<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satgas Covid-19: Mohon Masyarakat Berbelanja Online</title><description>Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk berbelanja aman lewat dalam jaringan (daring) atau online.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405577/satgas-covid-19-mohon-masyarakat-berbelanja-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405577/satgas-covid-19-mohon-masyarakat-berbelanja-online"/><item><title>Satgas Covid-19: Mohon Masyarakat Berbelanja Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405577/satgas-covid-19-mohon-masyarakat-berbelanja-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405577/satgas-covid-19-mohon-masyarakat-berbelanja-online</guid><pubDate>Selasa 04 Mei 2021 17:51 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/04/320/2405577/satgas-covid-19-mohon-masyarakat-berbelanja-online-eEmGJsxnBP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Belanja Online (reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/04/320/2405577/satgas-covid-19-mohon-masyarakat-berbelanja-online-eEmGJsxnBP.jpg</image><title>Belanja Online (reuters)</title></images><description>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk berbelanja aman lewat dalam jaringan (daring) atau online untuk mengurangi mobilitas di pusat-pusat perbelanjaan yang berpotensi pada penularan COVID-19.

&quot;Mohon kepada masyarakat juga untuk memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan iptek yaitu berbelanja online untuk meminimalkan penularan virus Covid-19,&quot; kata Wiku dalam konferensi pers virtual diikuti di Jakarta, Selasa (4/5/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Google: Pencarian soal Belanja Online Naik 79%
Wiku juga mengimbau seluruh pemerintah daerah dapat menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya demi mencegah kerumunan maupun interaksi fisik yang dapat menjadi cara penularan COVID-19 yang lebih masif untuk menjamin sistem yang dibuat dapat dijalankan dengan baik.

&quot;Buatlah satuan tugas khusus untuk melakukan pembinaan di lapangan,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: E-Commerce Berlomba-lomba Gaet Konsumen Muslim, Kenapa?
Dia menuturkan sektor sosial dan ekonomi sangat berkaitan sehingga cara bijak untuk mampu mencapai hasil yang baik pada kedua sektor tersebut adalah kebijakan gas dan rem yang berlandaskan fakta dan data yang ada untuk dapat mencegah penularan COVID-19 di tengah masyarakat.Wiku mengatakan di tengah penerapan kebijakan pengetatan mobilitas  dan peniadaan mudik di Indonesia, nyatanya di lapangan masih ditemukan  kenaikan mobilitas penduduk khususnya ke pusat perbelanjaan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19  terkait mobilitas dalam pengamatan sejak 11 Maret sampai dengan 16 April  2021, diketahui bahwa selama tiga pekan terakhir terdapat enam provinsi  dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia  yaitu Provinsi Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi  Tenggara dan Sumatera Barat, dengan puncak kenaikan masing-masing pada 9  April 2021.

Menurut Wiku, itu menjadi alarm bagi semua karena secara historis kenaikan mobilitas selalu diikuti kenaikan kasus.

Dia tidak menginginkan hasil jerih payah masyarakat dan pemerintah  selama lebih dari setahun terakhir untuk menjaga kondisi COVID-19  nasional yang cukup stabil dan mengendalikan penularan COVID-19 menjadi  sia-sia karena terjadi mobilitas yang berujung pada kerumunan dan  peningkatan penularan COVID-19.

Justru, masyakarat dan seluruh daerah harus tetap waspada dan segera  melakukan antisipasi untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 dan  mobilitas tinggi di pusat perbelanjaan yang sama di masa akan datang  karena rentan dengan penularan COVID-19.

&quot;Kita belum keluar dari pandemi COVID-19, ancaman penularan masih ada  dan nyata. Oleh karena itu, hal terbaik yang kita lakukan adalah  melakukan segala aktivitas dengan terkendali agar produktivitas sosial  ekonomi masyarakat pun tetap menuai perkembangan yang baik,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengimbau masyarakat untuk berbelanja aman lewat dalam jaringan (daring) atau online untuk mengurangi mobilitas di pusat-pusat perbelanjaan yang berpotensi pada penularan COVID-19.

&quot;Mohon kepada masyarakat juga untuk memilih opsi berbelanja yang lebih aman yaitu dengan memanfaatkan kemajuan iptek yaitu berbelanja online untuk meminimalkan penularan virus Covid-19,&quot; kata Wiku dalam konferensi pers virtual diikuti di Jakarta, Selasa (4/5/2021).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Google: Pencarian soal Belanja Online Naik 79%
Wiku juga mengimbau seluruh pemerintah daerah dapat menyusun mekanisme aktivitas sosial dan ekonomi yang dapat dengan mudah diawasi pergerakannya demi mencegah kerumunan maupun interaksi fisik yang dapat menjadi cara penularan COVID-19 yang lebih masif untuk menjamin sistem yang dibuat dapat dijalankan dengan baik.

&quot;Buatlah satuan tugas khusus untuk melakukan pembinaan di lapangan,&quot; ujarnya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: E-Commerce Berlomba-lomba Gaet Konsumen Muslim, Kenapa?
Dia menuturkan sektor sosial dan ekonomi sangat berkaitan sehingga cara bijak untuk mampu mencapai hasil yang baik pada kedua sektor tersebut adalah kebijakan gas dan rem yang berlandaskan fakta dan data yang ada untuk dapat mencegah penularan COVID-19 di tengah masyarakat.Wiku mengatakan di tengah penerapan kebijakan pengetatan mobilitas  dan peniadaan mudik di Indonesia, nyatanya di lapangan masih ditemukan  kenaikan mobilitas penduduk khususnya ke pusat perbelanjaan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Satuan Tugas Penanganan COVID-19  terkait mobilitas dalam pengamatan sejak 11 Maret sampai dengan 16 April  2021, diketahui bahwa selama tiga pekan terakhir terdapat enam provinsi  dengan kenaikan mobilitas ke pusat perbelanjaan tertinggi di Indonesia  yaitu Provinsi Aceh, Gorontalo, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Sulawesi  Tenggara dan Sumatera Barat, dengan puncak kenaikan masing-masing pada 9  April 2021.

Menurut Wiku, itu menjadi alarm bagi semua karena secara historis kenaikan mobilitas selalu diikuti kenaikan kasus.

Dia tidak menginginkan hasil jerih payah masyarakat dan pemerintah  selama lebih dari setahun terakhir untuk menjaga kondisi COVID-19  nasional yang cukup stabil dan mengendalikan penularan COVID-19 menjadi  sia-sia karena terjadi mobilitas yang berujung pada kerumunan dan  peningkatan penularan COVID-19.

Justru, masyakarat dan seluruh daerah harus tetap waspada dan segera  melakukan antisipasi untuk mencegah lonjakan kasus COVID-19 dan  mobilitas tinggi di pusat perbelanjaan yang sama di masa akan datang  karena rentan dengan penularan COVID-19.

&quot;Kita belum keluar dari pandemi COVID-19, ancaman penularan masih ada  dan nyata. Oleh karena itu, hal terbaik yang kita lakukan adalah  melakukan segala aktivitas dengan terkendali agar produktivitas sosial  ekonomi masyarakat pun tetap menuai perkembangan yang baik,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
