<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jurus BI Geber Pemulihan Ekonomi Indonesia</title><description>Bank Indonesia menyatakan terus melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif demi mendorong pemulihan ekonomi nasional</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2405033/jurus-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2405033/jurus-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia"/><item><title>Jurus BI Geber Pemulihan Ekonomi Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2405033/jurus-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/03/320/2405033/jurus-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia</guid><pubDate>Senin 03 Mei 2021 20:43 WIB</pubDate><dc:creator>Hafid Fuad</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2405033/jurus-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia-GzNvtFfBk8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pemulihan Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/03/320/2405033/jurus-bi-geber-pemulihan-ekonomi-indonesia-GzNvtFfBk8.jpg</image><title>Pemulihan Ekonomi Indonesia. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA&amp;nbsp;- Bank Indonesia menyatakan terus melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif demi mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Dari sisi kebijakan moneter, BI akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di level 3,50%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Evaluasi BI pada Stabilitas Makro Ekonomi dan Sistem Keuangan 2020
&quot;BI juga terus melakukan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta (3/5/2021).
Sementara dari sisi kebijakan makroprudensial, BI mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif. Caranya dengan mempertahankan rasio Countercyclical Buffer (CCB) sebesar 0%, rasio Penyangga Likuiditas-Makroprudensial (PLM) sebesar 6% dengan fleksibilitas repo sebesar 6%, serta rasio PLM Syariah sebesar 4,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Perluas Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran
Di samping itu, untuk mendorong intermediasi di industri perbankan, BI memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), melonggarkan ketentuan LTV untuk KPR menjadi 100% dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor  menjadi 0%, serta mendorong penurunan suku bunga kredit melalui transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Dalam Sistem Pembayaran, BI memperpanjang masa berlaku kebijakan pricing SKNBI, memperkuat kebijakan QRIS untuk akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien.
Kemudian tidak ketinggalan memastikan dukungan layanan sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri, memfasilitasi promosi perdagangan dan investasi, serta sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS).</description><content:encoded>JAKARTA&amp;nbsp;- Bank Indonesia menyatakan terus melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif demi mendorong pemulihan ekonomi nasional.
Dari sisi kebijakan moneter, BI akan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRR) di level 3,50%.
Baca Juga:&amp;nbsp;Evaluasi BI pada Stabilitas Makro Ekonomi dan Sistem Keuangan 2020
&quot;BI juga terus melakukan triple intervention untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamental dan mekanisme pasar,&quot; ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta (3/5/2021).
Sementara dari sisi kebijakan makroprudensial, BI mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif. Caranya dengan mempertahankan rasio Countercyclical Buffer (CCB) sebesar 0%, rasio Penyangga Likuiditas-Makroprudensial (PLM) sebesar 6% dengan fleksibilitas repo sebesar 6%, serta rasio PLM Syariah sebesar 4,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5%.
Baca Juga:&amp;nbsp;BI Perluas Layanan Penukaran Uang Baru untuk Lebaran
Di samping itu, untuk mendorong intermediasi di industri perbankan, BI memperkuat kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM), melonggarkan ketentuan LTV untuk KPR menjadi 100% dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor  menjadi 0%, serta mendorong penurunan suku bunga kredit melalui transparansi Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Dalam Sistem Pembayaran, BI memperpanjang masa berlaku kebijakan pricing SKNBI, memperkuat kebijakan QRIS untuk akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan yang inklusif dan efisien.
Kemudian tidak ketinggalan memastikan dukungan layanan sistem pembayaran dan pengelolaan uang Rupiah dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri, memfasilitasi promosi perdagangan dan investasi, serta sosialisasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS).</content:encoded></item></channel></rss>
