<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Covid-19, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Rugi Rp1.356 Triliun</title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa Covid-19 membuat tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402789/ada-covid-19-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-rugi-rp1-356-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402789/ada-covid-19-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-rugi-rp1-356-triliun"/><item><title>Ada Covid-19, Sri Mulyani Sebut Ekonomi RI Rugi Rp1.356 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402789/ada-covid-19-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-rugi-rp1-356-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402789/ada-covid-19-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-rugi-rp1-356-triliun</guid><pubDate>Kamis 29 April 2021 13:36 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/29/320/2402789/ada-covid-19-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-rugi-rp1-356-triliun-vg1UG65Yu7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sri Mulyani (Facebook SMIndrawati)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/29/320/2402789/ada-covid-19-sri-mulyani-sebut-ekonomi-ri-rugi-rp1-356-triliun-vg1UG65Yu7.jpg</image><title>Sri Mulyani (Facebook SMIndrawati)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa Covid-19 membuat tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan  pandemi membuat Negara kehilangan potensi keuangan ribuan triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Setara Bangun 9.352 Km Jalan, untuk Apa Saja Anggaran Covid-19?
&quot;Kalau kita estimasi dari hilangnya kesempatan kita untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebelum Covid-19 yang ditargetkan 5,3% kemudian berakhir minus 2%, nilai ekonomi yang hilang akibat pandemi sebesar Rp1.356 triliun,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (29/4/2021).

Mantan anggota Bank Dunia ini merinci angka itu setara dengan 8,8%  dari produk domestik bruto (PDB) 2020. Besarnya, belanja ini karena pemerintah melakukan kebijakan menjaga kestabilan (countercyclical) untuk menahan dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi.
Baca juga: Pemerintah Serius Nih! Anggaran Covid-19 Capai Rp130,03 Triliun, Sri Mulyani: Setara Bangun 9.352 Km Jalan 
&quot; Tdak berarti kita terlena atau tidak menganggap persoalan perlu diperhatikan serius , namun seluruh dunia lakukan countercyclical,&quot; bebernya.
Dia menambahkan pada tahun 2021, belanja negara bertambah Rp284,2  triliun atau naik 12,3%  dibandingkan tahun 2019. Di sisi lain,  pendapatan negara mengalami penurunan yang cukup dalam, yaitu Rp312,8  triliun.  Sedangkan tahun ini, belanja negara naik Rp156,5 triliun atau  tumbuh 6% dibandingkan tahun 2020. Utang neto bertambah Rp1.177,4  triliun dan beban bunga utang naik Rp59,2 triliun jadi Rp373,3 triliun.

&amp;ldquo;Ini masih perjalanan yang cukup panjang. Pada 2021 kita juga masih  melihat kebutuhan yang meningkat dan pendapatan yang belum pulih karena  kita memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat bahwa Covid-19 membuat tekanan yang luar biasa terhadap perekonomian Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan  pandemi membuat Negara kehilangan potensi keuangan ribuan triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Setara Bangun 9.352 Km Jalan, untuk Apa Saja Anggaran Covid-19?
&quot;Kalau kita estimasi dari hilangnya kesempatan kita untuk mendapatkan pertumbuhan ekonomi tahun 2020 sebelum Covid-19 yang ditargetkan 5,3% kemudian berakhir minus 2%, nilai ekonomi yang hilang akibat pandemi sebesar Rp1.356 triliun,&amp;rdquo; kata Sri Mulyani dalam video virtual, Kamis (29/4/2021).

Mantan anggota Bank Dunia ini merinci angka itu setara dengan 8,8%  dari produk domestik bruto (PDB) 2020. Besarnya, belanja ini karena pemerintah melakukan kebijakan menjaga kestabilan (countercyclical) untuk menahan dampak negatif Covid-19 terhadap ekonomi.
Baca juga: Pemerintah Serius Nih! Anggaran Covid-19 Capai Rp130,03 Triliun, Sri Mulyani: Setara Bangun 9.352 Km Jalan 
&quot; Tdak berarti kita terlena atau tidak menganggap persoalan perlu diperhatikan serius , namun seluruh dunia lakukan countercyclical,&quot; bebernya.
Dia menambahkan pada tahun 2021, belanja negara bertambah Rp284,2  triliun atau naik 12,3%  dibandingkan tahun 2019. Di sisi lain,  pendapatan negara mengalami penurunan yang cukup dalam, yaitu Rp312,8  triliun.  Sedangkan tahun ini, belanja negara naik Rp156,5 triliun atau  tumbuh 6% dibandingkan tahun 2020. Utang neto bertambah Rp1.177,4  triliun dan beban bunga utang naik Rp59,2 triliun jadi Rp373,3 triliun.

&amp;ldquo;Ini masih perjalanan yang cukup panjang. Pada 2021 kita juga masih  melihat kebutuhan yang meningkat dan pendapatan yang belum pulih karena  kita memberi bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
