<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Jadi Negara Ekonomi Terbaik di 2030, Ini yang Harus Dilakukan</title><description>Keberhasilan suatu negara dalam membangun tersebut memiliki SDM yang  terampil, kompeten, dan berpengetahuan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404969/ri-jadi-negara-ekonomi-terbaik-di-2030-ini-yang-harus-dilakukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404969/ri-jadi-negara-ekonomi-terbaik-di-2030-ini-yang-harus-dilakukan"/><item><title>RI Jadi Negara Ekonomi Terbaik di 2030, Ini yang Harus Dilakukan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404969/ri-jadi-negara-ekonomi-terbaik-di-2030-ini-yang-harus-dilakukan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2404969/ri-jadi-negara-ekonomi-terbaik-di-2030-ini-yang-harus-dilakukan</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 21:04 WIB</pubDate><dc:creator>Shelma Rachmahyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2404969/ri-jadi-negara-ekonomi-terbaik-di-2030-ini-yang-harus-dilakukan-55Jue5URhO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rupiah (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2404969/ri-jadi-negara-ekonomi-terbaik-di-2030-ini-yang-harus-dilakukan-55Jue5URhO.jpg</image><title>Rupiah (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Keberhasilan suatu negara dalam membangun atau meraih keunggulan sangat ditentukan oleh seberapa banyak negara tersebut memiliki SDM yang terampil, kompeten, dan berpengetahuan.

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Peter Drucker beberapa belas tahun lalu. Menurutnya, manusia sudah berada pada zaman di mana keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan alam, jumlah penduduk, atau letak geografi yang strategis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Indikator Ekonomi Segera Pulih dari Covid-19
Rupanya, pernyataan Peter Drucker tersebut sejalan dengan kajian McKinsey Global Institute yang menyatakan bahwa Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi negara terbesar ekonominya nomor tujuh di dunia pada tahun 2030. Akan tetapi, dengan syarat pada tahun 2030 Indonesia memiliki tenaga kerja terampil dan semi terampil sebanyak 113 juta.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengatakan, pada saat kajian tersebut dipublikasikan yakni pada tahun 2012, Indonesia baru memiliki 57 juta tenaga kerja terampil dan semi terampil.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Bukti-Bukti Ekonomi Indonesia Mulai Pulih
&amp;ldquo;Ini mengandung arti bahwa setiap tahunnya Indonesia harus bisa menciptakan lebih dari tiga juta terampil ataupun tenaga kerja semi terampil,&amp;rdquo; katanya dalam acara CORE Media Discussion secara virtual, Senin (3/5/2021).Oleh karena itu, kata dia, prioritas pemerintahan kedua Presiden Joko  Widodo (Jokowi) yang meletakkan pembangunan nasional saat ini dengan  meningkatkan kualitas SDM dinilai sebagai strategi atau langkah yang  sangat tepat.

&amp;ldquo;Beberapa kali dalam berbagai kesempatan Presiden pun juga menekankan  pentingnya pengembangan SDM Indonesia. Terutama melalui pendidikan  vokasi, pelatihan vokasi, dan juga kemitraan dengan Industri,&amp;rdquo; ujar  Bambang.

Selain itu, Bambang menuturkan, Presiden juga menekankan agar selalu  kreatif dan inovatif dalam menyusun program-program peningkatan kualitas  SDM Indonesia yang sesuai dengan perubahan zaman.

Namun, dia menilai, melakukan berbagai hal tersebut bukanlah sebuah  pekerjaan yang mudah untuk Indonesia dan semua pihak menyadari itu.  Ditambah saat ini Indonesia dan seluruh dunia sedang menghadapi pandemi  Covid-19 yang menyebabkan terganggunya berbagai rencana yang sudah  disusun.

Lanjutnya, ada beberapa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia  untuk mencetak SDM yang unggul dalam rangka untuk bisa mencapai kinerja  ekonomi menjadi negara dengan perekonomian terbaik di dunia.

Pertama, adalah kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Kedua, bonus  demografi. Dan ketiga, adalah revolusi industri generasi keempat yang  ditandai dengan perkembangan teknologi terutama teknologi digital yang  sedemikian pesat.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Keberhasilan suatu negara dalam membangun atau meraih keunggulan sangat ditentukan oleh seberapa banyak negara tersebut memiliki SDM yang terampil, kompeten, dan berpengetahuan.

Pernyataan tersebut diucapkan oleh Peter Drucker beberapa belas tahun lalu. Menurutnya, manusia sudah berada pada zaman di mana keunggulan suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kekayaan alam, jumlah penduduk, atau letak geografi yang strategis.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Ungkap Indikator Ekonomi Segera Pulih dari Covid-19
Rupanya, pernyataan Peter Drucker tersebut sejalan dengan kajian McKinsey Global Institute yang menyatakan bahwa Indonesia mempunyai peluang untuk menjadi negara terbesar ekonominya nomor tujuh di dunia pada tahun 2030. Akan tetapi, dengan syarat pada tahun 2030 Indonesia memiliki tenaga kerja terampil dan semi terampil sebanyak 113 juta.

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker Bambang Satrio Lelono mengatakan, pada saat kajian tersebut dipublikasikan yakni pada tahun 2012, Indonesia baru memiliki 57 juta tenaga kerja terampil dan semi terampil.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Sri Mulyani Beberkan Bukti-Bukti Ekonomi Indonesia Mulai Pulih
&amp;ldquo;Ini mengandung arti bahwa setiap tahunnya Indonesia harus bisa menciptakan lebih dari tiga juta terampil ataupun tenaga kerja semi terampil,&amp;rdquo; katanya dalam acara CORE Media Discussion secara virtual, Senin (3/5/2021).Oleh karena itu, kata dia, prioritas pemerintahan kedua Presiden Joko  Widodo (Jokowi) yang meletakkan pembangunan nasional saat ini dengan  meningkatkan kualitas SDM dinilai sebagai strategi atau langkah yang  sangat tepat.

&amp;ldquo;Beberapa kali dalam berbagai kesempatan Presiden pun juga menekankan  pentingnya pengembangan SDM Indonesia. Terutama melalui pendidikan  vokasi, pelatihan vokasi, dan juga kemitraan dengan Industri,&amp;rdquo; ujar  Bambang.

Selain itu, Bambang menuturkan, Presiden juga menekankan agar selalu  kreatif dan inovatif dalam menyusun program-program peningkatan kualitas  SDM Indonesia yang sesuai dengan perubahan zaman.

Namun, dia menilai, melakukan berbagai hal tersebut bukanlah sebuah  pekerjaan yang mudah untuk Indonesia dan semua pihak menyadari itu.  Ditambah saat ini Indonesia dan seluruh dunia sedang menghadapi pandemi  Covid-19 yang menyebabkan terganggunya berbagai rencana yang sudah  disusun.

Lanjutnya, ada beberapa tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia  untuk mencetak SDM yang unggul dalam rangka untuk bisa mencapai kinerja  ekonomi menjadi negara dengan perekonomian terbaik di dunia.

Pertama, adalah kondisi ketenagakerjaan di Indonesia. Kedua, bonus  demografi. Dan ketiga, adalah revolusi industri generasi keempat yang  ditandai dengan perkembangan teknologi terutama teknologi digital yang  sedemikian pesat.</content:encoded></item></channel></rss>
