<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Cara Cerdas Kelola THR, Gunakan untuk Perbaiki Keuangan</title><description>Orang-orang yang bekerja di perusahaan akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/622/2403850/cara-cerdas-kelola-thr-gunakan-untuk-perbaiki-keuangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/622/2403850/cara-cerdas-kelola-thr-gunakan-untuk-perbaiki-keuangan"/><item><title>Cara Cerdas Kelola THR, Gunakan untuk Perbaiki Keuangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/622/2403850/cara-cerdas-kelola-thr-gunakan-untuk-perbaiki-keuangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/01/622/2403850/cara-cerdas-kelola-thr-gunakan-untuk-perbaiki-keuangan</guid><pubDate>Sabtu 01 Mei 2021 19:36 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/01/622/2403850/cara-cerdas-kelola-thr-gunakan-untuk-perbaiki-keuangan-4uknbv7lKT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/01/622/2403850/cara-cerdas-kelola-thr-gunakan-untuk-perbaiki-keuangan-4uknbv7lKT.jpg</image><title>Tips Mengatur Keuangan (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Orang-orang yang bekerja di perusahaan akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun. Tidak hanya pekerja swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga memiliki hak untuk mendapatkan THR setiap hari raya keagamaan, salah satunya adalah Idul Fitri atau lebaran.
Banyak orang yang menyikapi penghasilan dari THR ini bukan sebagai penghasilan tetap, sehingga penggunaannya cenderung untuk kebutuhan konsumtif. Bahkan bisa jadi tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan lebaran.
Baca Juga: Tips Menemukan Akuntan Pajak yang Tepat
 
Padahal, lebaran ini selalu datang setiap tahun, maka setiap individu seharusnya merancang anggaran tersebut sejak jauh-jauh hari sebelumnya.
Pendapatan bisa berupa pendapatan tetap atau rutin, ada juga pendapatan dalam bentuk tidak tetap. Demikian juga pengeluaran, ada pengeluaran tetap dan tidak tetap. Masalah yang biasanya dialami orang adalah, dari sisi pendapatan biasanya tetap, sementara pengeluaran ketika Ramadhan atau lebaran bisa dipastikan berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: 4 Tips Mengatur Keuangan Bersama Pasangan
 
Masalah lebih parah lagi jika jumlah dana yang dibutuhkan untuk membiayai segala macam pengeluaran di bulan tersebut lebih besar daripada pendapatan. Oleh karenanya, orang mengandalkan THR untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dilansir dari buku 50 Rahasia Mengelola Uang karya Elvyn G. Masassya, Sabtu (1/5/2021), THR sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber dana untuk memperbaiki cash flow atau arus kas secara fundamental. Coba cermati pos-pos pengeluaran, berapa banyak yang harus dialokasikan untuk membayar cicilan atau utang, terutama kartu kredit.Banyak yang kesulitan dalam mengatur utang kredit, sehingga harus  mengangsur dalam jangka panjang dan bunga yang harus dibayarkan menjadi  sangat besar. THR sebenarnya bisa digunakan untuk memperbaiki cash flow  tersebut, yaitu dipakai untuk membayar cicilan atau utang dalam jumlah  cukup besar.
Itu sebabnya, daripada dipakai untuk kebutuhan konsumsi yang langsung  habis, THR seharusnya bisa digunakan untuk keperluan keuangan yang  lebih penting lainnya. Lalu, bagaimana cara menyiasati pengeluaran  ketika Ramadhan dan lebaran?
Paling utama adalah, meninjau ulang bentuk-bentuk pengeluaran,  termasuk pengeluaran tetap. Banyak yang berpikir pengeluaran tetap tidak  bisa diubah, padahal sebenarnya bersifat fleksibel terutama di bulan  Ramadhan. Dengan mengurangi kegiatan dan konsumsi di bulan Ramadhan,  bisa jadi jumlah pengeluaran tetap akan berkurang.
Kalau pada bulan-bulan sebelumnya pengeluaran Rp2 juta, maka di bulan  Ramadhan bisa berkurang menjadi Rp1,5 juta. Berarti dari dana tersebut  bisa direalokasi untuk menutupi biaya pengeluaran tidak tetap di bulan  Ramadhan atau lebaran.
Biasanya pengeluaran tidak tetap di bulan Ramadhan digunakan untuk  pulang kampung atau mudik. Dengan adanya pelarangan mudik oleh  pemerintah, seharusnya alokasi tersebut juga bisa dialihkan ke pos-pos  pengeluaran lainnya. Alhasil, THR pun tidak akan cepat habis sekaligus.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Orang-orang yang bekerja di perusahaan akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) setiap tahun. Tidak hanya pekerja swasta, Pegawai Negeri Sipil (PNS) juga memiliki hak untuk mendapatkan THR setiap hari raya keagamaan, salah satunya adalah Idul Fitri atau lebaran.
Banyak orang yang menyikapi penghasilan dari THR ini bukan sebagai penghasilan tetap, sehingga penggunaannya cenderung untuk kebutuhan konsumtif. Bahkan bisa jadi tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan lebaran.
Baca Juga: Tips Menemukan Akuntan Pajak yang Tepat
 
Padahal, lebaran ini selalu datang setiap tahun, maka setiap individu seharusnya merancang anggaran tersebut sejak jauh-jauh hari sebelumnya.
Pendapatan bisa berupa pendapatan tetap atau rutin, ada juga pendapatan dalam bentuk tidak tetap. Demikian juga pengeluaran, ada pengeluaran tetap dan tidak tetap. Masalah yang biasanya dialami orang adalah, dari sisi pendapatan biasanya tetap, sementara pengeluaran ketika Ramadhan atau lebaran bisa dipastikan berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya.
Baca Juga: 4 Tips Mengatur Keuangan Bersama Pasangan
 
Masalah lebih parah lagi jika jumlah dana yang dibutuhkan untuk membiayai segala macam pengeluaran di bulan tersebut lebih besar daripada pendapatan. Oleh karenanya, orang mengandalkan THR untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Dilansir dari buku 50 Rahasia Mengelola Uang karya Elvyn G. Masassya, Sabtu (1/5/2021), THR sebenarnya bisa dimanfaatkan sebagai sumber dana untuk memperbaiki cash flow atau arus kas secara fundamental. Coba cermati pos-pos pengeluaran, berapa banyak yang harus dialokasikan untuk membayar cicilan atau utang, terutama kartu kredit.Banyak yang kesulitan dalam mengatur utang kredit, sehingga harus  mengangsur dalam jangka panjang dan bunga yang harus dibayarkan menjadi  sangat besar. THR sebenarnya bisa digunakan untuk memperbaiki cash flow  tersebut, yaitu dipakai untuk membayar cicilan atau utang dalam jumlah  cukup besar.
Itu sebabnya, daripada dipakai untuk kebutuhan konsumsi yang langsung  habis, THR seharusnya bisa digunakan untuk keperluan keuangan yang  lebih penting lainnya. Lalu, bagaimana cara menyiasati pengeluaran  ketika Ramadhan dan lebaran?
Paling utama adalah, meninjau ulang bentuk-bentuk pengeluaran,  termasuk pengeluaran tetap. Banyak yang berpikir pengeluaran tetap tidak  bisa diubah, padahal sebenarnya bersifat fleksibel terutama di bulan  Ramadhan. Dengan mengurangi kegiatan dan konsumsi di bulan Ramadhan,  bisa jadi jumlah pengeluaran tetap akan berkurang.
Kalau pada bulan-bulan sebelumnya pengeluaran Rp2 juta, maka di bulan  Ramadhan bisa berkurang menjadi Rp1,5 juta. Berarti dari dana tersebut  bisa direalokasi untuk menutupi biaya pengeluaran tidak tetap di bulan  Ramadhan atau lebaran.
Biasanya pengeluaran tidak tetap di bulan Ramadhan digunakan untuk  pulang kampung atau mudik. Dengan adanya pelarangan mudik oleh  pemerintah, seharusnya alokasi tersebut juga bisa dialihkan ke pos-pos  pengeluaran lainnya. Alhasil, THR pun tidak akan cepat habis sekaligus.</content:encoded></item></channel></rss>
