<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bahlil: Luas KEK Sei Mangkei 2.000 Ha Tapi Baru Terpakai 10%</title><description>Bahlil Lahadalia ingin menerapkan konsep Kawasan Industri Terpadu (KIT)  Batang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403943/bahlil-luas-kek-sei-mangkei-2-000-ha-tapi-baru-terpakai-10</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403943/bahlil-luas-kek-sei-mangkei-2-000-ha-tapi-baru-terpakai-10"/><item><title>Bahlil: Luas KEK Sei Mangkei 2.000 Ha Tapi Baru Terpakai 10%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403943/bahlil-luas-kek-sei-mangkei-2-000-ha-tapi-baru-terpakai-10</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/320/2403943/bahlil-luas-kek-sei-mangkei-2-000-ha-tapi-baru-terpakai-10</guid><pubDate>Sabtu 01 Mei 2021 15:35 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/01/320/2403943/bahlil-luas-kek-sei-mangkei-2-000-ha-tapi-baru-terpakai-10-j1rhgp27Os.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/01/320/2403943/bahlil-luas-kek-sei-mangkei-2-000-ha-tapi-baru-terpakai-10-j1rhgp27Os.jpg</image><title>Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ingin menerapkan konsep Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagaimana arahan Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan Bahlil saat melakukan peninjauan langsung ke KEK Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Baca Juga: Al Bader Investasi Rp8,7 Triliun di KEK Palu
&quot;Hari ini saya datang ke KEK Sei Mangkei untuk melihat lebih dekat dan melihat apa yang perlu diperbaiki, bagaimana mempercepat tenant-tenant ini bisa terisi. Ini kawasan yang kurang lebih hampir 2.000 hektare, ternyata baru 5 tenant yang ada dan baru menempati 10% lahan,&quot; katanya dilansir dari Antara, Sabtu (1/5/2021).
Kendala yang dihadapi dalam pengembangan KEK Sei Mangkei antara lain belum selesainya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, akses kereta api, serta harga lahan dan harga gas yang tidak kompetitif.
Baca Juga: Optimisme untuk KPIG di Lido, Sandiaga: Buka 100.000 Pekerjaan, Hary Tanoe: Tarik 4 Juta Turis/ Tahun!
Bahlil menjelaskan bahwa di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK), administrator KEK diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan perizinan, namun datanya ada dalam sistem Online Single Submission (OSS). Bahlil menegaskan pentingnya melakukan percepatan perizinan investasi sehingga dampak ganda akan diperoleh.
&quot;Mungkin kita akan mencari cocoknya apa di sini. Karena kita ingin juga perputaran ekonomi di Simalungun ini bisa berjalan dengan baik. Penciptaan lapangan kerja hanya bisa terjadi dengan adanya investasi,&quot; kata Bahlil.Bupati Simalungun Radiapo Hasiholan Sinaga menyampaikan kesiapan  pemerintah daerah dalam membantu mengatasi kendala yang dihadapi KEK Sei  Mangkei.
&quot;Kami siap mendukung penuh perkembangan KEK Sei Mangkei ini. Ketika  ini berkembang, maka akan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten  Simalungun dan juga serapan tenaga kerjanya,&quot; kata Radiapo.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul  Ghani mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi/Kepala BKPM ke KEK Sei  Mangkei sebagai wujud komitmen pemerintah dalam membantu percepatan  investasi.
Harapannya agar KEK Sei Mangkei dapat berkembang seperti Kawasan  Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah, di mana fase pertama  seluas 450 hektare sudah berhasil terisi dalam waktu hanya sembilan  bulan.
&quot;Sesuai yang disampaikan Pak Menteri, dengan investasilah kita bisa  menumbuhkan ekonomi. Harapan kami kalau industri tumbuh, maka puluhan  ribu orang menjadi karyawan kemudian menumbuhkan ekonomi dan  kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami akan ikut arahan Pak Menteri,  seperti di Batang,&quot; kata Gani.
KEK Sei Mangkei dikelola PT Kawasan Industri Nusantara yang merupakan  anak usaha dari PTPN III. KEK Sei Mangkei memiliki kegiatan utama  berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata  dan logistik.
Jika berjalan sesuai rencana, KEK Sei Mangkei diproyeksikan dapat  menarik total investasi sebesar Rp129 triliun dan menyerap tenaga kerja  sebanyak 83.304 orang pada tahun 2031 mendatang.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia ingin menerapkan konsep Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei sebagaimana arahan Presiden Jokowi.
Hal itu disampaikan Bahlil saat melakukan peninjauan langsung ke KEK Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun, Sumatra Utara.
Baca Juga: Al Bader Investasi Rp8,7 Triliun di KEK Palu
&quot;Hari ini saya datang ke KEK Sei Mangkei untuk melihat lebih dekat dan melihat apa yang perlu diperbaiki, bagaimana mempercepat tenant-tenant ini bisa terisi. Ini kawasan yang kurang lebih hampir 2.000 hektare, ternyata baru 5 tenant yang ada dan baru menempati 10% lahan,&quot; katanya dilansir dari Antara, Sabtu (1/5/2021).
Kendala yang dihadapi dalam pengembangan KEK Sei Mangkei antara lain belum selesainya pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, akses kereta api, serta harga lahan dan harga gas yang tidak kompetitif.
Baca Juga: Optimisme untuk KPIG di Lido, Sandiaga: Buka 100.000 Pekerjaan, Hary Tanoe: Tarik 4 Juta Turis/ Tahun!
Bahlil menjelaskan bahwa di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK), administrator KEK diberi kewenangan penuh dalam pengelolaan perizinan, namun datanya ada dalam sistem Online Single Submission (OSS). Bahlil menegaskan pentingnya melakukan percepatan perizinan investasi sehingga dampak ganda akan diperoleh.
&quot;Mungkin kita akan mencari cocoknya apa di sini. Karena kita ingin juga perputaran ekonomi di Simalungun ini bisa berjalan dengan baik. Penciptaan lapangan kerja hanya bisa terjadi dengan adanya investasi,&quot; kata Bahlil.Bupati Simalungun Radiapo Hasiholan Sinaga menyampaikan kesiapan  pemerintah daerah dalam membantu mengatasi kendala yang dihadapi KEK Sei  Mangkei.
&quot;Kami siap mendukung penuh perkembangan KEK Sei Mangkei ini. Ketika  ini berkembang, maka akan mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten  Simalungun dan juga serapan tenaga kerjanya,&quot; kata Radiapo.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Mohammad Abdul  Ghani mengapresiasi kehadiran Menteri Investasi/Kepala BKPM ke KEK Sei  Mangkei sebagai wujud komitmen pemerintah dalam membantu percepatan  investasi.
Harapannya agar KEK Sei Mangkei dapat berkembang seperti Kawasan  Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah, di mana fase pertama  seluas 450 hektare sudah berhasil terisi dalam waktu hanya sembilan  bulan.
&quot;Sesuai yang disampaikan Pak Menteri, dengan investasilah kita bisa  menumbuhkan ekonomi. Harapan kami kalau industri tumbuh, maka puluhan  ribu orang menjadi karyawan kemudian menumbuhkan ekonomi dan  kesejahteraan masyarakat sekitar. Kami akan ikut arahan Pak Menteri,  seperti di Batang,&quot; kata Gani.
KEK Sei Mangkei dikelola PT Kawasan Industri Nusantara yang merupakan  anak usaha dari PTPN III. KEK Sei Mangkei memiliki kegiatan utama  berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata  dan logistik.
Jika berjalan sesuai rencana, KEK Sei Mangkei diproyeksikan dapat  menarik total investasi sebesar Rp129 triliun dan menyerap tenaga kerja  sebanyak 83.304 orang pada tahun 2031 mendatang.</content:encoded></item></channel></rss>
