkirakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Melemah Terbebani Imbal Hasil Obligasi AS
&quot;Powell melemparkan air dingin pada pembicaraan tentang tapering (pengurangan bertahap stimulus bank sentral),&quot; dan itu telah menjadi pendorong utama dalam pergerakan melemahnya dolar, kata Ron Simpson, direktur pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics di Tampa, Florida.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun merosot menjadi 1,618 persen setelah komentar Powell.&quot;Jalur ekonomi akan sangat bergantung pada jalannya virus, termasuk  kemajuan vaksinasi,&quot; kata Fed dalam pernyataannya. &quot;Krisis kesehatan  masyarakat yang sedang berlangsung terus membebani ekonomi dan risiko  terhadap prospek ekonomi tetap ada.&quot;

Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar, yang mengukur greenback  terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 90,576  dolar.

Euro menguat 0,3 persen menjadi 1,2126 dolar, sedangkan dolar  tergelincir 0,1 persen terhadap mata uang Jepang menjadi 108,59 yen.

&quot;Seperti apa adanya, tidak ada di sini untuk mengubah pandangan kami  bahwa Fed tidak akan mulai mengurangi pembelian aset bulanan sampai awal  tahun depan dan tidak akan mulai menaikkan suku bunga hingga akhir  2023,&quot; kata Paul Ashworth, kepala ekonom AS di Capital Economics, dalam  sebuah catatan yang dikirim setelah pernyataan Fed.

Powell juga menegaskan kembali bahwa kenaikan inflasi tahun ini  bersifat sementara dan itu tidak akan memenuhi standar untuk menaikkan  suku bunga.

&quot;Pada titik tertentu, inflasi AS akan meningkat dan Powell sangat  jelas tentang itu,&quot; kata Simpson dari Action Economics. &quot;Tapi saya tidak  berpikir itu akan terjadi dalam semalam dan ketika itu terjadi, itulah  saat dimana imbal hasil obligasi akan bergerak lebih tinggi lagi,&quot; dan  dolar akan bergerak lebih tinggi bersama mereka.

Di pasar mata uang kripto, ethereum mencapai rekor tertinggi baru  2.747,01 dolar AS pada Rabu (28/4/2021) setelah berita bahwa Bank  Investasi Eropa telah mengumpulkan 100 juta euro (121 juta dolar AS)  dari penjualan obligasi digital dua tahun di jaringan publik blockchain  ethereum.</description><content:encoded>NEW YORK - Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah Federal Reserve memupus harapan penurunan awal dalam pembelian obligasi bulanan dan secara keseluruhan berhati-hati tentang prospek inflasi dan ekonomi secara keseluruhan.

Pada akhir pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) selama dua hari, Fed, seperti yang diperkirakan, mempertahankan suku bunga tidak berubah mendekati nol tetapi mengakui peningkatan dalam ekonomi AS.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Anjlok Imbas Imbal Hasil Obligasi AS Melemah
Ketua Fed Jerome Powell, dalam sambutannya setelah pernyataan bank sentral, mengatakan ini bukan waktunya untuk berbicara tentang pengurangan pembelian asetnya. Pernyataan itu memicu penurunan lebih lanjut dalam dolar.

Greenback telah menguat sehubungan dengan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS dengan pandangan bahwa program vaksinasi yang berhasil dan penguatan data ekonomi akan mendorong The Fed untuk berbicara tentang mengurangi pembelian obligasi lebih cepat daripada yang diperkirakan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Dolar Melemah Terbebani Imbal Hasil Obligasi AS
&quot;Powell melemparkan air dingin pada pembicaraan tentang tapering (pengurangan bertahap stimulus bank sentral),&quot; dan itu telah menjadi pendorong utama dalam pergerakan melemahnya dolar, kata Ron Simpson, direktur pelaksana, analisis mata uang global di Action Economics di Tampa, Florida.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun merosot menjadi 1,618 persen setelah komentar Powell.&quot;Jalur ekonomi akan sangat bergantung pada jalannya virus, termasuk  kemajuan vaksinasi,&quot; kata Fed dalam pernyataannya. &quot;Krisis kesehatan  masyarakat yang sedang berlangsung terus membebani ekonomi dan risiko  terhadap prospek ekonomi tetap ada.&quot;

Dalam perdagangan sore hari, indeks dolar, yang mengukur greenback  terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,3 persen menjadi 90,576  dolar.

Euro menguat 0,3 persen menjadi 1,2126 dolar, sedangkan dolar  tergelincir 0,1 persen terhadap mata uang Jepang menjadi 108,59 yen.

&quot;Seperti apa adanya, tidak ada di sini untuk mengubah pandangan kami  bahwa Fed tidak akan mulai mengurangi pembelian aset bulanan sampai awal  tahun depan dan tidak akan mulai menaikkan suku bunga hingga akhir  2023,&quot; kata Paul Ashworth, kepala ekonom AS di Capital Economics, dalam  sebuah catatan yang dikirim setelah pernyataan Fed.

Powell juga menegaskan kembali bahwa kenaikan inflasi tahun ini  bersifat sementara dan itu tidak akan memenuhi standar untuk menaikkan  suku bunga.

&quot;Pada titik tertentu, inflasi AS akan meningkat dan Powell sangat  jelas tentang itu,&quot; kata Simpson dari Action Economics. &quot;Tapi saya tidak  berpikir itu akan terjadi dalam semalam dan ketika itu terjadi, itulah  saat dimana imbal hasil obligasi akan bergerak lebih tinggi lagi,&quot; dan  dolar akan bergerak lebih tinggi bersama mereka.

Di pasar mata uang kripto, ethereum mencapai rekor tertinggi baru  2.747,01 dolar AS pada Rabu (28/4/2021) setelah berita bahwa Bank  Investasi Eropa telah mengumpulkan 100 juta euro (121 juta dolar AS)  dari penjualan obligasi digital dua tahun di jaringan publik blockchain  ethereum.</content:encoded></item></channel></rss>
