<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Vaksinasi hingga Prokes Syarat Pengusaha Mal Cs Cepat Bangkit</title><description>Sektor ritel menjadi salah satu yang paling terdampak oleh covid-19.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404625/vaksinasi-hingga-prokes-syarat-pengusaha-mal-cs-cepat-bangkit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404625/vaksinasi-hingga-prokes-syarat-pengusaha-mal-cs-cepat-bangkit"/><item><title>Vaksinasi hingga Prokes Syarat Pengusaha Mal Cs Cepat Bangkit</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404625/vaksinasi-hingga-prokes-syarat-pengusaha-mal-cs-cepat-bangkit</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404625/vaksinasi-hingga-prokes-syarat-pengusaha-mal-cs-cepat-bangkit</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 10:48 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2404625/vaksinasi-hingga-prokes-syarat-pengusaha-mal-cs-cepat-bangkit-AievkkDliB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Minimarket (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2404625/vaksinasi-hingga-prokes-syarat-pengusaha-mal-cs-cepat-bangkit-AievkkDliB.jpg</image><title>Minimarket (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Sektor ritel menjadi salah satu yang paling terdampak oleh covid-19. Mengingat, bisnis ini terganggu karena adanya pembatasan-pembatasan dan penutupan yang sempat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.
Namun, perlahan tapi pasti kini sektor ritel sudah mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan meskipun angkanya masih sangat jauh dari kondisi normal. Apalagi, aktivitas masyarakat juga sudah kembali dibuka meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Baca Juga:&amp;nbsp; Larangan Mudik, Berkah untuk Peritel di Kota Besar
Lantas bagaimana dan faktor apa saja yang bisa membuat sektor ritel cepat bangkit dan kembali normal?  Head of Retail Services Colliers Internasional Indonesia Sander Halsema mengatakan ada bebeapa yang dapat membantu sektor ritel untuk pulih lebih cepat. Pertama adalah kecepatan dari pemerintah melakukan vaksinasi.
Program vaksinasi ini menjadi salah satu kunci untuk memastikan seberapa cepat sektor ritel akan puluh. Semakin cepat program vaksinasi maka kemungkinan untuk cepat rebound akan sangat besar.
&amp;ldquo;Meningkatnya jumlah orang yang divaksinasi (faktor pendorong reboundnya sektor ritel),&amp;rdquo; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (3/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mudik Lebaran Dilarang, Mal Bakal Penuh Sesak?
Selain itu, para pengusaha ritel juga harus tetap secara konsisten untuk menjaga dan menjalankan protokol kesehatan. Karena menurutnya, dengan penerapan protokol.
Kesehatan yang displin, kepercayaan kepada para pengunjung juga akan datang dengan sendirinya.
&amp;ldquo;Serta operator pusat perbelanjaan dan retailer yang tetap dengan patuh memberlakukan protokol kesehatan, seharusnya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengunjung pusat perbelanjaan. Hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja ritel dan bagi pusat perbelanjaan,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara untuk jangka pendek, momen ramadhan dan lebaran idul fitri  bisa mendongkrak kinerja sektor ritel. Apalagi dengan tidak adanya  mudik, di mana masyarakat akan memilih untuk menghabiskan waktu liburan  di pusat perbelanjaan atau mal.
&amp;ldquo;Kinerja penjualan ritel biasanya mencapai puncaknya selama bulan  ramadhan dan idul fitri. Jadi, retailers akan mendapat keuntungan dari  musim ramadhan dan idul fitri. Bahkan dalam kondisi saat ini, kinerja  ritel diproyeksikan meningkat meski tidak sebesar sebelum pandemi,&amp;rdquo;  jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Sektor ritel menjadi salah satu yang paling terdampak oleh covid-19. Mengingat, bisnis ini terganggu karena adanya pembatasan-pembatasan dan penutupan yang sempat dilakukan untuk mencegah penyebaran virus covid-19.
Namun, perlahan tapi pasti kini sektor ritel sudah mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan meskipun angkanya masih sangat jauh dari kondisi normal. Apalagi, aktivitas masyarakat juga sudah kembali dibuka meskipun dengan protokol kesehatan yang ketat.
Baca Juga:&amp;nbsp; Larangan Mudik, Berkah untuk Peritel di Kota Besar
Lantas bagaimana dan faktor apa saja yang bisa membuat sektor ritel cepat bangkit dan kembali normal?  Head of Retail Services Colliers Internasional Indonesia Sander Halsema mengatakan ada bebeapa yang dapat membantu sektor ritel untuk pulih lebih cepat. Pertama adalah kecepatan dari pemerintah melakukan vaksinasi.
Program vaksinasi ini menjadi salah satu kunci untuk memastikan seberapa cepat sektor ritel akan puluh. Semakin cepat program vaksinasi maka kemungkinan untuk cepat rebound akan sangat besar.
&amp;ldquo;Meningkatnya jumlah orang yang divaksinasi (faktor pendorong reboundnya sektor ritel),&amp;rdquo; ujarnya kepada MNC Portal Indonesia, Senin (3/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mudik Lebaran Dilarang, Mal Bakal Penuh Sesak?
Selain itu, para pengusaha ritel juga harus tetap secara konsisten untuk menjaga dan menjalankan protokol kesehatan. Karena menurutnya, dengan penerapan protokol.
Kesehatan yang displin, kepercayaan kepada para pengunjung juga akan datang dengan sendirinya.
&amp;ldquo;Serta operator pusat perbelanjaan dan retailer yang tetap dengan patuh memberlakukan protokol kesehatan, seharusnya meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengunjung pusat perbelanjaan. Hal tersebut akan berdampak positif terhadap kinerja ritel dan bagi pusat perbelanjaan,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara untuk jangka pendek, momen ramadhan dan lebaran idul fitri  bisa mendongkrak kinerja sektor ritel. Apalagi dengan tidak adanya  mudik, di mana masyarakat akan memilih untuk menghabiskan waktu liburan  di pusat perbelanjaan atau mal.
&amp;ldquo;Kinerja penjualan ritel biasanya mencapai puncaknya selama bulan  ramadhan dan idul fitri. Jadi, retailers akan mendapat keuntungan dari  musim ramadhan dan idul fitri. Bahkan dalam kondisi saat ini, kinerja  ritel diproyeksikan meningkat meski tidak sebesar sebelum pandemi,&amp;rdquo;  jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
