<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Istana Kejar Pertumbuhan Ekonomi Positif di Kuartal II</title><description>BPS terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia  pada kuartal I 2021 ini -0,74%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405998/strategi-istana-kejar-pertumbuhan-ekonomi-positif-di-kuartal-ii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405998/strategi-istana-kejar-pertumbuhan-ekonomi-positif-di-kuartal-ii"/><item><title>Strategi Istana Kejar Pertumbuhan Ekonomi Positif di Kuartal II</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405998/strategi-istana-kejar-pertumbuhan-ekonomi-positif-di-kuartal-ii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2405998/strategi-istana-kejar-pertumbuhan-ekonomi-positif-di-kuartal-ii</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 14:21 WIB</pubDate><dc:creator>Dita Angga R</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405998/strategi-istana-kejar-pertumbuhan-ekonomi-positif-di-kuartal-ii-h8IExlltmH.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2405998/strategi-istana-kejar-pertumbuhan-ekonomi-positif-di-kuartal-ii-h8IExlltmH.jpeg</image><title>Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - BPS terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia  pada kuartal I 2021 ini -0,74%. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sudah berada di arah semakin pulih.
Walaupun masih terkontraksi, Arif mengatakan arah pertumbuhan ekonomi trennya menunjukkan arah yang positif dibanding kuartal-kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah
 
Hal ini menimbulkan optimisme bahwa pada kuartal selanjutnya akan ada di zona positif. Untuk menggenjot target itu tercapai maka penanganan pandemi covid-19 harus dilakukan sesuai protokol kesehatan.
&amp;ldquo;3M tidak boleh diabaikan, jangan mudik, belanja lebih baik secara online, selain  vaksinasi akan terus digenjot pemerintah,&amp;rdquo; katanya dalam pers rilisnya, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata
 
Selain itu, daerah perlu mempercepat serapan anggarannya masing-masing.
&amp;ldquo;Presiden juga sudah meminta kepala daerah benar-benar mampu meningkatkan investasi swasta di daerahnya agar lapangan kerja ikut tercipta,&amp;rdquo;  ujarnya
Menurutnya dengan kerjasama yang solid dari banyak pihak tersebut akan membuat konsumsi masyarakat dapat tumbuh tinggi tanpa kembali terganggu dengan pengetatan pembatasan sosial. Selain itu pembangunan terus berjalan dan mendatang investasi.Hal ini juga diperkuat dengan belanja pemerintah yang ekspansif  melalui berbagai program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi  nasional yang besarnya mencapai Rp699,43 triliun.
&amp;ldquo;Sehingga target pertumbuhan positif pada triwulan II-2021 dapat kita capai,&amp;rdquo; ungkapnya.
Di samping itu Arif menilai bahwa faktor eksternal juga dapat turut  mendorong penguatan ekonomi Indonesia. Pasalnya beberapa mitra dagang  Indonesia saat ini menunjukkan fase pertumbuhan yang positif.
&amp;ldquo;Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti China (18,3%),  Amerika (0,4%), dan Singapura (0,2%) sudah memasuki fase pertumbuhan  positif. Ini diyakini bisa memperkuat permintaan ekspor Indonesia ke  negara-negara tersebut,&amp;rdquo; katanya.
Namun dia juga menilai perlu dicermati juga mitra dagang lain.  Misalnya India justru mengalami perburukan dalam kasus pandemi sehingga  bisa mempengaruhi perdagangannya dengan Indonesia. Negara-negara utama  di Uni Eropa juga masih mengalami pertumbuhan yang negatif.</description><content:encoded>JAKARTA - BPS terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia  pada kuartal I 2021 ini -0,74%. Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Arif Budimanta mengatakan bahwa perekonomian Indonesia sudah berada di arah semakin pulih.
Walaupun masih terkontraksi, Arif mengatakan arah pertumbuhan ekonomi trennya menunjukkan arah yang positif dibanding kuartal-kuartal sebelumnya.
Baca Juga: Indonesia Masih Resesi,11 Sektor Usaha Ini Berdarah-darah
 
Hal ini menimbulkan optimisme bahwa pada kuartal selanjutnya akan ada di zona positif. Untuk menggenjot target itu tercapai maka penanganan pandemi covid-19 harus dilakukan sesuai protokol kesehatan.
&amp;ldquo;3M tidak boleh diabaikan, jangan mudik, belanja lebih baik secara online, selain  vaksinasi akan terus digenjot pemerintah,&amp;rdquo; katanya dalam pers rilisnya, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga: Ekonomi RI Minus 0,74%, BPS: Tanda-Tanda Perbaikan Kian Nyata
 
Selain itu, daerah perlu mempercepat serapan anggarannya masing-masing.
&amp;ldquo;Presiden juga sudah meminta kepala daerah benar-benar mampu meningkatkan investasi swasta di daerahnya agar lapangan kerja ikut tercipta,&amp;rdquo;  ujarnya
Menurutnya dengan kerjasama yang solid dari banyak pihak tersebut akan membuat konsumsi masyarakat dapat tumbuh tinggi tanpa kembali terganggu dengan pengetatan pembatasan sosial. Selain itu pembangunan terus berjalan dan mendatang investasi.Hal ini juga diperkuat dengan belanja pemerintah yang ekspansif  melalui berbagai program penanganan covid-19 dan pemulihan ekonomi  nasional yang besarnya mencapai Rp699,43 triliun.
&amp;ldquo;Sehingga target pertumbuhan positif pada triwulan II-2021 dapat kita capai,&amp;rdquo; ungkapnya.
Di samping itu Arif menilai bahwa faktor eksternal juga dapat turut  mendorong penguatan ekonomi Indonesia. Pasalnya beberapa mitra dagang  Indonesia saat ini menunjukkan fase pertumbuhan yang positif.
&amp;ldquo;Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia seperti China (18,3%),  Amerika (0,4%), dan Singapura (0,2%) sudah memasuki fase pertumbuhan  positif. Ini diyakini bisa memperkuat permintaan ekspor Indonesia ke  negara-negara tersebut,&amp;rdquo; katanya.
Namun dia juga menilai perlu dicermati juga mitra dagang lain.  Misalnya India justru mengalami perburukan dalam kasus pandemi sehingga  bisa mempengaruhi perdagangannya dengan Indonesia. Negara-negara utama  di Uni Eropa juga masih mengalami pertumbuhan yang negatif.</content:encoded></item></channel></rss>
