<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belanja Negara Rp2.775 Triliun di 2022, Sri Mulyani: Bukan untuk Gedung dan Kendaraan Dinas   </title><description>Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja negara pada postur APBN 2022 diprediksi 14,69%-15,29% dari PDB</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402944/belanja-negara-rp2-775-triliun-di-2022-sri-mulyani-bukan-untuk-gedung-dan-kendaraan-dinas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402944/belanja-negara-rp2-775-triliun-di-2022-sri-mulyani-bukan-untuk-gedung-dan-kendaraan-dinas"/><item><title>Belanja Negara Rp2.775 Triliun di 2022, Sri Mulyani: Bukan untuk Gedung dan Kendaraan Dinas   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402944/belanja-negara-rp2-775-triliun-di-2022-sri-mulyani-bukan-untuk-gedung-dan-kendaraan-dinas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/29/320/2402944/belanja-negara-rp2-775-triliun-di-2022-sri-mulyani-bukan-untuk-gedung-dan-kendaraan-dinas</guid><pubDate>Kamis 29 April 2021 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/29/320/2402944/belanja-negara-rp2-775-triliun-di-2022-sri-mulyani-bukan-untuk-gedung-dan-kendaraan-dinas-Pwd9krqVuQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/29/320/2402944/belanja-negara-rp2-775-triliun-di-2022-sri-mulyani-bukan-untuk-gedung-dan-kendaraan-dinas-Pwd9krqVuQ.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja  negara pada postur APBN 2022 diprediksi 14,69%-15,29% dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp2.631,8-Rp2.775,3 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja negara akan diprioritaskan untuk transformasi ekonomi, bukan untuk membangun gedung-gedung atau membeli kendaraan dinas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Postur APBN 2022: Defisit Rp879 Triliun hingga Rasio Utang 44% PDB
Rinciannya,  belanja negara itu berasal dari target belanja pemerintah pusat yang ditargetkan sebesar 10,36%-10,63% dari PDB, atau sebesar Rp1.856-Rp1.929,9 triliun, dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar 4,33%-466% dari PDB, atau Rp775,8-Rp845,3 triliun.
&quot;Efisiensi  belanja kita lakukan seperti  belanja yang non prioritas baik di pusat maupun di daerah dengan penajaman belanja barang, belanja modal terutama untuk transformasi ekonomi, bukan untuk pembangunan gedung-gedung dan kendaraan dinas,&quot; kata Sri Mulyani dalam virtual, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ibaratkan APBN seperti Mengelola Uang Kas di Kelas
Dia mengatakan , belanja negara itu akan difokuskan untuk mewujudkan transformasi ekonomi dengan membangun infrastruktur strategis, dan belanja untuk membantu masyarakat.
&quot;Belanja kementerian atau lembaga akan kita kendalikan dalam beberapa hal untuk terus memperbaiki kinerja dan efisiensi birokrasi,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat belanja  negara pada postur APBN 2022 diprediksi 14,69%-15,29% dari produk domestik bruto (PDB) atau sebesar Rp2.631,8-Rp2.775,3 triliun.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, belanja negara akan diprioritaskan untuk transformasi ekonomi, bukan untuk membangun gedung-gedung atau membeli kendaraan dinas.
Baca Juga:&amp;nbsp;Postur APBN 2022: Defisit Rp879 Triliun hingga Rasio Utang 44% PDB
Rinciannya,  belanja negara itu berasal dari target belanja pemerintah pusat yang ditargetkan sebesar 10,36%-10,63% dari PDB, atau sebesar Rp1.856-Rp1.929,9 triliun, dan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) sebesar 4,33%-466% dari PDB, atau Rp775,8-Rp845,3 triliun.
&quot;Efisiensi  belanja kita lakukan seperti  belanja yang non prioritas baik di pusat maupun di daerah dengan penajaman belanja barang, belanja modal terutama untuk transformasi ekonomi, bukan untuk pembangunan gedung-gedung dan kendaraan dinas,&quot; kata Sri Mulyani dalam virtual, Kamis (29/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Sri Mulyani Ibaratkan APBN seperti Mengelola Uang Kas di Kelas
Dia mengatakan , belanja negara itu akan difokuskan untuk mewujudkan transformasi ekonomi dengan membangun infrastruktur strategis, dan belanja untuk membantu masyarakat.
&quot;Belanja kementerian atau lembaga akan kita kendalikan dalam beberapa hal untuk terus memperbaiki kinerja dan efisiensi birokrasi,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
