<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Naik 8%, Curi Start Mudik Lebaran?</title><description>PT Jasa Marga (Persero) menyebut sudah ada peningkatan kendaraan yang keluar Jabodetabek jelang larangan mudik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405655/kendaraan-tinggalkan-jabodetabek-naik-8-curi-start-mudik-lebaran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405655/kendaraan-tinggalkan-jabodetabek-naik-8-curi-start-mudik-lebaran"/><item><title>Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Naik 8%, Curi Start Mudik Lebaran?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405655/kendaraan-tinggalkan-jabodetabek-naik-8-curi-start-mudik-lebaran</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405655/kendaraan-tinggalkan-jabodetabek-naik-8-curi-start-mudik-lebaran</guid><pubDate>Selasa 04 Mei 2021 21:09 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/04/320/2405655/kendaraan-tinggalkan-jabodetabek-naik-8-curi-start-mudik-lebaran-mu2L20ddz0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/04/320/2405655/kendaraan-tinggalkan-jabodetabek-naik-8-curi-start-mudik-lebaran-mu2L20ddz0.jpg</image><title>Jalan tol (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) menyebut sudah ada peningkatan kendaraan yang keluar Jabodetabek jelang larangan mudik. Adapun larangan mudik mulai diberlakukan pada 6-17 Mei untuk mengurangi penyebaran virus covid-19.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, pada 3 Mei 2021 kemarin, ada peningkatan 8% kendaraan yang ke luar Jabodetabek. Sedangkan arus lalu lintas yang menuju Jabodetabek juga mengalami peningkatan sebesar 5%.
 
Baca juga: Siapkan Armada Kereta pada 6-17 Mei, KAI: Mudik Tetap Dilarang!
&amp;ldquo;Bisa dilihat pada tanggal 3 kemarin itu sudah ada peningkatan lalin di 4 GT menuju keluar Jabodetabek naik 8% dan yang masuk ke jakarta naik 5%,&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Jalantol Lingkar Luar Jakarta, Bekasi, Selasa (4/5/2021).

Namun jika ditarik ke belakang lebih jauh, arus kendaraan pada ramadhan hingga menjelang larangan mudik belum ada lonjakan. Bahkan, jika dilihat trafic dari 12 April hingg 3 Mei lalu, kendaraan yang masuk dan keluar Jabodetabek cenderung mengalami penurunan.
Baca juga: Kemenhub: Bus Berstiker Boleh Beroperasi 6-17 Mei tapi Bukan untuk Mudik
Adapun lalu lintas yang keluar Jabodetabek lewat 4 Gerbang Tol (GT) utama turun sekitar 7%. Sedangkan untuk arus lalu lintas yang masuk dan menuju Jabodetabek juga turun 8,1%.&amp;ldquo;Perlu disampaikan juga, lalu lintas selama sebelum lebaran ini atau  ramadhan kita ambil 12 April sampai kemarin 3 Mei bisa dilihat secara  total ada penurunan lalu lintas ke luar Jabodetabek sekitar 7% dan  menuju ke Jakarta turun 8,1%,&amp;rdquo; jelasnya.

Dari data tersebut lanjut Atika, belum ada peningkatan yang  signifikan menjelang larangan mudik. Artinya, pengguna jalan atau  masyarakat masih belum melaksanakan mudik.

&amp;ldquo;Sehingga  bisa disimpulkan bahwa selama ramadhan ini belum ada peningkatan  signifikan. Bisa dikatakan epngguna jalan belum melaksanakan mudik,&amp;rdquo;  ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) menyebut sudah ada peningkatan kendaraan yang keluar Jabodetabek jelang larangan mudik. Adapun larangan mudik mulai diberlakukan pada 6-17 Mei untuk mengurangi penyebaran virus covid-19.

Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, pada 3 Mei 2021 kemarin, ada peningkatan 8% kendaraan yang ke luar Jabodetabek. Sedangkan arus lalu lintas yang menuju Jabodetabek juga mengalami peningkatan sebesar 5%.
 
Baca juga: Siapkan Armada Kereta pada 6-17 Mei, KAI: Mudik Tetap Dilarang!
&amp;ldquo;Bisa dilihat pada tanggal 3 kemarin itu sudah ada peningkatan lalin di 4 GT menuju keluar Jabodetabek naik 8% dan yang masuk ke jakarta naik 5%,&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Jalantol Lingkar Luar Jakarta, Bekasi, Selasa (4/5/2021).

Namun jika ditarik ke belakang lebih jauh, arus kendaraan pada ramadhan hingga menjelang larangan mudik belum ada lonjakan. Bahkan, jika dilihat trafic dari 12 April hingg 3 Mei lalu, kendaraan yang masuk dan keluar Jabodetabek cenderung mengalami penurunan.
Baca juga: Kemenhub: Bus Berstiker Boleh Beroperasi 6-17 Mei tapi Bukan untuk Mudik
Adapun lalu lintas yang keluar Jabodetabek lewat 4 Gerbang Tol (GT) utama turun sekitar 7%. Sedangkan untuk arus lalu lintas yang masuk dan menuju Jabodetabek juga turun 8,1%.&amp;ldquo;Perlu disampaikan juga, lalu lintas selama sebelum lebaran ini atau  ramadhan kita ambil 12 April sampai kemarin 3 Mei bisa dilihat secara  total ada penurunan lalu lintas ke luar Jabodetabek sekitar 7% dan  menuju ke Jakarta turun 8,1%,&amp;rdquo; jelasnya.

Dari data tersebut lanjut Atika, belum ada peningkatan yang  signifikan menjelang larangan mudik. Artinya, pengguna jalan atau  masyarakat masih belum melaksanakan mudik.

&amp;ldquo;Sehingga  bisa disimpulkan bahwa selama ramadhan ini belum ada peningkatan  signifikan. Bisa dikatakan epngguna jalan belum melaksanakan mudik,&amp;rdquo;  ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
