<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>21,1 Juta Penerima Bansos Dicoret, Ini 8 Faktanya</title><description>Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku tidak ada anggaran bagi Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403509/21-1-juta-penerima-bansos-dicoret-ini-8-faktanya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403509/21-1-juta-penerima-bansos-dicoret-ini-8-faktanya"/><item><title>21,1 Juta Penerima Bansos Dicoret, Ini 8 Faktanya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403509/21-1-juta-penerima-bansos-dicoret-ini-8-faktanya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403509/21-1-juta-penerima-bansos-dicoret-ini-8-faktanya</guid><pubDate>Sabtu 01 Mei 2021 06:17 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/04/30/320/2403509/21-1-juta-penerima-bansos-dicoret-ini-8-faktanya-RQtDdsgwRh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/04/30/320/2403509/21-1-juta-penerima-bansos-dicoret-ini-8-faktanya-RQtDdsgwRh.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku tidak ada anggaran bagi Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai sehingga dipastikan tidak akan diperpanjang. Penyaluran bantuan senilai Rp300.000 tersebut berakhir pada April 2021.

&quot;Enggak ada anggarannya untuk itu,&quot; kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan tertulis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran BLT UMKM Rp1,2 Juta Gunakan Data KPU
Dia menjelaskan, salah satu alasan tak akan memperpanjang BST adalah karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia telah bergerak ke skala mikro.

Sehingga menurut dia, masyarakat seharusnya kini telah dapat beraktivitas kembali, dengan harapan situasi pergerakan perekonomian di Indonesia sudah mulai normal.

Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait penyaluran bansos tunai, Sabtu (1/5/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Yah, Penyaluran Bansos Tunai Hanya Sampai 30 April 2021
 
1. 21,1 Juta Data Penerima Bansos Dinonaktifkan
 
&amp;nbsp;
Kementerian Sosial menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dimutakhirkan melalui Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.

&quot;New DTKS ini karena kita melakukan pengontrolan data sehingga ada hampir 21,1 juta data yang kita tidurkan,&quot; ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin (26/4/2021).

 
2. Ini Alasan 21,1 Juta Data Dicoret dari DTKS

Sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Mereka tercatat dalam berbagai program bantuan, di samping itu ada pembaharuan karena meninggal dunia, pindah domisili, dan lain-lainnya.

Risma mencontohkan jika seseorang diketahui memiliki dua data, maka satu data akan dinonaktifkan. Sehingga dengan pemutakhiran data itu penerima bansos akan tepat sasaran.

&quot;Sebanyak 21 juta itu data ganda, bisa namanya ganda, kemudian ganda penerimanya, atau ada yang meninggal dan lain sebagainya,&quot; kata dia.3. Data Penerima Bisa Dilihat di Aplikasi Cekbansos

Mensos Risma mengatakan data penerima bantuan sosial yang telah  disalurkan maupun masih dalam proses dapat diakses melalui aplikasi  berbasis web di http://cekbansos.kemensos.go.id.

&quot;Melalui aplikasi ini, publik dapat memantau penerima bantuan sosial  Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan  Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan menyebutkan nama dan desa kelurahan  tempat tinggalnya,&quot; kata dia.

Dia berharap aplikasi yang diterbitkan ini bisa memenuhi hak  informasi publik. Aplikasi rencananya terus dikembangkan sehingga bisa  diakses di mana dan kapan saja. Saat ini untuk mengetahui alur  distribusi, hanya bisa diakses melalui website.

 
4. Data Penerima Bansos akan Terus Diperbaharui

Aplikasi cekbansos merupakan data yang terintegrasi dengan DTKS. Data  tersebut akan selalu diperbaharui mengingat adanya dinamika mobilitas  masyarakat.

Menurutnya, pembaharuan data akan dilakukan secara berkala tiap  bulannya. Kemensos akan menerapkan ketentuan bagi Pemda untuk melaporkan  pembaharuan data pada pekan pertama dan kedua.

 
5. Penyaluran Bansos Dilakukan Tiap Akhir Bulan
 
&amp;nbsp;
Pada pekan berikutnya, Kemensos akan menyatukan data dari Pemda  tersebut dengan data yang dimiliki dan data kependudukan dari  Kementerian Dalam Negeri agar menjadi data tunggal.

&quot;Semoga bisa menyalurkan di pekan keempat,&quot; kata Mensos.

 
6. Begini Cara Cek Penerima Bansos Tunai

Lantas, bagaimana cara untuk mengetahui Anda terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak, berikut langkahnya:

1. Masuk ke website https://cekbansos.kemensos.go.id/

2. Masukkan nama Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan

3. Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP

4. Masukkan 4 huruf kode yang tertera dalam kotak kode

5. Jika tidak jelas huruf kode, klik kotak kode tersebut untuk mendapatkan kode baru

6. Lalu klik tombol cari
7. Masih Ada BPNT untuk KPM yang Membutuhkan

Risma melanjutkan, masyarakat yang membutuhkan pertolongan, nantinya mendapatkan bantuan sosial BPNT senilai Rp200.000.

&quot;Kalau misalkan di daerah masih ada warga yang perlu ditolong, mereka   masih bisa mengajukan ke kami, nanti kami bantu dalam bentuk BPNT   (bantuan pangan non-tunai),&quot; kata Risma.

 
8. Sudah ada 10 Juta KPM Menerima Bansos Tunai

Sebagai informasi, dana sebesar total Rp12 triliun disalurkan setiap   bulan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (PKM) selama empat  bulan,  sejak awal Tahun 2021.

Per-PKM menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 setiap bulannya   sampai April 2021. Penyaluran BST dilakukan oleh PT Pos Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku tidak ada anggaran bagi Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bansos tunai sehingga dipastikan tidak akan diperpanjang. Penyaluran bantuan senilai Rp300.000 tersebut berakhir pada April 2021.

&quot;Enggak ada anggarannya untuk itu,&quot; kata Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam keterangan tertulis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Penyaluran BLT UMKM Rp1,2 Juta Gunakan Data KPU
Dia menjelaskan, salah satu alasan tak akan memperpanjang BST adalah karena situasi pandemi Covid-19 di Indonesia telah bergerak ke skala mikro.

Sehingga menurut dia, masyarakat seharusnya kini telah dapat beraktivitas kembali, dengan harapan situasi pergerakan perekonomian di Indonesia sudah mulai normal.

Okezone telah merangkum beberapa fakta terkait penyaluran bansos tunai, Sabtu (1/5/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Yah, Penyaluran Bansos Tunai Hanya Sampai 30 April 2021
 
1. 21,1 Juta Data Penerima Bansos Dinonaktifkan
 
&amp;nbsp;
Kementerian Sosial menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dimutakhirkan melalui Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.

&quot;New DTKS ini karena kita melakukan pengontrolan data sehingga ada hampir 21,1 juta data yang kita tidurkan,&quot; ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini seperti dilansir Antara, Jakarta, Senin (26/4/2021).

 
2. Ini Alasan 21,1 Juta Data Dicoret dari DTKS

Sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Mereka tercatat dalam berbagai program bantuan, di samping itu ada pembaharuan karena meninggal dunia, pindah domisili, dan lain-lainnya.

Risma mencontohkan jika seseorang diketahui memiliki dua data, maka satu data akan dinonaktifkan. Sehingga dengan pemutakhiran data itu penerima bansos akan tepat sasaran.

&quot;Sebanyak 21 juta itu data ganda, bisa namanya ganda, kemudian ganda penerimanya, atau ada yang meninggal dan lain sebagainya,&quot; kata dia.3. Data Penerima Bisa Dilihat di Aplikasi Cekbansos

Mensos Risma mengatakan data penerima bantuan sosial yang telah  disalurkan maupun masih dalam proses dapat diakses melalui aplikasi  berbasis web di http://cekbansos.kemensos.go.id.

&quot;Melalui aplikasi ini, publik dapat memantau penerima bantuan sosial  Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan  Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan menyebutkan nama dan desa kelurahan  tempat tinggalnya,&quot; kata dia.

Dia berharap aplikasi yang diterbitkan ini bisa memenuhi hak  informasi publik. Aplikasi rencananya terus dikembangkan sehingga bisa  diakses di mana dan kapan saja. Saat ini untuk mengetahui alur  distribusi, hanya bisa diakses melalui website.

 
4. Data Penerima Bansos akan Terus Diperbaharui

Aplikasi cekbansos merupakan data yang terintegrasi dengan DTKS. Data  tersebut akan selalu diperbaharui mengingat adanya dinamika mobilitas  masyarakat.

Menurutnya, pembaharuan data akan dilakukan secara berkala tiap  bulannya. Kemensos akan menerapkan ketentuan bagi Pemda untuk melaporkan  pembaharuan data pada pekan pertama dan kedua.

 
5. Penyaluran Bansos Dilakukan Tiap Akhir Bulan
 
&amp;nbsp;
Pada pekan berikutnya, Kemensos akan menyatukan data dari Pemda  tersebut dengan data yang dimiliki dan data kependudukan dari  Kementerian Dalam Negeri agar menjadi data tunggal.

&quot;Semoga bisa menyalurkan di pekan keempat,&quot; kata Mensos.

 
6. Begini Cara Cek Penerima Bansos Tunai

Lantas, bagaimana cara untuk mengetahui Anda terdaftar sebagai penerima bansos atau tidak, berikut langkahnya:

1. Masuk ke website https://cekbansos.kemensos.go.id/

2. Masukkan nama Provinsi, Kabupaten, Kecamatan dan Desa/Kelurahan

3. Masukkan nama penerima manfaat sesuai KTP

4. Masukkan 4 huruf kode yang tertera dalam kotak kode

5. Jika tidak jelas huruf kode, klik kotak kode tersebut untuk mendapatkan kode baru

6. Lalu klik tombol cari
7. Masih Ada BPNT untuk KPM yang Membutuhkan

Risma melanjutkan, masyarakat yang membutuhkan pertolongan, nantinya mendapatkan bantuan sosial BPNT senilai Rp200.000.

&quot;Kalau misalkan di daerah masih ada warga yang perlu ditolong, mereka   masih bisa mengajukan ke kami, nanti kami bantu dalam bentuk BPNT   (bantuan pangan non-tunai),&quot; kata Risma.

 
8. Sudah ada 10 Juta KPM Menerima Bansos Tunai

Sebagai informasi, dana sebesar total Rp12 triliun disalurkan setiap   bulan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (PKM) selama empat  bulan,  sejak awal Tahun 2021.

Per-PKM menerima bantuan tunai sebesar Rp300.000 setiap bulannya   sampai April 2021. Penyaluran BST dilakukan oleh PT Pos Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
