<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Besok, Jasa Marga Perkirakan 138.508 Kendaraan Tinggalkan Jakarta</title><description>PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan besok akan menjadi puncak masa pengetatan mudik lebaran.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405669/besok-jasa-marga-perkirakan-138-508-kendaraan-tinggalkan-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405669/besok-jasa-marga-perkirakan-138-508-kendaraan-tinggalkan-jakarta"/><item><title>Besok, Jasa Marga Perkirakan 138.508 Kendaraan Tinggalkan Jakarta</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405669/besok-jasa-marga-perkirakan-138-508-kendaraan-tinggalkan-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/04/320/2405669/besok-jasa-marga-perkirakan-138-508-kendaraan-tinggalkan-jakarta</guid><pubDate>Selasa 04 Mei 2021 21:40 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/04/320/2405669/besok-jasa-marga-perkirakan-138-508-kendaraan-tinggalkan-jakarta-HLXkJPurzK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan tol (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/04/320/2405669/besok-jasa-marga-perkirakan-138-508-kendaraan-tinggalkan-jakarta-HLXkJPurzK.jpg</image><title>Jalan tol (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan besok akan menjadi puncak masa pengetatan mudik lebaran. Sebelum pada 6 hingga 17 Mei 2021 akan dilakukan penyekatan di jalan tol dalam rangka larangan mudik lebaran.


Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, besok ada potensi peningkatan lalu lintas di jalan tol. Diperkirakan akan ada 138.508 kendaraan yang akan meninggalkan Jabodetabek pada hari terakhir pengetatan pra mudik lebaran.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Naik 8%, Curi Start Mudik Lebaran?
&amp;ldquo;Kami sampaikan ada potensi peningkatan lalin pada masa pengetatan mudik,&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Jalantol Lingkar Luar Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021).


Namun, angka tersebut masih memungkinkan untuk mengalami perubahan. Karena masih memungkinkan untuk naik lebih tinggi maupun turun dari perkiraan atau prediksi perseroan.
Baca juga: Siapkan Armada Kereta pada 6-17 Mei, KAI: Mudik Tetap Dilarang!
&amp;ldquo;Puncak lalu lintas kendaraan yang keluar Jabodetabek diprediksi terjadi besok angka itu prediksi bisa bertambah maupun berkurang,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu, arus kendaraan pada ramadhan hingga menjelang larangan  mudik belum ada lonjakan. Bahkan, jika dilihat trafic dari 12 April  hingg 3 Mei lalu, kendaraan yang masuk dan keluar Jabodetabek cenderung  mengalami penurunan.


Adapun lalu lintas yang keluar Jabodetabek lewat 4 Gerbang Tol (GT)  utama turun sekitar 7%. Sedangkan untuk arus lalu lintas yang masuk dan  menuju Jabodetabek juga turun 8,1%.


&amp;ldquo;Perlu disampaikan juga, lalu lintas selama sebelum lebaran ini atau  ramadhan kita ambil 12 April sampai kemarin 3 Mei bisa dilihat secara  total ada penurunan lalu lintas ke luar Jabodetabek sekitar 7% dan  menuju ke Jakarta turun 8,1%,&amp;rdquo; jelasnya.


Sementara khusus data kendaraan per 3 Mei 2021, ada peningkatan 8%  kendaraan yang ke luar Jabodetabek. Sedangkan arus lalu lintas yang  menuju Jabodetabek juga mengalami peningkatan sebesar 5%.


&amp;ldquo;Bisa dilihat pada tanggal 3 kemarin itu sudah ada peningkatan lalin  di 4 GT menuju keluar Jabodetabek naik 8% dan yang masuk ke jakarta naik  5%,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) memperkirakan besok akan menjadi puncak masa pengetatan mudik lebaran. Sebelum pada 6 hingga 17 Mei 2021 akan dilakukan penyekatan di jalan tol dalam rangka larangan mudik lebaran.


Operation and Maintenance Management Group Head Jasa Marga Atika Dara Prahita mengatakan, besok ada potensi peningkatan lalu lintas di jalan tol. Diperkirakan akan ada 138.508 kendaraan yang akan meninggalkan Jabodetabek pada hari terakhir pengetatan pra mudik lebaran.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kendaraan Tinggalkan Jabodetabek Naik 8%, Curi Start Mudik Lebaran?
&amp;ldquo;Kami sampaikan ada potensi peningkatan lalin pada masa pengetatan mudik,&amp;rdquo; ujarnya di Kantor Jalantol Lingkar Luar Jakarta, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/5/2021).


Namun, angka tersebut masih memungkinkan untuk mengalami perubahan. Karena masih memungkinkan untuk naik lebih tinggi maupun turun dari perkiraan atau prediksi perseroan.
Baca juga: Siapkan Armada Kereta pada 6-17 Mei, KAI: Mudik Tetap Dilarang!
&amp;ldquo;Puncak lalu lintas kendaraan yang keluar Jabodetabek diprediksi terjadi besok angka itu prediksi bisa bertambah maupun berkurang,&amp;rdquo; jelasnya.Sementara itu, arus kendaraan pada ramadhan hingga menjelang larangan  mudik belum ada lonjakan. Bahkan, jika dilihat trafic dari 12 April  hingg 3 Mei lalu, kendaraan yang masuk dan keluar Jabodetabek cenderung  mengalami penurunan.


Adapun lalu lintas yang keluar Jabodetabek lewat 4 Gerbang Tol (GT)  utama turun sekitar 7%. Sedangkan untuk arus lalu lintas yang masuk dan  menuju Jabodetabek juga turun 8,1%.


&amp;ldquo;Perlu disampaikan juga, lalu lintas selama sebelum lebaran ini atau  ramadhan kita ambil 12 April sampai kemarin 3 Mei bisa dilihat secara  total ada penurunan lalu lintas ke luar Jabodetabek sekitar 7% dan  menuju ke Jakarta turun 8,1%,&amp;rdquo; jelasnya.


Sementara khusus data kendaraan per 3 Mei 2021, ada peningkatan 8%  kendaraan yang ke luar Jabodetabek. Sedangkan arus lalu lintas yang  menuju Jabodetabek juga mengalami peningkatan sebesar 5%.


&amp;ldquo;Bisa dilihat pada tanggal 3 kemarin itu sudah ada peningkatan lalin  di 4 GT menuju keluar Jabodetabek naik 8% dan yang masuk ke jakarta naik  5%,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
