<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terpisah-pisah, Erick Thohir Ingin Aset Fisik BUMN dan Pemda Terintegrasi</title><description>Kementerian BUMN menginginkan adanya integrasi sistem antara aset fisik milik perseroan negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402684/terpisah-pisah-erick-thohir-ingin-aset-fisik-bumn-dan-pemda-terintegrasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402684/terpisah-pisah-erick-thohir-ingin-aset-fisik-bumn-dan-pemda-terintegrasi"/><item><title>Terpisah-pisah, Erick Thohir Ingin Aset Fisik BUMN dan Pemda Terintegrasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402684/terpisah-pisah-erick-thohir-ingin-aset-fisik-bumn-dan-pemda-terintegrasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402684/terpisah-pisah-erick-thohir-ingin-aset-fisik-bumn-dan-pemda-terintegrasi</guid><pubDate>Kamis 29 April 2021 11:26 WIB</pubDate><dc:creator>Suparjo Ramalan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/29/320/2402684/terpisah-pisah-erick-thohir-ingin-aset-fisik-bumn-dan-pemda-terintegrasi-FAaD7pxm7r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Website BUMN)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/29/320/2402684/terpisah-pisah-erick-thohir-ingin-aset-fisik-bumn-dan-pemda-terintegrasi-FAaD7pxm7r.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Website BUMN)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan adanya integrasi sistem antara aset fisik milik perseroan negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah itu bisa diwujudkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda).

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, saat ini aset fisik milik perusahaan pelat merah dan BUMD masih terpisah-pisah. Di wilayah DKI Jakarta, dia mencontohkan seperti gedung milik BUMN dan fasilitas milik Pemprov DKI masih terfragmentasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Baru 11% Wanita Jadi Pemimpin di BUMN, Erick Thohir Belum Puas
Padahal, adanya sistem yang mengintegrasikan aset tersebut mampu mendorong kinerja masing-masing perusahaan. Misalnya, di sektor aviasi dan pariwisata, integrasi aset mampu memberikan fasilitas dan pelayanan yang optimal bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

&quot;Kita melihat infrastruktur yang ada saat ini perlu bersama-sama ditingkatkan, karena sekarang masih terpisah-pisah, baik gedung yang dimiliki BUMN, BI, fasilitas dari pemda, ataupun tadi yang namanya fasilitas Sunda Kelapa ini, semuanya masih terpisah-pisah,&quot; ujar Erick saat ditemui di Kawasan Kota Tua, Dikutip Kamis (29/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Bahas Pembentukan Holding BUMN Pangan, Hasilnya?
Mantan Bos Inter Milan itu mencatat, perlu adanya langkah kerja sama strategis dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan hal tersebut.&quot;Perlu ada dobrakan sebuah strategi yang terintegrasi secara total  supaya ini menjadi tempat tujuan yang layak untuk wisatawan,&quot; kata dia.

Di sektor pariwisata, Kementerian BUMN melalui melalui PT  Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism  Development Corporation (ITDC) masuk dalam Joint Venture (JV). Joint  Venture ini terdiri dari Experience Board atau PT Jakarta Tourisindo  (JXB) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Kolaborasi tiga entitas ditandai dengan penandatanganan dokumen  Perjanjian Pokok atau Head of Agreement (HoA). Langkah tersebut  sekaligus bertujuan membangkitkan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa menjadi  destinasi wisata kelas dunia.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginginkan adanya integrasi sistem antara aset fisik milik perseroan negara dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah itu bisa diwujudkan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah (pemda).

Menteri BUMN, Erick Thohir menyebut, saat ini aset fisik milik perusahaan pelat merah dan BUMD masih terpisah-pisah. Di wilayah DKI Jakarta, dia mencontohkan seperti gedung milik BUMN dan fasilitas milik Pemprov DKI masih terfragmentasi.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Baru 11% Wanita Jadi Pemimpin di BUMN, Erick Thohir Belum Puas
Padahal, adanya sistem yang mengintegrasikan aset tersebut mampu mendorong kinerja masing-masing perusahaan. Misalnya, di sektor aviasi dan pariwisata, integrasi aset mampu memberikan fasilitas dan pelayanan yang optimal bagi wisatawan lokal dan mancanegara.

&quot;Kita melihat infrastruktur yang ada saat ini perlu bersama-sama ditingkatkan, karena sekarang masih terpisah-pisah, baik gedung yang dimiliki BUMN, BI, fasilitas dari pemda, ataupun tadi yang namanya fasilitas Sunda Kelapa ini, semuanya masih terpisah-pisah,&quot; ujar Erick saat ditemui di Kawasan Kota Tua, Dikutip Kamis (29/4/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Jokowi Bahas Pembentukan Holding BUMN Pangan, Hasilnya?
Mantan Bos Inter Milan itu mencatat, perlu adanya langkah kerja sama strategis dari pemerintah pusat dan daerah untuk mengintegrasikan hal tersebut.&quot;Perlu ada dobrakan sebuah strategi yang terintegrasi secara total  supaya ini menjadi tempat tujuan yang layak untuk wisatawan,&quot; kata dia.

Di sektor pariwisata, Kementerian BUMN melalui melalui PT  Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism  Development Corporation (ITDC) masuk dalam Joint Venture (JV). Joint  Venture ini terdiri dari Experience Board atau PT Jakarta Tourisindo  (JXB) dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Kolaborasi tiga entitas ditandai dengan penandatanganan dokumen  Perjanjian Pokok atau Head of Agreement (HoA). Langkah tersebut  sekaligus bertujuan membangkitkan kawasan Kota Tua-Sunda Kelapa menjadi  destinasi wisata kelas dunia.</content:encoded></item></channel></rss>
