<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba Unilever Turun 8,83% Capai Rp1,69 Triliun di Kuartal I</title><description>PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/278/2403328/laba-unilever-turun-8-83-capai-rp1-69-triliun-di-kuartal-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/278/2403328/laba-unilever-turun-8-83-capai-rp1-69-triliun-di-kuartal-i"/><item><title>Laba Unilever Turun 8,83% Capai Rp1,69 Triliun di Kuartal I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/278/2403328/laba-unilever-turun-8-83-capai-rp1-69-triliun-di-kuartal-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/278/2403328/laba-unilever-turun-8-83-capai-rp1-69-triliun-di-kuartal-i</guid><pubDate>Jum'at 30 April 2021 11:40 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/30/278/2403328/laba-unilever-turun-8-83-capai-rp1-69-triliun-di-kuartal-i-ecfF7cHaQ0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saham (reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/30/278/2403328/laba-unilever-turun-8-83-capai-rp1-69-triliun-di-kuartal-i-ecfF7cHaQ0.jpg</image><title>Saham (reuters)</title></images><description>JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,69 triliun atau lebih rendah 8,83 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp1,86 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp10,28 triliun atau turun 7,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,15 triliun dengan laba per saham dasar Rp45.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Laba Unilever Turun 3,1% Jadi Rp7,16 Triliun di 2020
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengatakan, dalam pembandingan dengan periode yang sama tahun lalu, perlu diingat bahwa pembatasan aktivitas masyarakat dikarenakan Covid-19 belum berlangsung pada kuartal I-2020.

Pasca liburan tahun baru 2021 kenaikan kasus Covid-19 berdampak pada pemberlakuan kembali pembatasan pergerakan, menyebabkan pertumbuhan pasar industri konsumen masih terus mengalami perlambatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ira Noviarti Jadi Bos Baru Unilever Indonesia
&amp;ldquo;Menghadapi pandemi yang berkepanjangan, Perseroan tetap berfokus pada pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang yang ditentukan oleh tiga prioritas utama kami yaitu ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, keselamatan dan kesejahteraan karyawan, dan berkontribusi pada berbagai upaya yang dilakukan pemerintah agar Indonesia segera bangkit lebih kuat pasca pandemi,&quot; ujar Ira dalam keterangan tertulis.Adapun penjualan bersih Perseroan terdiri atas penjualan dalam negeri  dan ekspor. Dalam negeri tercatat Rp9,82 triliun atau lebih rendah dari  sebelumnya Rp10,63 triliun; ekspor tercatat Rp458,05 miliar atau lebih  rendah dari sebelumnya Rp521,69 miliar.

Penjualan kepada pihak berelasi terbesar kepada Unilever Asia Private  Limited sebesar Rp151,78 miliar, kemudian Unilever (Malaysia) Holdings  Sdn Bhd sebesar Rp86,11 miliar dan Unilever Philippines sebesar Rp50,07  miliar.

UNVR mencatatkan adanya penurunan harga pokok penjualan di kuartal  I-2021 menjadi Rp4,88 triliun dibanding periode yang sama tahun  sebelumnya Rp5,30 triliun, beban pemasaran dan penjualan juga mengalami  penurunan menjadi Rp2,17 triliun dari sebelumnya Rp2,34 triliun serta  beban umum dan administrasi turun menjadi Rp994,71 miliar dari  sebelumnya Rp1,10 triliun.

Unilever Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp15,08 triliun dan  ekuitas Rp6,56 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi  Rp21,64 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp20,53 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan penurunan laba bersih pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,69 triliun atau lebih rendah 8,83 persen dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp1,86 triliun.

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp10,28 triliun atau turun 7,80 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11,15 triliun dengan laba per saham dasar Rp45.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Laba Unilever Turun 3,1% Jadi Rp7,16 Triliun di 2020
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Ira Noviarti mengatakan, dalam pembandingan dengan periode yang sama tahun lalu, perlu diingat bahwa pembatasan aktivitas masyarakat dikarenakan Covid-19 belum berlangsung pada kuartal I-2020.

Pasca liburan tahun baru 2021 kenaikan kasus Covid-19 berdampak pada pemberlakuan kembali pembatasan pergerakan, menyebabkan pertumbuhan pasar industri konsumen masih terus mengalami perlambatan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ira Noviarti Jadi Bos Baru Unilever Indonesia
&amp;ldquo;Menghadapi pandemi yang berkepanjangan, Perseroan tetap berfokus pada pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis jangka panjang yang ditentukan oleh tiga prioritas utama kami yaitu ketersediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, keselamatan dan kesejahteraan karyawan, dan berkontribusi pada berbagai upaya yang dilakukan pemerintah agar Indonesia segera bangkit lebih kuat pasca pandemi,&quot; ujar Ira dalam keterangan tertulis.Adapun penjualan bersih Perseroan terdiri atas penjualan dalam negeri  dan ekspor. Dalam negeri tercatat Rp9,82 triliun atau lebih rendah dari  sebelumnya Rp10,63 triliun; ekspor tercatat Rp458,05 miliar atau lebih  rendah dari sebelumnya Rp521,69 miliar.

Penjualan kepada pihak berelasi terbesar kepada Unilever Asia Private  Limited sebesar Rp151,78 miliar, kemudian Unilever (Malaysia) Holdings  Sdn Bhd sebesar Rp86,11 miliar dan Unilever Philippines sebesar Rp50,07  miliar.

UNVR mencatatkan adanya penurunan harga pokok penjualan di kuartal  I-2021 menjadi Rp4,88 triliun dibanding periode yang sama tahun  sebelumnya Rp5,30 triliun, beban pemasaran dan penjualan juga mengalami  penurunan menjadi Rp2,17 triliun dari sebelumnya Rp2,34 triliun serta  beban umum dan administrasi turun menjadi Rp994,71 miliar dari  sebelumnya Rp1,10 triliun.

Unilever Indonesia mencatatkan liabilitas sebesar Rp15,08 triliun dan  ekuitas Rp6,56 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi  Rp21,64 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp20,53 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
