<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>21,1 Juta Penerima Bansos Dinonaktifkan, Cek di Sini</title><description>Kementerian Sosial menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dimutakhirkan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/02/320/2403983/21-1-juta-penerima-bansos-dinonaktifkan-cek-di-sini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/02/320/2403983/21-1-juta-penerima-bansos-dinonaktifkan-cek-di-sini"/><item><title>21,1 Juta Penerima Bansos Dinonaktifkan, Cek di Sini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/02/320/2403983/21-1-juta-penerima-bansos-dinonaktifkan-cek-di-sini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/02/320/2403983/21-1-juta-penerima-bansos-dinonaktifkan-cek-di-sini</guid><pubDate>Minggu 02 Mei 2021 03:08 WIB</pubDate><dc:creator>Fariza Rizky Ananda</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/01/320/2403983/21-1-juta-penerima-bansos-dinonaktifkan-cek-di-sini-C8DsST1mjp.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/01/320/2403983/21-1-juta-penerima-bansos-dinonaktifkan-cek-di-sini-C8DsST1mjp.jpeg</image><title>Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Sosial menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dimutakhirkan melalui Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.
Sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Mereka tercatat dalam berbagai program bantuan, di samping itu ada pembaharuan karena meninggal dunia, pindah domisili, dan lain-lainnya.
&quot;Sebanyak 21 juta itu data ganda, bisa namanya ganda, kemudian ganda penerimanya, atau ada yang meninggal dan lain sebagainya,&quot; kata Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Mensos Risma mengatakan data penerima bantuan sosial yang telah disalurkan maupun masih dalam proses dapat diakses melalui aplikasi berbasis web di http://cekbansos.kemensos.go.id.
&quot;Melalui aplikasi ini, publik dapat memantau penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan menyebutkan nama dan desa kelurahan tempat tinggalnya,&quot; kata dia.
Baca selengkapnya: 21,1 Juta Penerima Bansos Dicoret, Ini 8 Faktanya
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Sosial menonaktifkan sekitar 21 juta data ganda penerima bantuan sosial setelah dimutakhirkan melalui Data terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) terbaru.
Sebelum dilakukan pemutakhiran, banyak masyarakat penerima bantuan yang memiliki data ganda. Mereka tercatat dalam berbagai program bantuan, di samping itu ada pembaharuan karena meninggal dunia, pindah domisili, dan lain-lainnya.
&quot;Sebanyak 21 juta itu data ganda, bisa namanya ganda, kemudian ganda penerimanya, atau ada yang meninggal dan lain sebagainya,&quot; kata Menteri Sosial Tri Rismaharini.
Mensos Risma mengatakan data penerima bantuan sosial yang telah disalurkan maupun masih dalam proses dapat diakses melalui aplikasi berbasis web di http://cekbansos.kemensos.go.id.
&quot;Melalui aplikasi ini, publik dapat memantau penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) dengan menyebutkan nama dan desa kelurahan tempat tinggalnya,&quot; kata dia.
Baca selengkapnya: 21,1 Juta Penerima Bansos Dicoret, Ini 8 Faktanya
</content:encoded></item></channel></rss>
