<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405877/ekonomi-ri-minus-0-74-bps-tanda-tanda-perbaikan-kian-nyata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405877/ekonomi-ri-minus-0-74-bps-tanda-tanda-perbaikan-kian-nyata"/><item><title>Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405877/ekonomi-ri-minus-0-74-bps-tanda-tanda-perbaikan-kian-nyata</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405877/ekonomi-ri-minus-0-74-bps-tanda-tanda-perbaikan-kian-nyata</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 11:29 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405877/ekonomi-ri-minus-0-74-bps-tanda-tanda-perbaikan-kian-nyata-ZqtfrHO4tm.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405877/ekonomi-ri-minus-0-74-bps-tanda-tanda-perbaikan-kian-nyata-ZqtfrHO4tm.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA- Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Sedangkan secara quartal per quartal (q to q) 0,96%. Indonesia pun masih resesi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2021 menunjukkan perbaikan yang signifikan.

&quot;Ini menunjukkan bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi semakin nyata,&quot; katanya di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Breaking News: Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Indonesia Masih Resesi&amp;nbsp;
Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi  kuartal I-2021 masih minus 0,74% disebabkan  perkembangan inflasi 1,37% secara year on year (yoy). Adapun realisasi belanja negara APBN kuartal I-2021 mencapai 523,04 trilun yang naik cukup tinggi yang mana Rp452, triliun triliun pada tahun lalu.

&quot;Dengan pergerakan berbagai indikator kuartal I 2021, sehingga kalau dibandingkan kuartal I 2020 ekonomi Indonesia kuartal I 2021 ini masih kontraksi 0,74%. Jadi secara yoy ekonomi Indonesia kuartal I terkontraksi 0,74% sementara secara qtq kontraksi 0,96%,&quot; katanya.



Sedangkan realisi penanaman modal mencapai Rp219,7 triliun secara quarter to quarter (antar kuartal) atau naik sebesar 2,3% dan naik 4,3% secara year on year. Hal ini bisa menunjukkan pemulihan ekonomi untuk ke depan bisa nyata.

&quot;Ini sangat bersyukur karena pertumbuhan ekonomi akan bisa nyata,&quot; tandasnya
</description><content:encoded>JAKARTA- Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Sedangkan secara quartal per quartal (q to q) 0,96%. Indonesia pun masih resesi.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I/2021 menunjukkan perbaikan yang signifikan.

&quot;Ini menunjukkan bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi semakin nyata,&quot; katanya di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;Breaking News: Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Indonesia Masih Resesi&amp;nbsp;
Suhariyanto menjelaskan, pertumbuhan ekonomi  kuartal I-2021 masih minus 0,74% disebabkan  perkembangan inflasi 1,37% secara year on year (yoy). Adapun realisasi belanja negara APBN kuartal I-2021 mencapai 523,04 trilun yang naik cukup tinggi yang mana Rp452, triliun triliun pada tahun lalu.

&quot;Dengan pergerakan berbagai indikator kuartal I 2021, sehingga kalau dibandingkan kuartal I 2020 ekonomi Indonesia kuartal I 2021 ini masih kontraksi 0,74%. Jadi secara yoy ekonomi Indonesia kuartal I terkontraksi 0,74% sementara secara qtq kontraksi 0,96%,&quot; katanya.



Sedangkan realisi penanaman modal mencapai Rp219,7 triliun secara quarter to quarter (antar kuartal) atau naik sebesar 2,3% dan naik 4,3% secara year on year. Hal ini bisa menunjukkan pemulihan ekonomi untuk ke depan bisa nyata.

&quot;Ini sangat bersyukur karena pertumbuhan ekonomi akan bisa nyata,&quot; tandasnya
</content:encoded></item></channel></rss>
