<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Yellen Minta Suku Bunga Naik, Indeks Dolar AS Menguat</title><description>Dolar AS alami reli mencapai level tertinggi dua minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405773/yellen-minta-suku-bunga-naik-indeks-dolar-as-menguat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405773/yellen-minta-suku-bunga-naik-indeks-dolar-as-menguat"/><item><title>Yellen Minta Suku Bunga Naik, Indeks Dolar AS Menguat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405773/yellen-minta-suku-bunga-naik-indeks-dolar-as-menguat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405773/yellen-minta-suku-bunga-naik-indeks-dolar-as-menguat</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 07:42 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405773/yellen-minta-suku-bunga-naik-indeks-dolar-as-menguat-zGclRGjtOw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405773/yellen-minta-suku-bunga-naik-indeks-dolar-as-menguat-zGclRGjtOw.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Ilustrasi Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Dolar AS alami reli mencapai level tertinggi dua minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar menguat karena sentimen risiko memudar di tengah aksi jual saham, dengan komentar Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan suku bunga mungkin perlu naik untuk mencegah ekonomi Amerika dari overheating juga mendukung greenback.
Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,3% menjadi 91,278. Indeks dolar telah merosot lebih dari 2,0% pada April, dilansir dari Antara, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Data Ekonomi Mengecewakan, Indeks Dolar Melemah
 
Yellen, dalam sambutannya membuat pernyataan ketika lebih banyak program investasi ekonomi Presiden AS Joe Biden sedang berjalan. Dia mengatakan bahwa pengeluaran tambahan itu kecil dibandingkan dengan ukuran relatif perekonomian.
Daya tarik safe-haven dolar menerima dorongan lebih lanjut karena Nasdaq turun lebih dari 2,0%, S&amp;amp;P lebih dari 1,0% dan Dow Jones Industrial Average turun 0,3% yang kurang curam, dan ketika imbal hasil obligasi pemerintah menurun.
Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.450/USD Imbas Investor Berhati-hati
 
Para analis mengatakan banyak berita baik tentang ekonomi kemungkinan telah dipertimbangkan oleh pasar.
&quot;Setelah meningkat secara dramatis selama kuartal pertama, ekspektasi ekonomi AS telah bertemu dengan kenyataan, yang berarti bahwa kejutan tidak lagi mengarah ke positif,&quot; kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.
&quot;Bagi banyak investor dan pedagang momentum, beberapa penyeimbangan kembali, menjauh dari mata uang sensitif risiko dan menuju safe-haven, sangat masuk akal pada saat ini,&quot; tambahnya.Kenaikan Selasa (4/5/2021) membalikkan kerugian yang diderita pada  Senin setelah laporan survei manufaktur AS yang mengecewakan,  meninggalkan dolar 1,0% di atas level terendah satu bulan yang dicapai  minggu lalu.
&quot;Tidak ada konsensus saat ini tentang apa yang akan terjadi pada  dolar selama sisa tahun ini, seperti yang terjadi pada awalnya,&quot; kata  Tempus Inc dalam catatan penelitian terbarunya.
&quot;Sementara beberapa pedagang melihat dolar AS dengan ruang untuk  tumbuh karena imbal hasil obligasi akan lebih tinggi di masa depan saat  ekspektasi inflasi meningkat, yang lain percaya dolar sekarang dinilai  terlalu tinggi dan hanya akan terus menyusut ketika seluruh dunia  berhasil mengejar ketinggalan.&quot;
Dolar AS naik 0,8% terhadap dolar Australia menjadi 0,7704 dolar AS  dan naik 0,9% versus dolar Selandia Baru menjadi 0,7138 dolar AS,  meskipun harga-harga komoditas secara umum menguat secara keseluruhan.
Euro melemah 0,4% terhadap dolar menjadi 1,2013 dolar AS. Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 109,32 yen.
Sterling merosot 0,1% menjadi 1,3881 dolar AS menjelang pertemuan  bank sentral Inggris pada Kamis (6/5/2021), yang mungkin mengumumkan  perlambatan dalam program pembelian obligasi karena peluncuran vaksin  mendukung ekonomi Inggris.</description><content:encoded>JAKARTA - Dolar AS alami reli mencapai level tertinggi dua minggu pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Dolar menguat karena sentimen risiko memudar di tengah aksi jual saham, dengan komentar Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan suku bunga mungkin perlu naik untuk mencegah ekonomi Amerika dari overheating juga mendukung greenback.
Indeks dolar, yang mengukur nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,3% menjadi 91,278. Indeks dolar telah merosot lebih dari 2,0% pada April, dilansir dari Antara, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Data Ekonomi Mengecewakan, Indeks Dolar Melemah
 
Yellen, dalam sambutannya membuat pernyataan ketika lebih banyak program investasi ekonomi Presiden AS Joe Biden sedang berjalan. Dia mengatakan bahwa pengeluaran tambahan itu kecil dibandingkan dengan ukuran relatif perekonomian.
Daya tarik safe-haven dolar menerima dorongan lebih lanjut karena Nasdaq turun lebih dari 2,0%, S&amp;amp;P lebih dari 1,0% dan Dow Jones Industrial Average turun 0,3% yang kurang curam, dan ketika imbal hasil obligasi pemerintah menurun.
Baca Juga: Rupiah Melemah Tipis ke Rp14.450/USD Imbas Investor Berhati-hati
 
Para analis mengatakan banyak berita baik tentang ekonomi kemungkinan telah dipertimbangkan oleh pasar.
&quot;Setelah meningkat secara dramatis selama kuartal pertama, ekspektasi ekonomi AS telah bertemu dengan kenyataan, yang berarti bahwa kejutan tidak lagi mengarah ke positif,&quot; kata Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Cambridge Global Payments di Toronto.
&quot;Bagi banyak investor dan pedagang momentum, beberapa penyeimbangan kembali, menjauh dari mata uang sensitif risiko dan menuju safe-haven, sangat masuk akal pada saat ini,&quot; tambahnya.Kenaikan Selasa (4/5/2021) membalikkan kerugian yang diderita pada  Senin setelah laporan survei manufaktur AS yang mengecewakan,  meninggalkan dolar 1,0% di atas level terendah satu bulan yang dicapai  minggu lalu.
&quot;Tidak ada konsensus saat ini tentang apa yang akan terjadi pada  dolar selama sisa tahun ini, seperti yang terjadi pada awalnya,&quot; kata  Tempus Inc dalam catatan penelitian terbarunya.
&quot;Sementara beberapa pedagang melihat dolar AS dengan ruang untuk  tumbuh karena imbal hasil obligasi akan lebih tinggi di masa depan saat  ekspektasi inflasi meningkat, yang lain percaya dolar sekarang dinilai  terlalu tinggi dan hanya akan terus menyusut ketika seluruh dunia  berhasil mengejar ketinggalan.&quot;
Dolar AS naik 0,8% terhadap dolar Australia menjadi 0,7704 dolar AS  dan naik 0,9% versus dolar Selandia Baru menjadi 0,7138 dolar AS,  meskipun harga-harga komoditas secara umum menguat secara keseluruhan.
Euro melemah 0,4% terhadap dolar menjadi 1,2013 dolar AS. Terhadap yen, dolar naik 0,2% menjadi 109,32 yen.
Sterling merosot 0,1% menjadi 1,3881 dolar AS menjelang pertemuan  bank sentral Inggris pada Kamis (6/5/2021), yang mungkin mengumumkan  perlambatan dalam program pembelian obligasi karena peluncuran vaksin  mendukung ekonomi Inggris.</content:encoded></item></channel></rss>
