<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Trenggono: Inovasi Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan Bisa Untungkan Ekonomi</title><description>Sakti Wahyu Trenggono mendukung penuh inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan untuk digunakan oleh nelayan di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/320/2403630/trenggono-inovasi-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan-bisa-untungkan-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/320/2403630/trenggono-inovasi-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan-bisa-untungkan-ekonomi"/><item><title>Trenggono: Inovasi Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan Bisa Untungkan Ekonomi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/320/2403630/trenggono-inovasi-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan-bisa-untungkan-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/04/30/320/2403630/trenggono-inovasi-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan-bisa-untungkan-ekonomi</guid><pubDate>Jum'at 30 April 2021 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/30/320/2403630/trenggono-inovasi-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan-bisa-untungkan-ekonomi-kJcLR4DXBn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/30/320/2403630/trenggono-inovasi-alat-tangkap-ikan-ramah-lingkungan-bisa-untungkan-ekonomi-kJcLR4DXBn.jpg</image><title>Menteri KKP Edhy Prabowo (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mendukung penuh inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan untuk digunakan oleh nelayan di Indonesia. Alat tangkap ramah lingkungan memberi keuntungan dua sisi, yakni sisi ekonomi dan juga kelestarian lingkungan.
&quot;Saya sangat senang, saya mendukung penuh inovasi-inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan yang telah dibuat oleh rekan-rekan di BBPI Semarang ini. Ini mendukung tujuan kita semua untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di laut,&quot; ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Kapal Pengawas KKP Kejar Pencuri Ikan di Laut Natuna Utara
 
Alat tangkap ramah lingkungan hasil inovasi BBPI Semarang ini dinamai rumah ikan. Rumah ikan memiliki beberapa keunggulan, diantaranya ukurannya yang besar sehingga ikan-ikan yang diambil/tertangkap adalah ikan-ikan besar dan lebih ramah lingkungan.
Menteri Trenggono meminta Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Hal ini dilakukan selain untuk membantu mewujudkan kesejahteraan nelayan-nelayan di Indonesia, juga sebagai implementasi dari ekonomi biru.
Baca Juga: KKP Rumuskan Pengenaan Sanksi Administratif di Kelautan dan Perikanan
 
&quot;Saya minta Pak (Plt) Dirjen Tangkap untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Kalau rumah ikan ini kita pasang satu-satu di spot-spot yang sudah disiapkan, ini menjadi salah satu implementasi dari ekonomi biru. Harapannya di satu titik nelayan kita bisa mendapat ikan banyak disitu, ini lebih baik dari menggunakan jaring. Jadi yang diambil ikan-ikan yang sudah besar, sehingga ekonomi biru bisa diwujudkan,&quot; ungkap dia.Selain Rumah Ikan, BBPI Semarang juga membuat inovasi alat tangkap  ikan bernama Bubu Lipat. Alat tangkap ini juga memiliki ukuran yang  besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai  umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.
Alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang  sebelumnya memakai alat tangkap Bubu Tradisional yang terbuat dari  bambu, dimana ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk  penyimpanan dan juga tidak tahan lama.
Selain telah digunakan nelayan Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna.
Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Menteri Trenggono  mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap  ramah lingkungannya. Ia juga mengimbau agar nelayan menghindari  penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil, demi menjaga  keberlanjutan ekosistem laut dan mewujudkan ekonomi biru.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono mendukung penuh inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan untuk digunakan oleh nelayan di Indonesia. Alat tangkap ramah lingkungan memberi keuntungan dua sisi, yakni sisi ekonomi dan juga kelestarian lingkungan.
&quot;Saya sangat senang, saya mendukung penuh inovasi-inovasi alat tangkap ikan ramah lingkungan yang telah dibuat oleh rekan-rekan di BBPI Semarang ini. Ini mendukung tujuan kita semua untuk mewujudkan keberlanjutan ekosistem di laut,&quot; ujar Menteri Trenggono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp; Kapal Pengawas KKP Kejar Pencuri Ikan di Laut Natuna Utara
 
Alat tangkap ramah lingkungan hasil inovasi BBPI Semarang ini dinamai rumah ikan. Rumah ikan memiliki beberapa keunggulan, diantaranya ukurannya yang besar sehingga ikan-ikan yang diambil/tertangkap adalah ikan-ikan besar dan lebih ramah lingkungan.
Menteri Trenggono meminta Plt Dirjen Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Hal ini dilakukan selain untuk membantu mewujudkan kesejahteraan nelayan-nelayan di Indonesia, juga sebagai implementasi dari ekonomi biru.
Baca Juga: KKP Rumuskan Pengenaan Sanksi Administratif di Kelautan dan Perikanan
 
&quot;Saya minta Pak (Plt) Dirjen Tangkap untuk segera menyusun program pembuatan rumah ikan ini secara masif. Kalau rumah ikan ini kita pasang satu-satu di spot-spot yang sudah disiapkan, ini menjadi salah satu implementasi dari ekonomi biru. Harapannya di satu titik nelayan kita bisa mendapat ikan banyak disitu, ini lebih baik dari menggunakan jaring. Jadi yang diambil ikan-ikan yang sudah besar, sehingga ekonomi biru bisa diwujudkan,&quot; ungkap dia.Selain Rumah Ikan, BBPI Semarang juga membuat inovasi alat tangkap  ikan bernama Bubu Lipat. Alat tangkap ini juga memiliki ukuran yang  besar, dapat dilipat, mudah dalam pelipatan dan penegakan, mempunyai  umur ekonomi yang lebih panjang dan tentunya ramah lingkungan.
Alat tangkap ini telah digunakan untuk melatih nelayan Belitung yang  sebelumnya memakai alat tangkap Bubu Tradisional yang terbuat dari  bambu, dimana ukurannya sangat besar dan membutuhkan ruang besar untuk  penyimpanan dan juga tidak tahan lama.
Selain telah digunakan nelayan Belitung, Bubu Lipat juga sudah diuji di perairan Jepara, dan Natuna.
Dengan inovasi yang telah dilakukan BBPI Semarang, Menteri Trenggono  mengajak nelayan untuk beralih menggunakan rumah ikan dan alat tangkap  ramah lingkungannya. Ia juga mengimbau agar nelayan menghindari  penangkapan biota laut yang masih berukuran kecil, demi menjaga  keberlanjutan ekosistem laut dan mewujudkan ekonomi biru.</content:encoded></item></channel></rss>
