<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba BSDE Naik 126% di Kuartal I-2021</title><description>Laba PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami kenaikan pada kuartal I-2021.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/278/2405226/laba-bsde-naik-126-di-kuartal-i-2021</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/278/2405226/laba-bsde-naik-126-di-kuartal-i-2021"/><item><title>Laba BSDE Naik 126% di Kuartal I-2021</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/278/2405226/laba-bsde-naik-126-di-kuartal-i-2021</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/278/2405226/laba-bsde-naik-126-di-kuartal-i-2021</guid><pubDate>Selasa 04 Mei 2021 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Pratama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/04/278/2405226/laba-bsde-naik-126-di-kuartal-i-2021-57SMlBZ6yN.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/04/278/2405226/laba-bsde-naik-126-di-kuartal-i-2021-57SMlBZ6yN.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami kenaikan pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp588,29 miliar atau lebih tinggi 126,57% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp259,64 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/5/2021), perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,66 triliun atau naik 11,58% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,49 triliun dengan laba per saham dasar Rp28,13.
Baca Juga: Efek Bebas PPN dan DP 0%, BSDE Raup Prapenjualan Rp2,5 Triliun di Kuartal I-2021
 
Direktur BSD City, Hermawan Wijaya mengatakan, BSD City membagi Pendapatan Usaha menjadi tujuh segmen yakni; Penjualan (Tanah &amp;amp; Bangunan, Tanah &amp;amp; Bangunan Strata Title), Sewa, Konstruksi, Hotel, Arena rekreasi, Pengelolaan gedung dan Lain-lain.
&quot;Segmen penjualan unit properti (tanah, bangunan dan strata title) menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan usaha, yakni berkontribusi 81% atau sebesar Rp1,35 triliun. Minat konsumen atas unit-unit properti khususnya residensial BSDE sangat tinggi,&quot; ujar Hermawan dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: BSDE Ambil Alih PT Itomas Kembangan
Kemudian, segmen Sewa tercatat sebagai kontributor terbesar kedua dengan prosentase sebesar 10,37% atau sebesar Rp173,14 miliar dan kontributor terbesar ketiga adalah segmen Konstruksi dengan kontribusi 4% atau sebesar Rp67,11 miliar.
Pertumbuhan pendapatan usaha BSDE lebih besar daripada pertumbuhan Beban Pokok Penjualan, dimana pada Kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp446,75 miliar. Lebih rendah 1,30% ketimbang periode yang sama tahun 2020 yakni Rp452,65 miliar.Kemudian, beban usaha yang bersumber dari Penjualan, Umum dan  Administrasi, serta Pajak Final pada Kuartal I-2021 tercatat Rp476,25  miliar, lebih rendah 11,22% dibanding total Beban Usaha pada periode  yang sama tahun 2020 yakni sebesar Rp536,42 miliar,
Pada akun Penghasilan (Beban) Lain-lain, BSDE membukukan penghasilan  yang bersumber dari Keuntungan dari akuisisi saham Entitas Anak sebesar  Rp149,9 miliar, sehingga Laba Sebelum Pajak tercatat Rp630,39 miliar.
Bumi Serpong Damai mencatatkan liabilitas sebesar Rp28,06 triliun dan  ekuitas Rp34,89 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi  Rp62,96 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp60,86 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Laba PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengalami kenaikan pada kuartal I-2021. Pada laporan keuangan per 31 Maret 2021, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp588,29 miliar atau lebih tinggi 126,57% dibanding 31 Maret 2020 sebesar Rp259,64 miliar.
Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (4/5/2021), perseroan mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp1,66 triliun atau naik 11,58% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,49 triliun dengan laba per saham dasar Rp28,13.
Baca Juga: Efek Bebas PPN dan DP 0%, BSDE Raup Prapenjualan Rp2,5 Triliun di Kuartal I-2021
 
Direktur BSD City, Hermawan Wijaya mengatakan, BSD City membagi Pendapatan Usaha menjadi tujuh segmen yakni; Penjualan (Tanah &amp;amp; Bangunan, Tanah &amp;amp; Bangunan Strata Title), Sewa, Konstruksi, Hotel, Arena rekreasi, Pengelolaan gedung dan Lain-lain.
&quot;Segmen penjualan unit properti (tanah, bangunan dan strata title) menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan usaha, yakni berkontribusi 81% atau sebesar Rp1,35 triliun. Minat konsumen atas unit-unit properti khususnya residensial BSDE sangat tinggi,&quot; ujar Hermawan dalam keterangan tertulis.
Baca Juga: BSDE Ambil Alih PT Itomas Kembangan
Kemudian, segmen Sewa tercatat sebagai kontributor terbesar kedua dengan prosentase sebesar 10,37% atau sebesar Rp173,14 miliar dan kontributor terbesar ketiga adalah segmen Konstruksi dengan kontribusi 4% atau sebesar Rp67,11 miliar.
Pertumbuhan pendapatan usaha BSDE lebih besar daripada pertumbuhan Beban Pokok Penjualan, dimana pada Kuartal I-2021 tercatat sebesar Rp446,75 miliar. Lebih rendah 1,30% ketimbang periode yang sama tahun 2020 yakni Rp452,65 miliar.Kemudian, beban usaha yang bersumber dari Penjualan, Umum dan  Administrasi, serta Pajak Final pada Kuartal I-2021 tercatat Rp476,25  miliar, lebih rendah 11,22% dibanding total Beban Usaha pada periode  yang sama tahun 2020 yakni sebesar Rp536,42 miliar,
Pada akun Penghasilan (Beban) Lain-lain, BSDE membukukan penghasilan  yang bersumber dari Keuntungan dari akuisisi saham Entitas Anak sebesar  Rp149,9 miliar, sehingga Laba Sebelum Pajak tercatat Rp630,39 miliar.
Bumi Serpong Damai mencatatkan liabilitas sebesar Rp28,06 triliun dan  ekuitas Rp34,89 triliun. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi  Rp62,96 triliun dibanding tahun 2020 sebesar Rp60,86 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
