<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Minus 0,74%, Istana: Arah Perekonomian RI Terus Membaik</title><description>Pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2021 yang masih terkontraksi 0,74% mengarah ke tren yang positif.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405949/ekonomi-minus-0-74-istana-arah-perekonomian-ri-terus-membaik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405949/ekonomi-minus-0-74-istana-arah-perekonomian-ri-terus-membaik"/><item><title>Ekonomi Minus 0,74%, Istana: Arah Perekonomian RI Terus Membaik</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405949/ekonomi-minus-0-74-istana-arah-perekonomian-ri-terus-membaik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405949/ekonomi-minus-0-74-istana-arah-perekonomian-ri-terus-membaik</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 13:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405949/ekonomi-minus-0-74-istana-arah-perekonomian-ri-terus-membaik-CTr1NOzRFK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405949/ekonomi-minus-0-74-istana-arah-perekonomian-ri-terus-membaik-CTr1NOzRFK.jpg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menilai bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2021 yang masih terkontraksi 0,74% mengarah ke tren yang positif.
&amp;ldquo;Arah perekonomian Indonesia di masa Pandemi  terus membaik. Walaupun pertumbuhan ekonomi di kuartal I Tahun  2021 mengalami kontraksi 0,74%, tetapi trennya menunjukkan arah yg positif dari kuartal-Kuartal sebelumnya di mana Kuartal II 2020 -5,32% Kuartal III 2020 -3,49%, Kuartal IV 2020 -2,19% (yoy),&amp;rdquo; katanya dalam pers rilisnya, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah
 
Dia mengatakan bahwa pada kuartal II, III, dan IV, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada zona positif.  Dengan begitu ekonomi Indonesia tahun 2021, secara akumulasi akan tumbuh positif dibandingkan tahun 2020 lalu.
&amp;ldquo;Selisih tipis, yang hanya sebesar -0,74% secara tahunan dibanding masa sebelum pandemi, menunjukkan perekonomian kita sanggup bertahan. Kita akan segera masuk ke zona positif,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata
 
Selain itu data BPS juga menyebutkan bahwa 64,56% PDB berasal dari Industri, pertanian, Perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Hal ini mengindikasikan sektor riil sudah bergerak lebih produktif dibanding waktu sebelumnya.
&amp;ldquo;Selain Itu kita juga melihat bahwa Neraca perdagangan surplus kita di kuartal I dengan ekspor tumbuh 6,74%, dan Impor terkendali Tumbuh 5,27%,&amp;rdquo; ujarnya.Namun dia menilai bahwa daya beli masih tertekan. Di mana saat ini  pertumbuhan konsumsi masih terkontraksi sebesar -2,23%. Lalu investasi  -0,23%, belanja pemerintah 2,96%, ekspor 6,74% dan impor 5,27%.
&amp;ldquo;Melihat rincian pertumbuhan berdasarkan pengeluaran tersebut, harus  diakui bahwa pandemi covid-19 ini masih menekan perekonomian baik dari  sisi supply maupun demand. Sehingga pemerintah terus bekerjasama dengan  otoritas moneter terus berupaya untuk mempertahankan dan memperbaiki  kedua hal tersebut,&amp;rdquo; paparnya.
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta menilai bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2021 yang masih terkontraksi 0,74% mengarah ke tren yang positif.
&amp;ldquo;Arah perekonomian Indonesia di masa Pandemi  terus membaik. Walaupun pertumbuhan ekonomi di kuartal I Tahun  2021 mengalami kontraksi 0,74%, tetapi trennya menunjukkan arah yg positif dari kuartal-Kuartal sebelumnya di mana Kuartal II 2020 -5,32% Kuartal III 2020 -3,49%, Kuartal IV 2020 -2,19% (yoy),&amp;rdquo; katanya dalam pers rilisnya, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah
 
Dia mengatakan bahwa pada kuartal II, III, dan IV, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada zona positif.  Dengan begitu ekonomi Indonesia tahun 2021, secara akumulasi akan tumbuh positif dibandingkan tahun 2020 lalu.
&amp;ldquo;Selisih tipis, yang hanya sebesar -0,74% secara tahunan dibanding masa sebelum pandemi, menunjukkan perekonomian kita sanggup bertahan. Kita akan segera masuk ke zona positif,&amp;rdquo; ujarnya.
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata
 
Selain itu data BPS juga menyebutkan bahwa 64,56% PDB berasal dari Industri, pertanian, Perdagangan, konstruksi dan pertambangan. Hal ini mengindikasikan sektor riil sudah bergerak lebih produktif dibanding waktu sebelumnya.
&amp;ldquo;Selain Itu kita juga melihat bahwa Neraca perdagangan surplus kita di kuartal I dengan ekspor tumbuh 6,74%, dan Impor terkendali Tumbuh 5,27%,&amp;rdquo; ujarnya.Namun dia menilai bahwa daya beli masih tertekan. Di mana saat ini  pertumbuhan konsumsi masih terkontraksi sebesar -2,23%. Lalu investasi  -0,23%, belanja pemerintah 2,96%, ekspor 6,74% dan impor 5,27%.
&amp;ldquo;Melihat rincian pertumbuhan berdasarkan pengeluaran tersebut, harus  diakui bahwa pandemi covid-19 ini masih menekan perekonomian baik dari  sisi supply maupun demand. Sehingga pemerintah terus bekerjasama dengan  otoritas moneter terus berupaya untuk mempertahankan dan memperbaiki  kedua hal tersebut,&amp;rdquo; paparnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
