<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 0,74% di Kuartal I-2021, Kalah dengan Vietnam</title><description>Pertumbuhan Ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406164/pertumbuhan-ekonomi-ri-minus-0-74-di-kuartal-i-2021-kalah-dengan-vietnam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406164/pertumbuhan-ekonomi-ri-minus-0-74-di-kuartal-i-2021-kalah-dengan-vietnam"/><item><title>   Pertumbuhan Ekonomi RI Minus 0,74% di Kuartal I-2021, Kalah dengan Vietnam</title><link>https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406164/pertumbuhan-ekonomi-ri-minus-0-74-di-kuartal-i-2021-kalah-dengan-vietnam</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2021/05/05/320/2406164/pertumbuhan-ekonomi-ri-minus-0-74-di-kuartal-i-2021-kalah-dengan-vietnam</guid><pubDate>Rabu 05 Mei 2021 17:48 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2406164/pertumbuhan-ekonomi-ri-minus-0-74-di-kuartal-i-2021-kalah-dengan-vietnam-lBuPM7J4Jo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2021/05/05/320/2406164/pertumbuhan-ekonomi-ri-minus-0-74-di-kuartal-i-2021-kalah-dengan-vietnam-lBuPM7J4Jo.jpg</image><title>Ekonomi RI (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Sedangkan secara quartal per quartal (q to q) 0,96%. Indonesia pun masih resesi.

Menurut Kepala Center Macroeconomics and Finance IInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 minus 0,74% tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain salah satunya Vietnam. Walaupun negara lain  mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal IV 2020.

&quot;Jadi pertumbuhan ekonomi kuartal I masih terkontraksi minus 0,74% artinya kita ketinggalan nih dari negara-negara lain. Di mana negara lain kuartal IV, mereka masih terkontraksi tetapi di kuartal I 2021 itu sudah mulai ekspansi pertumbuhannya, Indonesia kan masih berkontraksi. Seperti dengan Vietnam saja Indonesia masih kalah,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Kali Minus, Berikut Perjalanan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga Resesi&amp;nbsp;
Dia menuturkan bahwa, pertumbuhan ekonomi ini tak lain dipengaruhi oleh percepatan program vaksinasi. Di mana  berbagai negara terus menerus mempercepat program vaksinasi sementara di Indonesia baru mencapai 4,92% dari total jumlah penduduk atau sekitar 10 juta jiwa.

&quot;Artinya memang vaksinasi menumbuhkan pertumbuhan ekonomi sebuah negara termasuk Amerika, Korea Selatan, Vietnam, Tiongkok, sudah melakukan percepatan vaksinasi,&quot; ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, vaksinasi diyakini akan terus mempercepat pemulihan ekonomi seluruh negara. Percepatan tersebut nantinya akan berdampak pada perbaikan ekonomi global.

&quot;Kita ketahui, pertumbuhan ekonomi global akan membaik dibanding dengan tahun lalu contoh World Bank memperkirakan pertumbuhan di 2021 sebesar 4,0%, OECD 5,6% dan IMF 6,0%. Maka ini tentu menjadi kabar gembira,&quot; tutur dia.

Dia juga menambahkan, prediksi lembaga internasional ini menjelaskan kepada dunia bahwa perekonomian semakin membaik dengan adanya perkembangan program vaksin. Hingga saat ini semua negara mencoba mendorong percepatan dan pemerataan vaksinasi karena dianggap semakin merata.

&quot;Dan banyak program vaksinasi sebuah negara ternyata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya vaksinasi kita bisa lihat beberapa negara Israel sudah 57%, kemudian Amerika sendiri 25%. Kemudian juga Bahrain, Chile, Turki. Kemudian Singapura saya kira ini luar biasa ya 26% dan India 6,3%,&quot; pungkas dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2021 minus 0,74% secara year on year (yoy). Sedangkan secara quartal per quartal (q to q) 0,96%. Indonesia pun masih resesi.

Menurut Kepala Center Macroeconomics and Finance IInstitute for Development of Economics and Finance (Indef) M. Rizal Taufikurahman, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I 2021 minus 0,74% tertinggal apabila dibandingkan dengan negara lain salah satunya Vietnam. Walaupun negara lain  mengalami kontraksi cukup dalam pada kuartal IV 2020.

&quot;Jadi pertumbuhan ekonomi kuartal I masih terkontraksi minus 0,74% artinya kita ketinggalan nih dari negara-negara lain. Di mana negara lain kuartal IV, mereka masih terkontraksi tetapi di kuartal I 2021 itu sudah mulai ekspansi pertumbuhannya, Indonesia kan masih berkontraksi. Seperti dengan Vietnam saja Indonesia masih kalah,&quot; ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (5/5/2021).
Baca Juga:&amp;nbsp;4 Kali Minus, Berikut Perjalanan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia hingga Resesi&amp;nbsp;
Dia menuturkan bahwa, pertumbuhan ekonomi ini tak lain dipengaruhi oleh percepatan program vaksinasi. Di mana  berbagai negara terus menerus mempercepat program vaksinasi sementara di Indonesia baru mencapai 4,92% dari total jumlah penduduk atau sekitar 10 juta jiwa.

&quot;Artinya memang vaksinasi menumbuhkan pertumbuhan ekonomi sebuah negara termasuk Amerika, Korea Selatan, Vietnam, Tiongkok, sudah melakukan percepatan vaksinasi,&quot; ungkap dia.

Kemudian, lanjut dia, vaksinasi diyakini akan terus mempercepat pemulihan ekonomi seluruh negara. Percepatan tersebut nantinya akan berdampak pada perbaikan ekonomi global.

&quot;Kita ketahui, pertumbuhan ekonomi global akan membaik dibanding dengan tahun lalu contoh World Bank memperkirakan pertumbuhan di 2021 sebesar 4,0%, OECD 5,6% dan IMF 6,0%. Maka ini tentu menjadi kabar gembira,&quot; tutur dia.

Dia juga menambahkan, prediksi lembaga internasional ini menjelaskan kepada dunia bahwa perekonomian semakin membaik dengan adanya perkembangan program vaksin. Hingga saat ini semua negara mencoba mendorong percepatan dan pemerataan vaksinasi karena dianggap semakin merata.

&quot;Dan banyak program vaksinasi sebuah negara ternyata mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. Misalnya vaksinasi kita bisa lihat beberapa negara Israel sudah 57%, kemudian Amerika sendiri 25%. Kemudian juga Bahrain, Chile, Turki. Kemudian Singapura saya kira ini luar biasa ya 26% dan India 6,3%,&quot; pungkas dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
