<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi April 2021 Diprediksi 0,17%</title><description>Inflasi April  diprediksi 0,17% (month of month/mom) atau 1,46% (year on year/yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404557/inflasi-april-2021-diprediksi-0-17</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404557/inflasi-april-2021-diprediksi-0-17"/><item><title>Inflasi April 2021 Diprediksi 0,17%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404557/inflasi-april-2021-diprediksi-0-17</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404557/inflasi-april-2021-diprediksi-0-17</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 08:21 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2404557/inflasi-april-2021-diprediksi-0-17-V5unuB6FBS.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2404557/inflasi-april-2021-diprediksi-0-17-V5unuB6FBS.jpeg</image><title>Inflasi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi April  diprediksi 0,17% (month of month/mom) atau 1,46% (year on year/yoy). Inflasi meningkat dibandingkan dengan inflasi pada bulan Maret sebesar 0,08% mom atau 1,37% yoy.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan inflasi pada bulan April 2021 akan cenderung didorong oleh kenaikan  dari sisi harga barang bergejolak, seperti daging ayam, daging sapi, serta telur.
Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Sapi Bikin Inflasi Minggu Keempat April 0,18%
 
&quot;Kenaikan bahan makanan tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat menjelang bulan puasa,&quot; kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/5/2021).
Di sisi lain, inflasi pada bulan ini diperkirakan tertahan oleh laju inflasi inti, yang akan melambat menjadi 1,17% yoy dari sebelumnya sebesar 1,21% yoy. Perlambatan inflasi inti diakibatkan oleh penurunan harga mobil, sebagai dampak dari penurunan PPnBM yang diperluas untuk kendaraan hingga 2.500 cc.
Baca Juga: Antisipasi Inflasi Harga Daging, Impor Daging Beku Jadi Pilihan 
 
Meskipun demikian, laju bulanan inflasi sisi permintaan cenderung  meningkat sejalan dengan potensi peningkatan konsumsi.&quot;Ini sejalan dengan penyaluran bansos, pembayaran THR dan stimulus  lainnya yang diperkirakan mendongkrak permintaan pada bulan April,&quot;  jelasnya.
Sementara itu, untuk inflasi barang yang diatur pemerintah,  diperkirakan cenderung meningkat terbatas mengingat adanya peningkatan  mobilitas masyarakat di tengah larangan mudik lebaran.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Inflasi April  diprediksi 0,17% (month of month/mom) atau 1,46% (year on year/yoy). Inflasi meningkat dibandingkan dengan inflasi pada bulan Maret sebesar 0,08% mom atau 1,37% yoy.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan inflasi pada bulan April 2021 akan cenderung didorong oleh kenaikan  dari sisi harga barang bergejolak, seperti daging ayam, daging sapi, serta telur.
Baca Juga: Harga Daging Ayam dan Sapi Bikin Inflasi Minggu Keempat April 0,18%
 
&quot;Kenaikan bahan makanan tersebut berkaitan dengan adanya peningkatan konsumsi masyarakat menjelang bulan puasa,&quot; kata Josua saat dihubungi di Jakarta, Senin (3/5/2021).
Di sisi lain, inflasi pada bulan ini diperkirakan tertahan oleh laju inflasi inti, yang akan melambat menjadi 1,17% yoy dari sebelumnya sebesar 1,21% yoy. Perlambatan inflasi inti diakibatkan oleh penurunan harga mobil, sebagai dampak dari penurunan PPnBM yang diperluas untuk kendaraan hingga 2.500 cc.
Baca Juga: Antisipasi Inflasi Harga Daging, Impor Daging Beku Jadi Pilihan 
 
Meskipun demikian, laju bulanan inflasi sisi permintaan cenderung  meningkat sejalan dengan potensi peningkatan konsumsi.&quot;Ini sejalan dengan penyaluran bansos, pembayaran THR dan stimulus  lainnya yang diperkirakan mendongkrak permintaan pada bulan April,&quot;  jelasnya.
Sementara itu, untuk inflasi barang yang diatur pemerintah,  diperkirakan cenderung meningkat terbatas mengingat adanya peningkatan  mobilitas masyarakat di tengah larangan mudik lebaran.</content:encoded></item></channel></rss>
