<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah</title><description>Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74% secara year on year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405900/indonesia-masih-resesi-11-sektor-usaha-ini-berdarah-darah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405900/indonesia-masih-resesi-11-sektor-usaha-ini-berdarah-darah"/><item><title>Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405900/indonesia-masih-resesi-11-sektor-usaha-ini-berdarah-darah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405900/indonesia-masih-resesi-11-sektor-usaha-ini-berdarah-darah</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 11:58 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405900/indonesia-masih-resesi-11-sektor-usaha-ini-berdarah-darah-lObNgfTX50.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405900/indonesia-masih-resesi-11-sektor-usaha-ini-berdarah-darah-lObNgfTX50.jpg</image><title>Resesi Ekonomi (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Angka ini berbanding terbalik dengan kuartal I-2020 yang tumbuh 2,97%.

Sedangkan secara quartal per quartal (q to q), pertumbuhan ekonomi RI masih terkontraksi 0,96% jika dibandingkan dengan kuartal IV-2020. Tercatat ekonomi kuartal IV-2020 sebesar minus 2,19%. Dengan demikian, Indonesia masih di jurang resesi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Breaking News: Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Indonesia Masih Resesi&amp;nbsp;
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus ini menyebabkan beberapa sektor telah sakit kronis akibat pandemi Covid-19.

Adapun, dari 17 sektor, ada 6 tumbuh positif dan 11 sektor negatif. Rinciannya, 11 sektor yang masih negatif adalah transportasi dan pergudangan dengan -13,12%, akomodasi dan makan minum -7,26%, dan jasa lainnya -5,15%.

&quot;Sektor yang masih tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 8,72%, pengadaan air 5,49% dan jasa kesehatan 3,64%. Kemudian adalah pertanian, pengadaan listrik dan gas dan real estate,&quot; ujar  Kepala BPS Suhariyanto dalam video virtual, Rabu (5/5/2021).

Saat ini, indikator pendukung lainnya pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 adalah produksi mobil yang pada kuartal I-2021 tercatat mencapai 255.312 unit, naik 23,36% secara q to q dan turun 22,16% yoy.

Sedangkan, penjualan mobil secara wholesale pada kuartal I/2021 mencapai 187.021 unit, meningkat 16,63% qtq dan turun 21,05% yoy. Penjualan sepeda motor secara wholesale pada kuartal I/2021 mencapai 1,29 juta unit, naik 64,52%. q to q, tapi turun 17,61% yoy.</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Angka ini berbanding terbalik dengan kuartal I-2020 yang tumbuh 2,97%.

Sedangkan secara quartal per quartal (q to q), pertumbuhan ekonomi RI masih terkontraksi 0,96% jika dibandingkan dengan kuartal IV-2020. Tercatat ekonomi kuartal IV-2020 sebesar minus 2,19%. Dengan demikian, Indonesia masih di jurang resesi.
Baca Juga:&amp;nbsp;Breaking News: Ekonomi Kuartal I-2021 Minus 0,74%, Indonesia Masih Resesi&amp;nbsp;
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus ini menyebabkan beberapa sektor telah sakit kronis akibat pandemi Covid-19.

Adapun, dari 17 sektor, ada 6 tumbuh positif dan 11 sektor negatif. Rinciannya, 11 sektor yang masih negatif adalah transportasi dan pergudangan dengan -13,12%, akomodasi dan makan minum -7,26%, dan jasa lainnya -5,15%.

&quot;Sektor yang masih tumbuh positif adalah informasi dan komunikasi sebesar 8,72%, pengadaan air 5,49% dan jasa kesehatan 3,64%. Kemudian adalah pertanian, pengadaan listrik dan gas dan real estate,&quot; ujar  Kepala BPS Suhariyanto dalam video virtual, Rabu (5/5/2021).

Saat ini, indikator pendukung lainnya pada pertumbuhan ekonomi kuartal I-2021 adalah produksi mobil yang pada kuartal I-2021 tercatat mencapai 255.312 unit, naik 23,36% secara q to q dan turun 22,16% yoy.

Sedangkan, penjualan mobil secara wholesale pada kuartal I/2021 mencapai 187.021 unit, meningkat 16,63% qtq dan turun 21,05% yoy. Penjualan sepeda motor secara wholesale pada kuartal I/2021 mencapai 1,29 juta unit, naik 64,52%. q to q, tapi turun 17,61% yoy.</content:encoded></item></channel></rss>
