<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPS Ungkap Dampak Pelarangan Mudik pada Ekonomi RI</title><description>Pemerintah memastikan melarang aktivitas mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406000/bps-ungkap-dampak-pelarangan-mudik-pada-ekonomi-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406000/bps-ungkap-dampak-pelarangan-mudik-pada-ekonomi-ri"/><item><title>BPS Ungkap Dampak Pelarangan Mudik pada Ekonomi RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406000/bps-ungkap-dampak-pelarangan-mudik-pada-ekonomi-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406000/bps-ungkap-dampak-pelarangan-mudik-pada-ekonomi-ri</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 14:23 WIB</pubDate><dc:creator>Rina Anggraeni</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2406000/bps-ungkap-dampak-pelarangan-mudik-pada-ekonomi-ri-hDgOR0bUNW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2406000/bps-ungkap-dampak-pelarangan-mudik-pada-ekonomi-ri-hDgOR0bUNW.jpg</image><title>Mudik Dilarang. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memastikan melarang aktivitas mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Namun kebijakan tersebut akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga yang memiliki sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan konsumsi rumah tangga bisa menyumbang 56,9% ke PDB. Dengan adanya larangan mudik, sejumlah komponen konsumsi rumah tangga yang biasanya mengalami peningkatan akan terdampak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Larangan Mudik Berlaku 6 Mei, Antisipasi Hal Ini agar Tak Terjadi Ledakan Kasus Covid-19
&quot;Ketika Lebaran harusnya ada peningkatan konsumsi makanan minuman, pakaian baru, harusnya ada konsumsi transportasi mudik, yang kalau dia berhenti ini akan berdampak signifikan ke konsumsi rumah tangga,&quot; kata dia dalam video virtual, Kamis (5/5/2021)
Menurutnya, larangan mudik juga akan membatasi pengeluaran transportasi, rekreasi, hotel, dan restoran yang biasanya meningkat. Padahal komponen ini memiliki porsi hampir 25% terhadap konsumsi rumah tangga, sehingga dampaknya akan sangat terasa.
Baca Juga:&amp;nbsp;18 Juta Orang Diprediksi Tetap Mudik Lebaran meski Dilarang
&quot;Kalau kita jumlahkan, share ketiga ini ke konsumsi rumah tangga hampir 25% dari total konsumsi rumah tangga, sehingga secara keseluruhan larangan mudik akan berpengaruh ke konsumsi rumah tangga,&quot; ungkapnya.Meski begitu, ia mengakui, kebijakan larangan mudik yang diambil pemerintah bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 semakin luas. Apabila pandemi tidak bisa dikendalikan, tentu dampaknya kepada perekonomian akan lebih besar lagi.
&quot;Tapi pilihan kita adalah di tengah pandemi covid. Kebijakan ini sangat-sangat bijak. Kalau tidak pandemi covid akan kembali merajalela,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memastikan melarang aktivitas mudik Lebaran tahun ini untuk mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Namun kebijakan tersebut akan mempengaruhi konsumsi rumah tangga yang memiliki sumbangan terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan konsumsi rumah tangga bisa menyumbang 56,9% ke PDB. Dengan adanya larangan mudik, sejumlah komponen konsumsi rumah tangga yang biasanya mengalami peningkatan akan terdampak.
Baca Juga:&amp;nbsp;Larangan Mudik Berlaku 6 Mei, Antisipasi Hal Ini agar Tak Terjadi Ledakan Kasus Covid-19
&quot;Ketika Lebaran harusnya ada peningkatan konsumsi makanan minuman, pakaian baru, harusnya ada konsumsi transportasi mudik, yang kalau dia berhenti ini akan berdampak signifikan ke konsumsi rumah tangga,&quot; kata dia dalam video virtual, Kamis (5/5/2021)
Menurutnya, larangan mudik juga akan membatasi pengeluaran transportasi, rekreasi, hotel, dan restoran yang biasanya meningkat. Padahal komponen ini memiliki porsi hampir 25% terhadap konsumsi rumah tangga, sehingga dampaknya akan sangat terasa.
Baca Juga:&amp;nbsp;18 Juta Orang Diprediksi Tetap Mudik Lebaran meski Dilarang
&quot;Kalau kita jumlahkan, share ketiga ini ke konsumsi rumah tangga hampir 25% dari total konsumsi rumah tangga, sehingga secara keseluruhan larangan mudik akan berpengaruh ke konsumsi rumah tangga,&quot; ungkapnya.Meski begitu, ia mengakui, kebijakan larangan mudik yang diambil pemerintah bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 semakin luas. Apabila pandemi tidak bisa dikendalikan, tentu dampaknya kepada perekonomian akan lebih besar lagi.
&quot;Tapi pilihan kita adalah di tengah pandemi covid. Kebijakan ini sangat-sangat bijak. Kalau tidak pandemi covid akan kembali merajalela,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
